Pasal 28
(1) Perjalanan Kereta Api luar biasa dapat dilaksanakan oleh Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian atau (l) (2t
(3) Penyelenggara Sarana Perkeretaapian.
(21 Da1am hal perjalanan Kereta Api luar biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh penyelenggara Sarana Perkeretaapian, harus mendapat persetujuan dari pemilik prasarana Perkeretaapian.
4. Ketentuan Pasal 29 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: