Koreksi Pasal 22
PERPRES Nomor 83 Tahun 2020 | Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2020 tentang RENCANA ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH SELAT MAKASSAR
Teks Saat Ini
(1) Pelabuhan utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf a meliputi:
a. Pelabuhan Balikpapan di Kota Balikapapan Provinsi Kalimantan Timur;
b. Pelabuhan Pantoloan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah; dan
c. Pelabuhan Makassar di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
(2) Pelabuhan pengumpul sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf b meliputi:
a. Pelabuhan Sebuku di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kepulauan Kalimantan Selatan;
b. Pelabuhan Kota Baru di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kepulauan Kalimantan Selatan;
c. Pelabuhan Tana Paser/Pondong di Kabupaten Paser Provinsi Kepulauan Kalimantan Timur;
d. Pelabuhan Penajam Paser di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kepulauan Kalimantan Timur;
e. Pelabuhan Kuala Semboja/Sebulu di Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur;
f. Pelabuhan Samarinda di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur;
g. Pelabuhan Tanjung Santan di Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur;
h. Pelabuhan Tanjung Laut di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur;
i. Pelabuhan Lhok Tuan di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur;
j. Pelabuhan Sanggatta di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur;
k. Pelabuhan Maloy di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur;
l. Pelabuhan Toli-Toli di Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah;
m. Pelabuhan Wani di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah;
n. Pelabuhan Donggala di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah;
o. Pelabuhan Belang-Belang di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat;
p. Pelabuhan Mamuju di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat;
q. Pelabuhan Pare-Pare di Kota Pare-Pare Provinsi Sulawesi Selatan; dan
r. Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan.
(3) Pelabuhan pengumpan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf c meliputi pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal.
(4) Pelabuhan pengumpan regional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi:
a. Pelabuhan Serongga di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan;
b. Pelabuhan Tanjung Batu di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan;
c. Pelabuhan Sangkurilang di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur;
d. Pelabuhan Ogoamas di Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah;
e. Pelabuhan Pasang Kayu di Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat;
f. Pelabuhan Palipi di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat;
g. Pelabuhan Majene di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat;
h. Pelabuhan Tanjung Silopo/Polewali di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat;
i. Pelabuhan Awerange di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan; dan
j. Pelabuhan Biringkasi di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan.
(5) Pelabuhan pengumpan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b meliputi:
a. Pelabuhan Lanoni/Teluk Malala di Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah;
b. Pelabuhan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat;
c. Pelabuhan Ambo di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat;
d. Pelabuhan Poopongan di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat;
e. Pelabuhan Marabombang di Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan; dan
f. Pelabuhan P. Sabutung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan.
(6) Pelabuhan pengumpan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Koreksi Anda
