Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 65

PERMEN Nomor pm-27 Tahun 2012 | Peraturan Menteri Nomor pm-27 Tahun 2012 tentang KEPROTOKOLAN

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Upacara persemayaman dan pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf k dapat diberikan kepada: a. Menteri atau mantan Menteri; b. pejabat eselon I atau mantan pejabat eselon I; dan c. Pegawai pada saat melaksanakan tugas. (2) Upacara persemayaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan di kediaman rumah duka atau di kantor Kementerian yang ditentukan oleh pejabat berwenang setelah mendapat persetujuan pihak keluarga. (3) Tata urutan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. persemayaman atau pelepasan jenazah di rumah duka; dan b. upacara pemakaman. (4) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. inspektur upacara; b. perwira upacara; c. komandan upacara; d. petugas upacara; e. petugas rohaniwan sesuai dengan agama almarhum/almarhumah; f. pengusung jenazah; g. pengawal jenazah; h. pembawa foto almarhum atau almarhumah; i. pembawa karangan bunga; j. keluarga, kerabat, tamu; k. pejabat atau atasan langsung dari almarhum atau almarhumah atau yang mewakili; dan l. petugas acara. (5) Inspektur upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a meliputi: a. Menteri atau yang mewakili, apabila yang meninggal dunia mantan Menteri dan/atau pejabat eselon I; b. pejabat eselon I atau yang mewakili, apabila yang meninggal dunia pejabat eselon II dan/atau mantan pejabat eselon I; c. pejabat eselon II atau yang mewakili, apabila yang meninggal dunia pejabat eselon III; dan d. pejabat eselon III atau yang mewakili, apabila yang meninggal dunia pejabat eselon III atau pejabat eselon IV atau Pegawai. (6) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. naskah penyerahan jenazah; b. naskah penerimaan jenazah; c. teks pengumuman berita duka; d. teks riwayat hidup singkat; e. surat keputusan kenaikan pangkat jika ada; f. teks apel persada; g. karangan bunga; h. teks sambutan inspektur upacara; 2012 No.530 46 i. sambutan ahli waris; j. undangan; dan k. perlengkapan lain yang diperlukan. (7) Naskah penyerahan dan penerimaan jenazah, serta teks pengumuman berita duka sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a, huruf b, dan huruf c seperti contoh 21a, 21b, dan 21c Lampiran Peraturan ini. (8) Teks riwayat hidup singkat dan teks apel persada sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf d dan huruf f seperti contoh 21d dan 21e Lampiran Peraturan ini. (9) Persiapan dan pelaksanaan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut: a. apabila yang meninggal dunia mantan Menteri, pejabat eselon I, atau pejabat eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal, maka dikoordinasikan melalui Biro Umum Sekretariat Jenderal; dan b. apabila yang meninggal dunia pejabat eselon II, eselon III, eselon IV, eselon V, atau Pegawai, maka dikoordinasikan melalui sekretariat masing-masing unit organisasi.
Koreksi Anda