Langsung ke konten utama
Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 22

UU Nomor 37 Tahun 2014 | Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang KONSERVASI TANAH DAN AIR

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Penataan kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c dan Pasal 19 ayat (1) huruf c dilakukan melalui: a. pendeliniasian kawasan; dan b. penandaan batas. (2) Penataan kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, atau pemerintah daerah kabupaten/kota. (3) Penataan kawasan di Kawasan Lindung yang dilaksanakan oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: a. suaka margasatwa; b. taman nasional kecuali zona inti; c. taman wisata alam; dan/atau d. taman buru. (4) Penataan kawasan di Kawasan Lindung yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: a. taman hutan raya; b. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan; dan c. kawasan rawan bencana alam. (5) Penataan kawasan di Kawasan Lindung yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: a. taman hutan raya; b. kawasan rawan bencana alam; c. hutan lindung; d. hutan kota; e. kawasan pantai berhutan bakau; f. kawasan pengungsian satwa; g. kawasan resapan air; h. sempadan pantai; i. ruang terbuka hijau kota; dan j. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. (6) Penataan kawasan di Kawasan Lindung berupa: a. kawasan bergambut; b. sempadan sungai; c. kawasan sekitar danau atau waduk; dan d. kawasan sekitar mata air, dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, atau pemerintah daerah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya dan ketentuan peraturan perundang-undangan. (7) Penataan kawasan di Kawasan Budi Daya dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Koreksi Anda