(1) Terhadap keputusan atas keberatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (8) dan
Pasal 7 ayat (2) yang MENETAPKAN jumlah bea masuk, cukai, dan/atau pajak dalam rangka impor sama dengan yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean, Keputusan Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (9), digunakan sebagai dasar untuk:
a. pengembalian atas kelebihan pembayaran;
b. pengembalian jaminan; atau
c. proses pengeluaran barang dari kawasan pabean.
(2) Terhadap keputusan atas keberatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (8) yang MENETAPKAN jumlah bea masuk, cukai, dan/atau pajak dalam rangka impor lebih rendah dari yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean, Keputusan Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (9), digunakan sebagai dasar untuk:
a. pengembalian atas kelebihan pembayaran;
b. pengembalian jaminan; dan/atau
c. proses pengeluaran barang dari kawasan pabean.
(3) Terhadap keputusan atas keberatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (8) yang MENETAPKAN jumlah bea masuk, cukai, dan/atau pajak dalam rangka impor lebih tinggi dari yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean, Keputusan Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (9), digunakan sebagai dasar untuk:
a. pengembalian atas kelebihan pembayaran;
b. pencairan jaminan dan/atau pengembalian jaminan; dan/atau
c. pelunasan yang dilakukan dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal keputusan.
(4) Terhadap keputusan atas keberatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (8)