Koreksi Pasal 35
PERMEN Nomor pm-27 Tahun 2012 | Peraturan Menteri Nomor pm-27 Tahun 2012 tentang KEPROTOKOLAN
Teks Saat Ini
(1) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 meliputi:
a. pejabat yang melantik;
b. pejabat yang dilantik;
c. pejabat yang digantikan;
d. pejabat pembaca surat keputusan pengangkatan jabatan;
e. rohaniwan;
f. saksi;
g. pejabat dan tamu undangan lainnya; dan
h. petugas acara.
(2) Pejabat yang melantik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditentukan:
a. Menteri, untuk pelantikan pejabat eselon I dan/atau eselon II;
b. Sekretaris Jenderal, para Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal, atau para Kepala Badan, untuk pelantikan pejabat eselon III, eselon IV, dan eselon V; dan
c. dalam hal Menteri berhalangan, maka pelantikan pejabat eselon II dapat dilakukan oleh Wakil Menteri, Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal atau Kepala Badan dengan surat kuasa pelantikan dari Menteri.
(3) Pejabat pembaca surat keputusan pengangkatan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan oleh:
a. pejabat eselon II untuk keputusan pengangkatan jabatan eselon I dalam bentuk Keputusan PRESIDEN;
b. pejabat eselon III untuk keputusan pengangkatan jabatan eselon II dalam bentuk Keputusan Menteri;
c. pejabat eselon IV dan eselon V untuk keputusan pengangkatan jabatan eselon III, eselon IV, dan eselon V dalam bentuk Keputusan Menteri; dan
d. dalam hal pejabat sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c berhalangan, maka dapat dilakukan oleh pejabat lain yang setara atau pejabat yang ditunjuk;
(4) Rohaniwan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dalam pengambilan sumpah jabatan adalah pejabat dari Kementerian Agama.
(5) Saksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f adalah pejabat yang memiliki jabatan, pangkat atau golongan lebih tinggi dari atau sekurang-kurangnya sama dengan pejabat yang dilantik.
2012 No.530 22
(6) Dalam hal seluruh pejabat eselon I dilantik, maka saksi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dapat ditunjuk dari kementerian lain.
(7) Pejabat yang diundang untuk menghadiri upacara pelantikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g ditentukan:
a. semua pejabat eselon I dan eselon II, pendamping isteri atau suami pejabat yang dilantik, direksi badan usaha milik negara di bidang transportasi, dan mitra kerja, untuk upacara pelantikan pejabat eselon I;
b. semua pejabat eselon I dan eselon II, pendamping isteri atau suami pejabat yang dilantik, direksi badan usaha milik negara di bidang transportasi, dan mitra kerja, untuk upacara pelantikan pejabat eselon II;
c. semua pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan, untuk upacara pelantikan pejabat eselon III;
d. pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan, untuk upacara pelantikan pejabat eselon IV; dan
e. dalam hal upacara pelantikan pejabat eselon III, eselon IV, dan eselon V di daerah, yang diundang ditentukan oleh unit organisasi masing-masing.
(8) Dalam upacara pelantikan pejabat eselon I dan eselon II, pendamping isteri dan/atau suami Menteri turut diundang.
Koreksi Anda
