Pasal I
Beberapa ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH Nomor 1 Tahun 1998 tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal diubah sebagai berikut :
1. Ketentuan Pasal 23 diubah, sehingga seluruhnya berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 23
(1) Mahkamah Pelayaran dipimpin oleh seorang Ketua.
(2) Untuk dapat diangkat sebagai Ketua Mahkamah Pelayaran, seorang calon harus :
a. memenuhi persyaratan sebagai Anggota Mahkamah Pelayaran;
b. memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan struktural sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil.”
2. Ketentuan Pasal 24 diubah, sehingga seluruhnya berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 24 Jumlah Anggota Mahkamah Pelayaran sebanyak-banyaknya 15 (lima belas) orang yang mempunyai kualifikasi pendidikan sebagai berikut :
a. Sarjana …
a. Sarjana Hukum;
b. Ahli Nautika Tingkat II;
c. Ahli Teknika Tingkat II;atau
d. Sarjana Teknik Perkapalan.”
3. Ketentuan Pasal 28 diubah, sehingga seluruhnya berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 28
(1) Untuk dapat diangkat menjadi Anggota Mahkamah Pelayaran, seorang calon harus memenuhi persyaratan :
a. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. setia kepada Pancasila dan UNDANG-UNDANG Dasar 1945;
c. memiliki masa kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil sekurang-kurangnya 12 (dua belas) tahun;
d. memiliki kualifikasi pendidikan sebagai Sarjana Hukum, Ahli Nautika Tingkat II, Ahli Teknika Tingkat II atau Sarjana Teknik Perkapalan.
(2) Bagi calon Anggota Mahkamah Pelayaran yang memiliki kualifikasi pendidikan sebagai Ahli Nautika Tingkat II atau Ahli Teknika Tingkat II, yang bersangkutan dipersyaratkan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan Kesyahbandaran Tingkat I dan Marine Inspector Tingkat A.”
4. Diantara …
4. Diantara Pasal 57 dan Pasal 58, disisipkan 1 (satu) Pasal baru yaitu Pasal 57 A yang berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 57 A
(1) Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diundangkannya PERATURAN PEMERINTAH ini, bagi Anggota Mahkamah Pelayaran yang mencapai batas usia pensiun 58 (lima puluh delapan) tahun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat diperpanjang batas usia pensiunnya sampai dengan mencapai 60 (enam puluh) tahun.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh sebagai Anggota Mahkamah Pelayaran sejak diundangkannya PERATURAN PEMERINTAH ini.”