TATA UPACARA
(1) Upacara bendera hanya dapat dilaksanakan untuk Acara Resmi Kementerian:
a. Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik INDONESIA;
b. hari besar nasional;
c. hari perhubungan nasional; dan
d. apel bendera setiap tanggal 17 (tujuh belas).
2012 No.530 10
(2) Penyelenggaraan upacara bendera sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a, huruf b, dan huruf c disertai pengibaran Bendera Negara sesuai dengan jenis peringatannya.
(3) Khusus penyelenggaraan apel bendera setiap tanggal 17 (tujuh belas) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, posisi bendera sudah dalam keadaan berkibar.
(4) Penentuan pelaksanaan upacara bendera sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Pemerintah atau panitia nasional atau pimpinan unit organisasi.
Tata Upacara bendera dalam penyelenggaraan Acara Resmi meliputi:
a. tata urutan dalam upacara bendera;
b. tata Bendera Negara dalam upacara bendera;
c. tata Lagu Kebangsaan dalam upacara bendera;
d. tata tempat dalam upacara bendera; dan
e. tata pakaian dalam upacara bendera.
Tata urutan dalam upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 13 huruf a meliputi:
a. pengibaran Bendera Negara diiringi lagu kebangsaaan INDONESIA Raya;
b. mengheningkan cipta;
c. pembacaan naskah Pancasila;
d. pembacaan naskah Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945; dan
e. pembacaan doa.
Tata Bendera Negara dalam upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 13 huruf b meliputi:
a. Bendera Negara dikibarkan sampai dengan saat matahari terbenam;
b. tiang bendera didirikan di tempat upacara; dan
c. penghormatan pada saat pengibaran atau penurunan bendera.
(1) Tata Lagu Kebangsaan dalam upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 13 huruf c meliputi:
a. pengibaran atau penurunan Bendera Negara dengan diiringi Lagu Kebangsaan; dan
b. iringan Lagu Kebangsaan dalam pengibaran atau penurunan Bendera Negara dilakukan oleh korps musik atau genderang dan/atau sangkakala, sedangkan seluruh peserta upacara mengambil sikap sempurna dan memberikan penghormatan menurut keadaan setempat.
(2) Dalam hal tidak ada korps musik dan/atau genderang dan/atau sangkakala, pengibaran atau penurunan Bendera Negara diiringi Lagu Kebangsaan yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
(3) Pengiring lagu untuk pengibaran atau penurunan Bendera Negara tidak dibenarkan menggunakan musik dari alat rekam.
(1) Tata tempat dalam upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 13 huruf d dilaksanakan sebagai berikut:
a. inspektur upacara adalah Menteri dan/atau pimpinan unit organisasi yang ditunjuk;
b. inspektur upacara berhadapan dengan komandan upacara;
c. pejabat eselon I di sebelah kanan inspektur upacara dan pejabat eselon II di sebelah kiri inspektur upacara;
d. peserta upacara ditempatkan berhadapan dengan inspektur upacara yang diatur oleh masing-masing komandan regu dari unit organisasi yang bersangkutan; dan
e. pembawa acara dan para petugas pembaca naskah dan doa di sebelah kiri inspektur upacara.
(2) Dalam hal terjadi situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, tata tempat dalam upacara bendera dilaksanakan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi lapangan yang ada.
(3) Tata tempat dalam upacara bendera sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) seperti contoh 2 Lampiran Peraturan ini.
(1) Tata pakaian dalam upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 13 huruf e dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi disesuaikan menurut jenis acara.
2012 No.530 12
(2) Dalam Acara Kenegaraan digunakan pakaian sipil lengkap, pakaian dinas, pakaian kebesaran, atau pakaian nasional yang berlaku sesuai dengan jabatannya atau kedudukannya dalam masyarakat.
(3) Dalam Acara Resmi dapat digunakan pakaian sipil harian atau seragam resmi lain yang telah ditentukan.
(4) Tata pakaian upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 12 ayat (1)Tata acara upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 12 terdiri atas:
2012 No.530 14
a. acara pendahuluan;
b. acara pokok; dan
c. acara penutup.
(1) Acara pendahuluan pada upacara Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik INDONESIA meliputi:
a. laporan perwira upacara; dan
b. inspektur upacara tiba di mimbar upacara.
(2) Acara pokok pada upacara Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik INDONESIA meliputi:
a. penghormatan umum;
b. laporan komandan upacara;
c. pengibaran Bendera Negara diiringi Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
d. mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara diiringi lagu hening cipta;
e. pembacaan naskah Proklamasi oleh inspektur upacara;
f. pembacaan naskah Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
g. sambutan inspektur upacara;
h. persembahan lagu perjuangan;
i. pembacaan doa;
j. andika bhayangkari;
k. laporan komandan upacara; dan
l. penghormatan umum.
(3) Acara penutup pada upacara Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik INDONESIA meliputi:
a. inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara;
b. laporan perwira upacara; dan
c. komandan upacara membubarkan seluruh peserta upacara.
(1) Acara pendahuluan pada upacara hari besar nasional meliputi:
a. laporan perwira upacara; dan
b. inspektur upacara tiba di mimbar upacara.
(2) Acara pokok pada upacara hari besar nasional meliputi:
a. penghormatan umum;
b. laporan komandan upacara;
c. pengibaran Bendera Negara diiringi Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
d. mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara diiringi lagu hening cipta;
e. pembacaan naskah Pancasila oleh inspektur upacara diikuti seluruh peserta upacara;
f. pembacaan naskah Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
g. pembacaan naskah sesuai dengan hari besar nasional;
h. sambutan inspektur upacara;
i. pembacaan doa;
j. laporan komandan upacara; dan
k. penghormatan umum.
(3) Acara penutup pada upacara hari besar nasional meliputi:
a. inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara;
b. laporan perwira upacara; dan
c. komandan upacara membubarkan seluruh peserta upacara.
(1) Acara pendahuluan pada upacara hari perhubungan nasional meliputi:
a. laporan perwira upacara; dan
b. inspektur upacara tiba di mimbar upacara.
(2) Acara pokok pada upacara hari perhubungan nasional meliputi:
a. hymne perhubungan diikuti oleh seluruh peserta upacara;
b. penghormatan umum;
c. laporan komandan upacara;
d. pengibaran Bendera Negara diiringi Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
e. mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara diiringi lagu hening cipta;
f. pembacaan naskah Pancasila oleh inspektur upacara diikuti seluruh peserta upacara;
g. pembacaan naskah Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
2012 No.530 16
h. pembacaan naskah Lima Citra Manusia Perhubungan diikuti seluruh peserta upacara;
i. sambutan inspektur upacara;
j. mars perhubungan dan INDONESIA Pusaka;
g. pembacaan doa;
h. andika bhayangkari;
i. laporan komandan upacara; dan
j. penghormatan umum.
(3) Acara penutup pada upacara hari perhubungan nasional meliputi:
a. inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara;
b. laporan perwira upacara; dan
c. komandan upacara membubarkan seluruh peserta upacara.
(1) Acara pendahuluan pada apel bendera setiap tanggal 17 (tujuh belas) meliputi:
a. laporan perwira upacara; dan
b. inspektur upacara tiba di mimbar upacara.
(2) Acara pokok pada apel bendera setiap tanggal 17 (tujuh belas) meliputi:
a. hymne perhubungan diikuti oleh seluruh peserta upacara;
b. penghormatan umum;
c. laporan komandan upacara;
d. mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara diiringi oleh lagu hening cipta;
e. pembacaan naskah Pancasila oleh inspektur upacara diikuti seluruh peserta upacara;
f. pembacaan naskah Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
g. pembacaan naskah Panca Prasetya KORPRI diikuti seluruh peserta upacara;
h. sambutan inspektur upacara;
i. pembacaan doa;
j. laporan komandan upacara; dan
k. penghormatan umum.
(3) Acara penutup pada apel bendera setiap tanggal 17 (tujuh belas) meliputi:
a. inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara;
b. laporan perwira upacara; dan
c. komandan upacara membubarkan seluruh peserta upacara.
(1) Dalam acara upacara bendera dapat dilakukan acara pemberian penghargaan dan/atau acara tambahan lainnya.
(2) Pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebelum sambutan inspektur upacara dan dibacakan surat keputusan penghargaan.
(1) Dalam hal upacara bendera tidak dapat dilaksanakan di lapangan, upacara bendera dapat dilakukan di dalam ruangan.
(2) Pengaturan upacara bendera dalam ruangan ditentukan sebagai berikut:
a. Bendera Negara diletakkan berada di samping kanan inspektur upacara;
b. penempatan dan jumlah peserta upacara disesuaikan dengan kondisi ruangan; dan
c. tata acara upacara disederhanakan dan disesuaikan dengan kondisi ruangan.
(3) Kelengkapan dan perlengkapan upacara disesuaikan dengan kondisi ruangan upacara.
Lingkup upacara bukan upacara bendera meliputi:
a. upacara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil;
b. upacara pelantikan pejabat struktural;
c. upacara serah terima jabatan;
2012 No.530 18
d. upacara pengukuhan;
e. upacara penganugerahan tanda kehormatan;
f. upacara peletakkan batu pertama;
g. upacara peresmian;
h. upacara pembukaan dan penutupan pendidikan dan pelatihan, kursus, penataran atau seminar;
i. upacara pelantikan dan wisuda perwira transportasi;
j. upacara penandatanganan kerjasama;
k. upacara persemayaman dan pemakaman;
l. upacara ziarah taman makam pahlawan;
m. upacara pisah sambut;
n. upacara pelepasan pegawai negeri sipil yang pensiun;
o. upacara pelepasan kontingen kegiatan olah raga kementerian;
p. upacara pembukaan dan penutupan kegiatan olah raga kementerian;
q. upacara penutupan massa basis dan pelatihan taruna; dan
r. upacara hari jadi.
Tata upacara bukan upacara bendera dalam penyelenggaraan Acara Resmi meliputi:
a. tata urutan upacara bukan upacara bendera,
b. tata Bendera Negara dan Lambang Negara upacara bukan upacara bendera;
c. tata tempat upacara bukan upacara bendera, dan
d. tata pakaian upacara bukan upacara bendera.
(1) Tata urutan upacara bukan upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 28 huruf a meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya dipimpin oleh dirigen dan/atau diiringi musik dan/atau paduan suara;
b. pembukaan;
c. acara pokok; dan
d. penutup.
(2) Tata Bendera Negara dan Lambang Negara upacara bukan upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 28 huruf b meliputi:
a. Bendera Negara terpasang pada sebuah tiang bendera dan diletakkan di sebelah kanan mimbar;
b. Panji Kementerian dan/atau bendera asing dipasang pada tiang bendera dan diletakan di sebelah kiri;
c. Bendera Negara dibuat lebih besar dan dipasang lebih tinggi dari Panji Kementerian atau unit organisasi;
d. Lambang Negara terpasang ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi dari Bendera Negara; dan
e. gambar resmi PRESIDEN dan Wakil PRESIDEN ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah dari pada Lambang Negara.
(3) Tata tempat dan tata pakaian upacara bukan upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam
Kelengkapan dan perlengkapan, serta tata acara dalam upacara bukan upacara bendera disesuaikan menurut lingkup upacara.
(1) Upacara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf a dilakukan terhadap calon Pegawai atau Pegawai yang belum melakukan sumpah pegawai negeri sipil dan dilaksanakan oleh unit organisasi masing-masing dan/atau gabungan unit organisasi.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pejabat pengambil sumpah;
b. Pegawai yang disumpah;
c. rohaniwan;
d. saksi;
e. tamu undangan; dan
f. petugas acara.
(3) Pejabat pengambil sumpah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a adalah pimpinan unit organisasi yang bersangkutan dan/atau pejabat lain yang ditunjuk.
(4) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
2012 No.530 20
a. undangan;
b. naskah berita acara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil;
c. naskah sumpah pelantikan pegawai negeri sipil;
d. teks sambutan; dan
e. perlengkapan lain yang diperlukan.
(5) Naskah berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b disusun seperti contoh 3a, 3b, 3c, dan 3d Lampiran Peraturan ini.
(6) Naskah sumpah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf c disusun seperti contoh 4a dan 4b Lampiran Peraturan ini.
(1) Tata tempat upacara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil seperti contoh 5 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil untuk Pegawai yang disumpah mengenakan pakaian KORPRI, celana panjang atau rok warna biru, dan peci hitam polos.
Tata acara upacara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. pembacaan naskah sumpah pegawai negeri sipil;
e. penandatanganan naskah berita acara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil oleh Pegawai dan saksi;
f. sambutan pengambil sumpah;
g. pemberian ucapan selamat; dan
h. ramah tamah.
Upacara pelantikan pejabat struktural sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf b dilakukan terhadap pejabat struktural yang akan dilantik.
(1) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 34 meliputi:
a. surat keputusan pengangkatan dalam jabatan dan petikannya;
b. undangan;
c. naskah berita acara penyumpahan;
d. naskah sumpah pelantikan pejabat struktural;
e. ringkasan surat keputusan yang akan dibaca;
f. naskah Pakta Integritas;
g. teks sambutan pejabat yang melantik; dan
h. perlengkapan lain yang diperlukan.
(2) Naskah berita acara penyumpahan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c disusun seperti contoh 6a, 6b, 6c, dan 6d Lampiran Peraturan ini.
(3) Naskah sumpah pelantikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf d dibacakan oleh pejabat yang melantik dan diikuti oleh pejabat yang dilantik.
(4) Naskah sumpah pelantikan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disusun seperti contoh 7a dan 7b Lampiran Peraturan ini.
(5) Naskah Pakta Integritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f disusun seperti contoh 8 Lampiran Peraturan ini.
(1) Tata acara upacara pelantikan pejabat eselon I meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. pembacaan surat Keputusan PRESIDEN;
e. pengambilan sumpah jabatan oleh pejabat yang melantik;
f. penandatanganan naskah berita acara sumpah jabatan;
g. penandatanganan Pakta Integritas;
h. penyerahan petikan keputusan pengangkatan dalam jabatan;
i. penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memorandum;
j. sambutan pelantikan;
k. pemberian ucapan selamat diiringi lagu Bagimu Negeri; dan
l. ramah tamah.
(2) Dalam upacara pelantikan pejabat eselon I dilanjutkan dengan upacara serah terima jabatan.
(3) Tata acara upacara pelantikan pejabat eselon II, eselon III, eselon IV, dan eselon V meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. pembacaan surat Keputusan Menteri;
e. pengambilan sumpah jabatan oleh pejabat yang melantik;
f. penandatanganan naskah berita acara sumpah jabatan;
g. penandatangan naskah Pakta Integritas;
h. penyerahan petikan keputusan pengangkatan dalam jabatan;
i. sambutan pelantikan;
j. pemberian ucapan selamat diiringi lagu Bagimu Negeri; dan
k. ramah tamah.
(1) Tata tempat upacara serah terima jabatan seperti contoh 11 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara serah terima jabatan meliputi:
a. Menteri, Wakil Menteri, atau pejabat eselon I yang melakukan serah terima jabatan, dan seluruh undangan mengenakan pakaian sipil lengkap atau pakaian dinas upacara IV, serta pendamping isteri/suami pejabat mengenakan pakaian nasional atau pakaian sipil lengkap; dan
b. pejabat eselon II, eselon III, eselon IV, dan eselon V yang melakukan serah terima jabatan, pejabat yang menyaksikan, dan undangan mengenakan pakaian dinas harian.
(1) Tata acara upacara serah terima jabatan Menteri meliputi :
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. pembacaan ringkasan berita acara serah terima jabatan;
e. penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan;
f. penyerahan memorandum serah terima jabatan;
g. sambutan pejabat eselon I yang mewakili;
h. sambutan mantan Menteri;
i. sambutan Menteri;
j. pemberian ucapan selamat; dan
k. ramah tamah.
(2) Tata acara upacara serah terima jabatan Wakil Menteri, pejabat eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, dan eselon V meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. pembacaan ringkasan berita acara serah terima jabatan;
e. penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan;
f. penyerahan memorandum serah terima jabatan;
g. sambutan pejabat yang menyaksikan;
h. pemberian ucapan selamat; dan
i. ramah tamah.
(1) Upacara pengukuhan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf d dilakukan terhadap pejabat fungsional atau profesi yang baru diangkat.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pejabat yang dikukuhkan;
b. pejabat yang mengukuhkan;
c. pejabat dan tamu undangan; dan
d. petugas upacara.
(3) Pejabat yang mengukuhkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b ditentukan:
2012 No.530 28
a. Menteri, untuk mengukuhkan jabatan fungsional atau profesi yang disetarakan sebagai pejabat eselon I; dan
b. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, atau Kepala Badan, untuk mengukuhkan jabatan fungsional atau profesi yang disetarakan sebagai pejabat eselon II di lingkungan unit organisasi masing-masing.
(4) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. surat keputusan pengangkatan dalam jabatan fungsional dan petikannya;
b. undangan;
c. naskah pengukuhan;
d. teks sambutan pejabat yang mengukuhkan; dan
e. perlengkapan lain yang diperlukan.
(5) Naskah pengukuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf c seperti contoh 12 Lampiran Peraturan ini.
(1) Tata tempat upacara pengukuhan seperti contoh 13 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pengukuhan meliputi:
a. dalam hal Menteri yang mengukuhkan:
1. pejabat yang dikukuhkan pria mengenakan pakaian sipil lengkap dan peci hitam polos;
2. pejabat yang dikukuhkan wanita mengenakan pakaian nasional; dan
3. seluruh undangan mengenakan pakaian sipil lengkap;
b. dalam hal pimpinan unit organisasi yang mengukuhkan, maka pejabat yang dikukuhkan dan seluruh undangan mengenakan pakaian dinas harian.
Tata acara upacara pengukuhan meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. persiapan penyerahan pengukuhan;
e. pembacaan surat keputusan;
f. pembacaan naskah pengukuhan;
g. sambutan pejabat yang mengukuhkan;
h. pembacaan doa;
i. pemberian ucapan selamat; dan
j. ramah tamah.
(1) Upacara penganugerahan tanda kehormatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf e diberikan kepada:
a. Pegawai, badan usaha milik negara di bidang perhubungan, mitra kerja, dan masyarakat; atau
b. Menteri, Wakil Menteri, pejabat eselon I, dan/atau pejabat eselon II yang mendapat tanda kehormatan dari pimpinan unit organisasi atau pimpinan unit kerja.
(2) Penganugerahan tanda kehormatan diberikan atas jasa, pengabdian, peran serta, dan partisipasi dalam rangka mendorong terciptanya keamanan dan keselamatan transportasi.
(3) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pejabat yang menganugerahkan;
b. Menteri, pimpinan unit organisasi, Pegawai dan/atau masyarakat yang menerima tanda kehormatan;
c. pejabat dan tamu undangan; dan
d. petugas acara.
(4) Pejabat yang menganugerahkan tanda kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a kepada Pegawai, badan usaha milik negara di bidang perhubungan, mitra kerja, dan masyarakat adalah Menteri, Wakil Menteri, atau pimpinan unit organisasi.
(5) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. surat keputusan penganugerahan tanda kehormatan;
b. undangan;
c. ringkasan surat keputusan yang akan dibaca;
d. teks sambutan; dan
e. perlengkapan lain yang diperlukan.
(5) Perlengkapan . . .
2012 No.530 30
(1) Tata tempat upacara penganugerahan tanda kehormatan seperti contoh 14 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara penganugerahan tanda kehormatan meliputi:
a. pejabat yang menganugerahkan tanda kehormatan mengenakan pakaian sipil lengkap;
b. penerima tanda kehormatan mengenakan pakaian sipil lengkap atau pakaian yang ditentukan; dan
c. undangan mengenakan pakaian dinas harian.
Tata acara upacara penganugerahan tanda kehormatan meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. laporan;
e. pembacaan ringkasan surat keputusan;
f. pemberian tanda kehormatan;
g. sambutan Menteri atau pimpinan unit organisasi;
h. pemberian ucapan selamat; dan
i. ramah tamah.
(1) Upacara peletakan batu pertama sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf f merupakan suatu tanda dimulainya pembangunan secara resmi.
(2) Upacara peletakan batu pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. peletakan batu pertama berupa batu bata;
b. pemasangan tiang pancang; atau
c. pengeboran.
(3) Upacara peletakan batu pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.
(4) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pejabat yang meresmikan;
b. pejabat penyelenggara;
c. pejabat dan tamu undangan; dan
d. petugas acara.
(5) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. undangan;
b. teks sambutan Menteri;
c. teks laporan pejabat penyelenggara;
d. tempat upacara peletakan batu pertama;
e. maket, miniatur, dan/atau gambar rencana pembangunan; dan
f. perlengkapan lain yang diperlukan.
(6) Persiapan dan pelaksanaan upacara peletakan batu pertama diatur sebagai berikut:
a. dalam hal dilakukan oleh Menteri, Wakil Menteri, atau Sekretaris Jenderal, maka dikoordinasikan melalui Biro Umum Sekretariat Jenderal; dan
b. dalam hal dilakukan oleh pejabat eselon I di luar Sekretariat Jenderal, maka dikoordinasikan melalui sekretariat masing- masing unit organisasi.
(1) Tata tempat upacara peletakan batu pertama seperti contoh 15 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara peletakan batu pertama mengenakan pakaian dinas harian atau pakaian lain yang ditentukan.
(1) Tata acara upacara peletakan batu pertama meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. laporan pejabat penyelenggara;
c. sambutan pejabat terkait;
d. sambutan Menteri;
e. pembacaan doa;
f. peletakan batu pertama;
g. peninjauan; dan
h. ramah tamah.
2012 No.530 32
(2) Peninjauan dalam upacara peletakan batu pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g harus memperhatikan:
a. rute peninjauan;
b. pejabat atau petugas yang memberikan penjelasan;
c. undangan yang mengikuti peninjauan; dan
d. kelengkapan dan perlengkapan yang diperlukan.
(1) Tata acara upacara peresmian meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. laporan pejabat penyelenggara;
c. sambutan pejabat terkait;
d. sambutan Menteri yang dilanjutkan dengan pernyataan peresmian;
e. pembacaan doa;
f. peninjauan; dan
g. ramah tamah.
(2) Peninjauan dalam upacara peresmian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f harus memperhatikan:
2012 No.530 34
a. rute peninjauan;
b. pejabat atau petugas yang memberikan penjelasan;
c. undangan yang mengikuti peninjauan; dan
d. kelengkapan dan perlengkapan yang diperlukan.
(1) Tata tempat upacara peresmian seperti contoh 17 Lampiran Peraturan ini.
(2) Pengaturan tata tempat upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan dengan keadaan dan tempat upacara, serta memperhatikan kebersihan, ketertiban, dan keamanan.
(3) Tata pakaian upacara peresmian mengenakan pakaian dinas harian atau pakaian lain yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan lokasi dan kondisi tempat peresmian.
(1) Dalam upacara pembukaan dan penutupan pendidikan dan pelatihan, kursus, penataran, atau seminar sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27(1) Tata tempat upacara pembukaan dan penutupan pendidikan dan pelatihan, kursus, penataran, atau seminar seperti contoh 18a, 18b, dan 18c Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pembukaan dan penutupan pendidikan dan pelatihan, kursus, penataran, atau seminar mengenakan pakaian dinas harian atau pakaian lain ditentukan oleh pejabat penyelenggara.
(1) Tata acara upacara pendidikan dan pelatihan, kursus, penataran, atau seminar terdiri atas upacara:
a. pembukaan; dan
b. penutupan.
(2) Upacara pembukaan untuk acara pendidikan dan pelatihan meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. laporan penyelenggara;
d. penyematan tanda peserta oleh pejabat yang membuka;
2012 No.530 36
e. sambutan pejabat yang membuka dilanjutkan pernyataan pembukaan;
f. pembacaan doa; dan
g. ramah tamah.
(3) Upacara pembukaan untuk acara kursus, penataran, atau seminar meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. laporan panitia;
c. sambutan pejabat yang membuka dilanjutkan pernyataan pembukaan;
d. pembacaan doa;
e. istirahat, ramah tamah; dan
f. kursus, penataran, atau seminar.
(4) Upacara penutupan untuk acara pendidikan dan pelatihan meliputi:
a. laporan penyelenggara;
b. penanggalan tanda peserta dan penyerahan sertifikat oleh pejabat yang menutup;
c. sambutan perwakilan siswa;
d. sambutan pejabat yang menutup dilanjutkan pernyataan penutupan;
e. pembacaan doa
f. pemberian ucapan selamat; dan
g. ramah tamah.
(5) Upacara penutupan untuk acara kursus, penataran, atau seminar meliputi:
a. laporan panitia;
b. sambutan pejabat yang menutup dilanjutkan pernyataan penutupan;
c. pembacaan doa; dan
d. ramah tamah.
(1) Upacara pelantikan dan wisuda perwira transportasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27(1) Tata tempat upacara pelantikan perwira transportasi seperti contoh 19a dan 19b Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pelantikan perwira transportasi meliputi:
a. inspektur upacara, pejabat dan undangan mengenakan pakaian sipil lengkap; dan
b. calon perwira transportasi mengenakan pakaian dinas upacara IV.
(1) Tata acara upacara wisuda pada unit pelaksana teknis pendidikan dan pelatihan transportasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 57 ayat (2) huruf b terdiri atas:
a. acara pendahuluan;
b. acara pokok;
c. acara penutupan; dan
d. acara tambahan.
(2) Acara pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. perwira transportasi berada di tempat pelantikan akademik perguruan tinggi kedinasan;
b. prosesi Gaudeamus Igitur; dan
c. inspektur upacara tiba di mimbar upacara;
(3) Acara pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi :
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA raya;
b. hymne perhubungan;
c. laporan komandan upacara;
d. pernyataan pembukaan oleh inspektur upacara;
e. orasi ilmiah;
f. pelantikan akademik ditandai dengan pemberian samir dan sertifikat kelulusan oleh inspektur upacara;
g. sambutan perwakilan perwira transportasi;
h. sambutan inspektur upacara;
i. mars akademik;
j. pernyataan penutupan oleh inspektur upacara;
k. pembacaan doa; dan
l. laporan komandan upacara.
(4) Acara penutupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. upacara pelantikan akademik perguruan tinggi kedinasan selesai;
dan
b. lagu INDONESIA Pusaka.
(5) Acara tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi:
a. persembahan atraksi drumband; dan
b. pelepasan perwira transportasi.
(1) Tata acara upacara pelantikan perwira transportasi terpadu di dalam ruangan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 57 ayat (3) huruf a terdiri atas:
a. acara pendahuluan;
b. acara pokok;
c. acara penutupan; dan
d. acara tambahan.
(2) Acara pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
2012 No.530 40
a. laporan perwira upacara; dan
b. inspektur upacara tiba di mimbar upacara.
(3) Acara pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA raya;
b. hymne perhubungan;
c. penghormatan umum;
d. laporan komandan upacara;
e. laporan pendidikan;
f. pernyataan penutupan pendidikan oleh inspektur upacara;
g. penanggalan tanda siswa dan pemasangan tanda pangkat serta pemberian samir secara simbolis oleh inspektur upacara kepada lulusan terbaik;
h. pembacaan ikrar;
i. sambutan inspektur upacara;
j. lagu bagimu negeri;
k. pembacaan doa;
l. laporan komandan upacara; dan
m. penghormatan umum.
(4) Acara penutupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara;
b. laporan perwira upacara; dan
c. Menteri menuju mimbar kehormatan.
(5) Acara tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi:
a. perwujudan tanda kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
b. pemberian ucapan selamat kepada perwira transportasi; dan
c. ramah tamah.
(1) Upacara penandatanganan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf j dapat dilakukan oleh Menteri atau pejabat eselon I setelah mendapat persetujuan Menteri.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pejabat penandatangan;
b. pejabat saksi;
c. pejabat pemberi sambutan;
d. undangan; dan
e. petugas acara.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. naskah kerjasama;
b. teks sambutan;
c. teks ringkasan kerjasama;
d. undangan; dan
e. perlengkapan lain yang diperlukan.
(1) Tata tempat upacara penandatanganan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 62 meliputi:
a. Menteri berada di sebelah kanan, dalam hal kerjasama dengan instansi dalam negeri atau organisasi internasional; dan
b. Menteri berada di sebelah kiri, dalam hal kerjasama dengan pihak pemerintahan negara asing;
(2) Tata tempat upacara penandatanganan kerjasama yang disaksikan oleh Menteri meliputi:
a. Menteri mendampingi penandatanganan kerjasama; dan
b. pejabat penandatangan berada di sebelah kanan dan mitra kerja berada di sebelah kiri.
(3) Tata tempat bendera dalam upacara penandatanganan kerjasama dengan pihak pemerintahan negara asing ditentukan:
a. Bendera Negara ukuran besar ditempatkan di sebelah kanan pihak negara asing, dan bendera negara asing ukuran besar ditempatkan di sebelah kiri Menteri; dan
b. Bendera Negara ukuran kecil ditempatkan di hadapan Menteri dan bendera negara asing ukuran kecil ditempatkan di hadapan pihak negara asing.
(4) Tata tempat upacara penandatanganan kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dapat dilakukan dalam posisi berdiri atau duduk seperti contoh 20 Lampiran Peraturan ini.
(5) Tata pakaian upacara penandatanganan kerjasama meliputi:
a. dalam hal kerjasama dengan instansi dalam negeri, mengenakan pakaian dinas harian; dan
b. dalam hal kerjasama dengan pemerintahan negara asing atau organisasi internasional, mengenakan pakaian sipil lengkap.
(1) Tata acara upacara penandatanganan kerjasama antara Menteri dengan pimpinan instansi dalam negeri atau organisasi internasional meliputi:
a. pembukaan;
b. pembacaan ringkasan kerjasama;
c. penandatanganan kerjasama dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen;
d. sambutan pejabat dari mitra kerjasama;
2012 No.530 44
e. sambutan Menteri; dan
f. ramah tamah.
(2) Tata acara upacara penandatanganan kerjasama antara Menteri dengan pihak pemerintahan negara asing meliputi:
a. pembacaan ringkasan naskah kesepakatan bersama atau perjanjian kerjasama;
b. penandatanganan kerjasama dilanjutkan tukar menukar dokumen;
c. sambutan Menteri;
d. sambutan pihak pemerintahan negara asing; dan
e. ramah tamah.
(3) Tata acara upacara penandatanganan kerjasama yang disaksikan oleh Menteri meliputi:
b. sambutan pihak pertama;
c. sambutan pihak kedua;
d. pembacaan ringkasan naskah kerjasama;
e. penandatanganan kerjasama dan tukar menukar dokumen disaksikan oleh Menteri;
f. sambutan Menteri; dan
g. ramah tamah.
(1) Tata tempat upacara persemayaman dan pemakaman seperti contoh 22a, 22b, dan 22c Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian acara pelepasan jenazah dari rumah duka atau upacara pemakaman di taman makam meliputi:
a. inspektur upacara mengenakan pakaian sipil lengkap; dan
b. perwira upacara mengenakan pakaian dinas upacara I atau pakaian lain yang ditentukan oleh pimpinan unit organisasi.
(1) Tata acara upacara persemayaman terdiri atas:
a. acara persiapan;
b. acara pendahuluan;
c. acara pokok;
d. acara penutupan.
(2) Acara persiapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. jenazah telah berada di persemayaman
b. undangan pelayat telah datang; dan
c. petugas upacara telah siap.
(3) Acara pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. jenazah di tempatkan diletakkan pada tempat yang telah ditentukan;
b. laporan perwira upacara; dan
c. inspektur upacara menempati tempat upacara.
(4) Acara pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada Kementerian;
b. perwakilan keluarga maju menghadap inspektur upacara dan membacakan naskah penyerahan jenazah;
c. inspektur upacara membacakan naskah penerimaan jenazah;
d. perwakilan keluarga menyerahkan naskah penyerahan kepada inspektur upacara;
e. penghormatan kepada jenazah dipimpin oleh komandan upacara;
f. laporan komandan upacara kepada inspektur upacara;
g. sambutan inspektur upacara;
h. doa sesuai dengan agama masing-masing;
i. persiapan pengusungan jenazah;
j. penghormatan kepada jenazah dipimpin oleh komandan upacara;
k. peti jenazah masuk kereta merta; dan
l. laporan komandan upacara.
(5) Acara penutup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi:
a. laporan perwira upacara;
b. susunan konvoi kendaraan jenazah; dan
c. pemberangkatan jenazah menuju tempat pemakaman.
(1) Tata acara upacara pemakaman terdiri atas:
a. acara persiapan;
b. acara pendahuluan;
c. acara pokok; dan
d. acara penutupan.
(2) Acara persiapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
2012 No.530 48
a. undangan sudah di pemakaman; dan
b. petugas upacara sudah di pemakaman.
(3) Acara pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. jenazah tiba di pemakaman dan ditempatkan di samping liang lahat;
b. laporan perwira upacara; dan
c. inspektur upacara menempati tempat upacara.
(4) Acara pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. laporan komandan upacara kepada inspektur upacara;
b. pembacaan riwayat hidup singkat oleh petugas;
c. pembacaan surat keputusan kenaikan pangkat anumerta jika ada;
d. pembacaan teks apel persada oleh inspektur upacara;
e. persiapan penguburan sesuai agama yang dianut almarhum atau almarhumah;
f. penghormatan pasukan kepada jenazah;
g. penurunan jenazah ke liang lahat;
h. penimbunan liang lahat secara simbolis dilaksanakan berturut- turut oleh inspektur upacara dan wakil keluarga, serta penimbunan selanjutnya dilakukan oleh petugas makam;
i. peletakan karangan bunga oleh inspektur upacara dan diikuti oleh keluarga, pejabat, dan undangan lain;
j. sambutan inspektur upacara;
k. sambutan wakil keluarga;
l. doa sesuai agama masing-masing;
m. penghormatan terakhir kepada arwah almarhum atau almarhumah oleh komandan upacara; dan
n. laporan komandan upacara.
(5) Acara penutup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi :
a. laporan perwira upacara; dan
b. upacara pemakaman selesai, inspektur upacara menyerahkan teks apel persada dan bendera merah putih kepada wakil keluarga.
(1) Upacara ziarah taman makam pahlawan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf l dilaksanakan dalam rangka memperingati hari perhubungan nasional atau acara lain.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. inspektur upacara;
b. komandan upacara;
c. pembawa karangan bunga;
d. petugas korsik;
e. deputasi atau peserta upacara; dan
f. petugas upacara.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. bunga krans;
b. bunga tabur;
c. buku tamu;
d. undangan;
e. mobil ambulans dan peralatannya; dan
f. perlengkapan lain yang diperlukan.
(1) Tata tempat upacara ziarah taman makam pahlawan seperti contoh 23a dan 23b Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara ziarah taman makam pahlawan mengenakan pakaian sipil lengkap.
(1) Tata acara upacara ziarah taman makam pahlawan terdiri atas:
a. acara pendahuluan;
b. acara pokok; dan
c. acara penutupan.
(2) Acara pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
2012 No.530 50
a. pimpinan rombongan memasuki taman makam pahlawan;
b. pimpinan rombongan tiba di tempat upacara; dan
c. genderang sangkakala diperdengarkan tanda siap.
(3) Acara pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. penghormatan kepada arwah pahlawan;
b. mengheningkan cipta;
c. peletakan karangan bunga di tugu atau batu nisan; dan
d. penghormatan kepada arwah pahlawan.
(4) Acara penutup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. tabur bunga; dan
b. peziarah meninggalkan tempat upacara.
(1) Upacara pisah sambut sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf m dilakukan kepada:
a. mantan Menteri; dan
b. mantan pejabat struktural.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. Menteri dan mantan Menteri;
b. pejabat struktural dan mantan pejabat struktural;
c. petugas upacara; dan
d. undangan.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. teks sambutan;
b. profil;
c. kenang-kenangan dan/atau cinderamata; dan
d. perlengkapan lain yang diperlukan.
(1) Tata tempat upacara pisah sambut seperti contoh 24a dan 24b Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pisah sambut mengenakan pakaian dinas harian atau pakaian lain yang ditentukan oleh pimpinan unit organisasi.
(1) Tata acara upacara pisah sambut mantan Menteri sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 72 ayat (1) huruf a meliputi:
a. pembukaan;
b. hymne perhubungan;
c. penayangan profil mantan Menteri;
d. sambutan Sekretaris Jenderal atau pimpinan unit organisasi;
e. ucapan pesan dan kesan dari mantan Menteri;
f. penyerahan kenang-kenangan dan/atau cinderamata dari Menteri dan/atau pimpinan unit organisasi;
g. sambutan Menteri;
h. ucapan selamat jalan; dan
i. ramah tamah.
(2) Tata acara upacara pisah sambut mantan pejabat struktural sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 72 ayat (1)(1) Upacara pelepasan pegawai negeri sipil pensiun sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf n dapat dilaksanakan bertepatan pada Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik INDONESIA, hari perhubungan nasional, atau hari tertentu.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
2012 No.530 52
a. pensiunan Pegawai dan Pegawai pada unit kerja yang bersangkutan;
b. undangan; dan
c. petugas upacara.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. teks sambutan pimpinan;
b. piagam pengabdian atas jasa pengabdian pada negara;
c. penghargaan;
d. kenang-kenangan; dan
e. perlengkapan lain.
(1) Tata tempat upacara pelepasan pegawai negeri sipil pensiun seperti contoh 25a dan 25b Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pelepasan pegawai negeri sipil pensiun mengenakan pakaian sipil lengkap atau pakaian yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang.
Tata acara upacara pelepasan pegawai negeri sipil pensiun meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. pembukaan;
c. hymne perhubungan;
d. pesan dan kesan dari Pegawai yang telah pensiun;
e. sambutan pimpinan unit kerja yang bersangkutan;
f. penyerahan kenang-kenangan;
g. pemberian ucapan selamat;
h. pembacaan doa; dan
i. ramah tamah.
(1) Upacara pelepasan kontingen olah raga sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf o dapat dilaksanakan secara simbolis pada hari perhubungan nasional atau hari tertentu.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. inspektur upacara;
b. perwira upacara;
c. komandan upacara;
d. pejabat struktural dan fungsional unit kerja;
e. petugas upacara; dan
f. undangan.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. teks sambutan;
b. laporan penyelenggara;
c. bendera kontingen;
d. papan nama peserta kontingen;
e. undangan; dan
f. perlengkapan lain.
(1) Tata tempat upacara pelepasan kontingen olah raga seperti contoh 26 Lampiran Peraturan ini;
(2) Tata pakaian upacara pelepasan kontingen olah raga mengenakan pakaian olah raga atau pakaian lain yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang.
Tata acara upacara pelepasan kontingen olah raga meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. penghormatan umum;
d. laporan komandan upacara;
e. pembacaan surat keputusan;
f. penyerahan bendera kontingen dari inspektur upacara kepada ketua kontingen;
g. sambutan inspektur upacara;
h. pembacaan doa;
i. laporan komandan upacara; dan
j. penghormatan umum.
2012 No.530 54
(1) Upacara pembukaan dan penutupan pekan olah raga sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf p dapat dilaksanakan secara simbolis pada hari perhubungan nasional atau hari tertentu.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. inspektur upacara;
b. komandan upacara;
c. peserta pekan olahraga;
d. pembawa pataka;
e. defile atlet;
f. pembaca janji atlet; dan
g. undangan.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. teks sambutan inspektur upacara;
b. laporan panitia;
c. pataka Kementerian;
d. bendera pekan olah raga;
e. piala;
f. teks janji atlet; dan
g. perlengkapan lain.
(1) Tata tempat upacara pembukaan dan penutupan pekan olah raga seperti contoh 27 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara pembukaan dan penutupan pekan olah raga mengenakan pakaian olah raga.
(1) Tata acara upacara pembukaan pekan olah raga meliputi:
a. defile atlet;
b. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
c. hymne perhubungan;
d. laporan penyelenggara;
e. pataka Kementerian dan bendera pekan olah raga membentuk formasi;
f. penyerahan bendera pekan olah raga kepada ketua panitia penyelenggara;
g. pengucapan janji atlet;
h. sambutan inspektur upacara sekaligus membuka secara resmi pekan olahraga; dan
i. pembacaan doa.
(2) Tata acara upacara penutupan pekan olah raga meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. laporan penyelenggara;
c. pataka Kementerian dan bendera pekan olah raga membentuk formasi;
d. penyerahan bendera pekan olah raga kepada tuan rumah yang akan datang;
e. sambutan inspektur upacara sekaligus menutup secara resmi pekan olah raga; dan
f. ramah tamah.
(1) Upacara penutupan massa basis dan pelatihan taruna sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf q dilaksanakan di unit pelaksana tugas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. inspektur upacara;
b. komandan upacara;
c. peserta taruna; dan
d. undangan.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. teks sambutan inspektur upacara;
b. laporan pelaksana basis taruna;
c. teks janji taruna; dan
d. perlengkapan lain.
2012 No.530 56
(1) Tata tempat upacara penutupan massa basis dan pelatihan taruna seperti contoh 28 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara penutupan massa basis dan pelatihan taruna mengenakan pakaian dinas upacara atau pakaian lain yang ditentukan oleh pimpinan unit organisasi.
Tata acara upacara penutupan massa basis dan pelatihan taruna meliputi :
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. mars taruna sekolah perhubungan;
c. penghormatan umum kepada inspektur upacara;
d. laporan komandan upacara;
e. janji taruna;
f. pembacaan laporan pelaksanaan basis taruna;
g. pelantikan taruna, berupa pelepasan evelot dan chevron catar dan pemasangan evelot, chevron dan baret taruna;
h. sambutan inspektur ucapara;
i. lagu bagimu negeri;
j. pembacaan doa;
k. laporan komandan upacara;
l. penghormatan umum kepada inspektur upacara; dan
m. mars taruna sekolah perhubungan.
(1) Upacara hari jadi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 huruf r dilaksanakan untuk memperingati:
a. hari jadi perhubungan; dan
b. hari jadi di lingkungan unit organisasi.
(2) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pimpinan upacara;
b. petugas acara; dan
c. undangan.
(3) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi ;
a. teks sambutan pimpinan;
b. laporan panitia;
c. profil kinerja;
d. penghargaan; dan
e. perlengkapan lain.
(1) Tata tempat upacara hari jadi seperti contoh 29 Lampiran Peraturan ini.
(2) Tata pakaian upacara hari jadi mengenakan pakaian dinas upacara atau pakaian yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang.
(1) Tata acara upacara hari jadi perhubungan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 87 ayat (1) huruf a meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. pembukaan;
d. penayangan profil kinerja Kementerian;
e. laporan ketua panitia penyelenggara;
f. penyerahan penghargaan;
g. sambutan Menteri;
h. mars perhubungan;
i. pembacaan doa; dan
j. ramah tamah.
(2) Tata acara upacara hari jadi di lingkungan unit organisasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 87 ayat (1) huruf b meliputi:
a. Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
b. hymne perhubungan;
c. penayangan profil unit organisasai;
d. laporan penyelenggara;
e. penyerahan penghargaan;
f. sambutan Menteri atau yang mewakili;
g. mars unit organisasi;
2012 No.530 58
h. pembacaan doa; dan
i. ramah tamah.