Koreksi Pasal 22
PERPRES Nomor 29 Tahun 2023 | Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2023 tentang RENCANA ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH LAUT FLORES
Teks Saat Ini
(1) Tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2l ayat (21 huruf a berupa Pelabuhan Laut.
(21 Pelabuhan Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. Pelabuhan Selayar/Benteng/Rauf Rahman di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
b. Pelabuhan Jampea di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
SK No l7122l A
c.Pelabuhan...
c. Pelabuhan P. Bonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
d. Pelabuhan Appatana di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
e. Pelabuhan Bangkala di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
f. Pelabuhan P. Batang Mata di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
g. Pelabuhan P. Bembe/Tanamalala di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
h. Pelabuhan P. Biropa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
i. Pelabuhan P. Bone Lohe di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
j. Pelabuhan P. Kalao di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
k. Pelabuhan Kalaotoa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
1. Pelabuhan P. Komba-Komba di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
m. Pelabuhan P. Padang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
n. Pelabuhan P. Tambolongan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
o. Pelabuhan P. Madu di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
p. Pelabuhan Bulukumba/Lappe'e di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan;
q. Pelabuhan Jeneponto/Bunging di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan;
r. Pelabuhan Tarowang di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan;
s. Pelabuhan Bantaeng/Bonthain di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan;
t.Pelabuhan...
t. Pelabuhan P. Sapuka di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan;
u. Pelabuhan Kilo di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
v. Pelabuhan Kempo di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
w. Pelabuhan Calabai di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
x. Pelabuhan Satonda di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Bara!
y. Pelabuhan Bima di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
z. Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
aa. Pelabuhan Akik Bari di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
bb. Pelabuhan Jambu di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
cc. Pelabuhan Rrlau Moyo di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
dd. Pelabuhan Teluk Santong di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
ee. Pelabuhan Maumere/Lorens Say di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
ff. Pelabuhan Palue di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
gg. Pelabuhan R.rlau Besar di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
hh. Pelabuhan Pemana di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
ii. Pelabuhan Sukun di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
ii. Pelabuhan Marapokot di Kabupaten Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
kk.Pelabuhan...
SK No l71219 A
FEPUtsLIK INDONESTA
kk. Pelabuhan Kewapante di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
ll. Pelabuhan Waidoko di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
mm. Pelabuhan Waiklibang di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
nn. Pelabuhan Robek di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
oo. Pelabuhan Nanga Baras di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
pp. Pelabuhan Pota di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
qq. Pelabuhan Ropa di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
rr. Terminal Multipurpose Labuhan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
ss. Pelabuhan Maurole di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur; dan tt. Pelabuhan Riung di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
(3) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan pemndang-undangan yang menjadi acuan dalam tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan Pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
Koreksi Anda
