(1) Anggaran Belanja Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a terdiri atas:
a. Belanja Pegawai 1) Semula........................
2) Berkurang..................
Rp. 2.163.633.349.038,- Rp. 10.256.703.627,-
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan …………..Rp. 2.153.376.645.411,-
b. Belanja Barang dan Jasa 1) Semula.........................
2) Berkurang...................
Rp. 1.934.699.642.636,- Rp. 23.454.114.600,-
Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah perubahan .Rp. 1.911.245.528.036,-
c. Belanja Bunga
1) Semula.........................
2) Bertambah...................
Rp. 00,- Rp. 00,-
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan ..................Rp. 00,-
d. Belanja Subsidi 1) Semula........................
2) Berkurang..................
Rp. 6.900.000.000,- Rp. 3.400.000.000,-
Jumlah Belanja Subsidi setelah perubahan ………….…Rp. 3.500.000.000,-
e. Belanja Hibah 1) Semula.........................
2) Bertambah...................
Rp. 874.783.554.050,- Rp. 9.118.631.300,-
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan …………..…Rp. 883.902.185.350,-
f. Belanja Bantuan Sosial
1) Semula.........................
2) Bertambah...................
Rp. 00,- Rp. 00,-
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan......Rp. 00,-
(2) Anggaran Belanja Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b, terdiri atas:
a. Belanja Modal Tanah 1) Semula........................
2) Bertambah..................
Rp. 5.471.819.361,- Rp. 4.122.559.411,-
Jumlah Belanja Modal Tanah setelah perubahan ….…Rp. 9.594.378.772,-
b. Belanja Modal Peralatan dan Mesin
1) Semula.........................
2) Berkurang...................
Rp. 197.868.657.141,- Rp. 40.863.653.351,-
Jumlah Belanja Modal Peralatan dan Mesin setelah perubahan …………………………………………….Rp. 157.005.003.790,-
c. Belanja Modal Gedung dan Bangunan
1) Semula.....................
2) Bertambah...............
Rp. 258.548.824.709,- Rp. 61.211.055.780,-
Jumlah Belanja Modal Gedung dan Bangunan setelah perubahan ......................................................Rp. 319.759.880.489,-
d. Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi
1) Semula.....................
2) Berkurang..................
Rp. 371.540.819.954,- Rp. 22.979.244.515,-
Jumlah Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi setelah perubahan ……………………………………Rp. 348.561.575.439,-
e. Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
1) Semula.........................
2) Berkurang...................
Rp. 3.483.025.000,- Rp. 2.342.770.000,-
Jumlah Belanja Modal Aset Tetap Lainnya setelah perubahan …………………………………………….Rp. 1.140.255.000,-
f. Belanja Modal Aset Tidak Berwujud
1) Semula.........................
2) Bertambah...................
Rp. 00,- Rp. 00,-
Jumlah Belanja Modal Aset Tidak Berwujud setelah perubahan .......................................................Rp. 00,-
(3) Anggaran Belanja Tidak Terduga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c, terdiri atas belanja tidak terduga, yaitu:
a. Semula.........................
b. Bertambah...................
Rp. 50.000.000.000,- Rp. 57.000.000.000,-
Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah perubahan .........Rp. 107.000.000.000,-
(4) Anggaran Belanja Transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d terdiri atas:
a. Belanja Bagi Hasil 1) Semula........................
2) Bertambah..................
Rp. 873.266.359.900,- Rp. 89.834.583.162,-
Jumlah Belanja Bagi Hasil setelah perubahan ………..Rp. 963.100.943.062,-
b. Belanja Bantuan Keuangan
1) Semula.........................
2) Bertambah...................
Rp. 39.928.302.949,- Rp. 00,-
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah perubahan …………………………………………….Rp. 39.928.302.949,-