Langsung ke konten utama
Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 21

PERPRES Nomor 5 Tahun 2023 | Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2023 tentang RENCANA DETAIL, TATA RUANG KAWASAN PERBATASAN NEGARA PADA PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL ATAMBUA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Zona HL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 huruf a merupakan bagian dari kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, dan memelihara kesuburan tanah. l2l Zona HL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut: a. kawasan hutan dengan faktor kelas lereng, jenis tanah, dan intensitas hujan setelah masing-masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai lebih besar dari 175 (seratus tujuh puluh lima); b. kawasan hutan yang mempunyai lereng lapangan 4Ooh (empat puluh persen) atau lebih; c. kawasan hutan yang berada pada ketinggian 2.000 (dua ribu) meter atau lebih di atas permukaan air laut; d.kawasan... d. kawasan hutan yang mempunyai tanah sangat peka terhadap erosi dengan lereng lapangan lebih dari 15% (lima belas persen); dan/atau e. kawasan hutan yang merupakan daerah resapan air. (3) Luas Zona HL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar 345,29 (tiga ratus empat puluh lima koma dua sembilan) hektare. (4) Zona HL sebagaimana dimaksud pada ayat (U ditetapkan di Blok II.C. 1, Blok ll.C.2, Blok tI.C.s, Blok II.C.6, Blok ll.C.7, Blok II.C.11, dan Blok Il.C.t2. (5) Delineasi batas fungsi kawasan hutan mengacu kepada peta batas kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. (6) Dalam hal kawasan hutan belum ditetapkan, delineasi batas mengacu kepada peta penunjukan kawasan hutan yang termutakhir. l7l Pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar sektor kehutanan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. (8) Ketentuan mengen ai 7.ona HL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal22 (1) 7.ona PS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 huruf b merupakan bagian dari kawasan lindung yang diperuntukkan bagi kegiatan pemanfaatan lahan yang menjunjung tinggi nilai luhur dalam tata kehidupan Masyarakat untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari, serta dapat menjaga kelestarian jumlah, kualitas penyediaan tata air, kelancaran, ketertiban pengaturan, dan pemanfaatan air dari sumber- sumber air. (21Zona PS. .. FRESTDEN ITEPUBUK INDONESIA (21 Zona PS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa sempadan sungai dan sempadan embung. (3) Zona PS sebagaimana dimaksud pada ayat (21 ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut: a. sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan ditentukan paling sedikit berjarak 3 (tiga) meter dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai; b. sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan terdiri atas: 1. paling sedikit bedarak 10 (sepuluh) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 (tiea) meter; 2. paling sedikit berjarak 15 (lima belas) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai lebih dari 3 (tiga) meter sampai dengan 20 (dua puluh) meter; atau 3. paling sedikit berjarak 30 (tiga puluh) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai lebih dan 20 (dua puluh) meter; c. sempadan embung merupakan luasan lahan yang mengelilingi embung berjarak 25 (dua puluh lima) meter dari tepi muka air tertinggi yang pernah terjadi. (4) Luas Zona PS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar 542,03 (lima ratus empat puluh dua koma nol tiga) hektare. (517,ona PS. . . (s) REPUBL|K INDONESIA Zona PS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan di daratan sepanjang tepian Blok II.A.1, Blok II.A.4, Blok II.A.5, Blok ll.A.7, Blok II.A.9, Blok II.A.10, Blok II.A.11, Blok ll.A.l2, Blok II.A.16, Blok II.A.19, Blok II.A.23, Blok ll.B.2, Blok II.B.9, Blok II.B.10, Blok II.8.11, Blok II.8.12, Blok II.8.13, Blok II.8.14, Blok II.B.15, Blok II.8.17, Blok II.8.19, Blok 11.8.21, Blok 11.8.22, Blok 11.8.23, Blok 11.8.24, Blok II.Ei.2S, Blok II.C.1, Blok II.C.3, Blok ll.C.4, Blok II.C.S, Blok II.C.6, Blok ll.C.7, Blok II.C.8, Blok II.C.9, Blok II.C.10, Blok II.C.11, Blok ll.C.l2, Blok tI.D.4, Blok II.D.8, Blok II.E.3, Blok II.F.3, Blok II.F.4, dan Blok II.F.S. (6) Ketentuan mengenai Zona PS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.
Koreksi Anda