Langsung ke konten utama
Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 13

PERPRES Nomor 77 Tahun 2014 | Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2014 tentang RENCANA TATA RUANG KEPULAUAN MALUKU

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Strategi operasionalisasi perwujudan sistem perkotaan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a meliputi: a. mengembangkan dan/atau meningkatkan fungsi PKN, PKW, dan PKSN sebagai: 1. pusat industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan bernilai tambah tinggi dan berdaya saing; 2. pusat jasa perikanan dan kelautan; 3. pusat pengembangan perikanan dan kelautan berbasis riset pengembangan kelautan dan Pulau Kecil; 4. pusat industri pengolahan hasil perkebunan; 5. pusat pengembangan pertambangan mineral; 6. pusat industri pengolahan hasil pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai; 7. pusat pengembangan pariwisata berbasis ekowisata, wisata budaya dan wisata bahari; dan 8. pusat pengembangan industri perkapalan dan jasa maritim untuk mendukung sistem transportasi, pertahanan dan keamanan negara, serta perikanan dan kelautan; b. mengembangkan PKN, PKW, dan PKSN sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau; c. mengembangkan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi bencana; www.djpp.kemenkumham.go.id d. mengembangkan PKN, PKW, dan PKSN yang menjadi Pintu Jamak; e. mengembangkan dan meningkatkan fungsi PKSN sebagai pusat pengembangan ekonomi, pintu gerbang internasional, simpul transportasi, serta pusat promosi dan pemasaran ke negara yang berbatasan; f. mengembangkan prasarana dan sarana perkotaan untuk mendukung kegiatan industri pengolahan serta perdagangan dan jasa; g. mengendalikan perkembangan fisik PKN, PKW, dan PKSN di Pulau Kecil sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup; dan h. mengembangkan jaringan lalu lintas dan angkutan jalan yang handal untuk melayani PKN, PKW, dan PKSN. (2) Pengembangan dan/atau peningkatan fungsi PKN, PKW, dan PKSN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebagai: a. pusat industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan bernilai tambah tinggi dan berdaya saing dilakukan di PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Wahai, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba; b. pusat jasa perikanan dan kelautan dilakukan di PKN Ternate- Sofifi, PKW Masohi, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Wahai, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba; c. pusat pengembangan perikanan dan kelautan berbasis riset pengembangan kelautan dan Pulau Kecil dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Tobelo, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba; d. pusat industri pengolahan hasil perkebunan dilakukan di PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Tidore, PKW Labuha, PKW Sanana, dan PKSN Saumlaki; e. pusat pengembangan pertambangan mineral dilakukan di PKW Masohi, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Tidore, PKW Tobelo, dan PKW Labuha; f. pusat industri pengolahan hasil pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai dilakukan di PKSN Saumlaki; www.djpp.kemenkumham.go.id g. pusat pengembangan pariwisata berbasis ekowisata, wisata budaya, dan wisata bahari dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Tidore, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, dan PKSN Dobo; dan h. pusat pengembangan industri perkapalan dan jasa maritim untuk mendukung sistem transportasi, pertahanan dan keamanan negara, serta perikanan dan kelautan dilakukan di PKW Tual-Langgur, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, dan PKSN Dobo. (3) Pengembangan PKN, PKW, dan PKSN sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. PKN Ambon yang berada di Kota Ambon sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease; b. PKN Ternate-Sofifi yang berada di Kota Ternate dan PKW Tidore yang berada di Kota Tidore Kepulauan sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Ternate-Tidore; c. PKW Masohi yang berada di Kabupaten Maluku Tengah sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Seram Selatan; d. PKW Werinama dan PKW Bula yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Seram Timur; e. PKW Kairatu yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Seram Barat; f. PKW Tual-Langgur yang berada di Kota Tual dan Kota Langgur sebagai pusat pertumbuhan Gugus Kepulauan Kei; g. PKW Namlea yang berada di Kabupaten Buru sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Buru; h. PKW Wahai yang berada di Kabupaten Maluku Tengah sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Seram Utara; i. PKW Tobelo yang berada di Kabupaten Halmahera Utara sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Halmahera Utara; j. PKW Labuha yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Halmahera Selatan; k. PKW Sanana yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula sebagai pusat pertumbuhan Gugus Kepulauan Sula Bagian Barat dan Gugus Kepulauan Sula Bagian Timur; www.djpp.kemenkumham.go.id l. PKSN Saumlaki yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai pusat pertumbuhan Gugus Kepulauan Tanimbar; m. PKSN Ilwaki yang berada di Kabupaten Maluku Barat Daya sebagai pusat pertumbuhan Gugus Kepulauan Babar dan Gugus Kepulauan Terselatan; n. PKSN Dobo yang berada di Kabupaten Kepulauan Aru sebagai pusat pertumbuhan Gugus Kepulauan Aru; dan o. PKSN Daruba yang berada di Kabupaten Pulau Morotai sebagai pusat pertumbuhan Gugus Pulau Morotai. (4) Pengembangan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi: a. pengembangan PKN dan PKW berbasis mitigasi dan adaptasi bencana tanah longsor dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate- Sofifi, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Bula, PKW Tidore, PKW Tobelo, dan PKW Labuha; b. pengembangan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi bencana banjir dilakukan di PKN Ambon, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Namlea, PKW Bula, dan PKSN Saumlaki; c. pengembangan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi gelombang pasang dilakukan di PKN Ambon, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Bula, PKW Tidore, PKW Tobelo, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, dan PKSN Dobo; d. pengembangan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi bencana letusan gunung berapi dilakukan di PKN Ternate-Sofifi dan PKW Tobelo; e. pengembangan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi bencana gempa bumi dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Bula, PKW Tidore, PKW Tobelo, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba; dan f. pengembangan PKN, PKW, dan PKSN berbasis mitigasi dan adaptasi bencana tsunami dilakukan di PKN Ambon, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Bula, PKW Tidore, PKW Tobelo, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, dan PKSN Dobo. www.djpp.kemenkumham.go.id (5) Pengembangan PKN, PKW, dan PKSN yang menjadi Pintu Jamak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Tobelo, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba; (6) Pengembangan dan peningkatan fungsi PKSN sebagai pusat pengembangan ekonomi, pintu gerbang internasional, simpul transportasi, serta pusat promosi dan pemasaran ke negara yang berbatasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dilakukan di PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba. (7) Pengembangan prasarana dan sarana perkotaan untuk mendukung kegiatan industri pengolahan serta perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Bula, PKW Tidore, PKW Tobelo, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba. (8) Pengendalian perkembangan fisik PKN, PKW, dan PKSN di Pulau Kecil sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Tual-Langgur, PKW Tidore, PKW Sanana, PKSN Ilwaki, dan PKSN Dobo. (9) Pengembangan jaringan lalu lintas dan angkutan jalan yang handal untuk melayani PKN, PKW, dan PKSN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h dilakukan di PKN Ambon, PKN Ternate-Sofifi, PKW Masohi, PKW Werinama, PKW Kairatu, PKW Tual-Langgur, PKW Namlea, PKW Wahai, PKW Bula, PKW Tidore, PKW Tobelo, PKW Labuha, PKW Sanana, PKSN Saumlaki, PKSN Ilwaki, PKSN Dobo, dan PKSN Daruba. (10) Strategi operasionalisasi perwujudan sistem perkotaan nasional di Kepulauan Maluku secara lebih rinci tercantum dalam Lampiran I.A yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PRESIDEN ini.
Koreksi Anda