Koreksi Pasal 16
PERMEN Nomor 12-permentan-ot-140-2-2009 Tahun 2009 | Peraturan Menteri Nomor 12-permentan-ot-140-2-2009 Tahun 2009 tentang PERSYARATAN DAN TATA CARA TINDAKAN KARANTINA TUMBUHAN TERHADAP PEMASUKAN KEMASAN KAYU KE DALAM WILAYAH NEGARAREPUBLIK INDONESIA
Teks Saat Ini
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 September 2009.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Pertanian ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Februari 2009 MENTERI PERTANIAN,
ANTON APRIYANTONO
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 5 Maret 2009 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
ANDI MATTALATTA
Lampiran I
Peraturan Menteri Pertanian
Nomor : 12/Permentan/OT.140/2/2009
Tanggal : 9 Februari 2009
JENIS PERLAKUAN DAN MARKA (MARKING) PADA KEMASAN KAYU
I. Jenis Perlakuan
1. Pemanasan :
Pemanasan harus dilakukan sehingga temperatur inti kayu (wood core temperature) mencapai serendah-rendahnya 560 C selama sekurang-kurangnya 30 menit.
2. Fumigasi :
Standar perlakuan fumigasi untuk kemasan kayu menggunakan metil bromide (CH3Br) dengan ketentuan seperti tercantum pada tabel di bawah ini :
Konsentrasi minimum (gr/m3) pada waktu (CT) Temperatur Dosis (gr/m3) 2 jam 4 jam 12 jam 24 jam 210C 48 36 31 28 24 160C 56 42 36 32 28 100C 64 48 42 36 32
II. Marka (Marking)
XX – 000 : Kode identitas negara YY – : Jenis perlakuan (HT untuk pemanasan atau MB untuk fumigasi dengan metil bromide) DB : Debarking
MENTERI PERTANIAN,
ANTON APRIYANTONO
Lampiran II Peraturan Menteri Pertanian
Nomor : 12/Permentan/OT.140/2/2009
Tanggal : 9 Fenruari 2009
LAPORAN PEMASUKAN KEMASAN KAYU Nomor :…………………………………... Tanggal :……………………..
Kepada Yth. :
Kepala Balai Besar/Balai/Stasiun*) Karantina Pertanian di …………………….
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : …………………………………………………………………...……………………………….
Alamat : …………………………………………………………………………………………………….
Sebagai pemilik/agen yang diberi kuasa oleh dan untuk bertindak atas nama pemilik*), bersama ini melaporkan pemasukan kemasan kayu seperti tersebut di bawah ini untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan :
1. Jenis Kemasan kayu : ………………………………………………………………………………….
2. Jumlah Kemasan Kayu : ………………………..…………………...........……………..……………
3. Komoditi yang dikemas : ………………………………………………..…………………………….
4. Jumlah dan Nomor Peti Kemas**): ……………………………………………………….…………..
5. Nama dan Alamat Pengirim: …………………....………………………………………….………… ……………………………………………………………………………………………………………
6. Nama dan Alamat Penerima: ………………..………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………
7. Negara dan Pelabuhan Asal / transit: …………………………………………………….………….
8. Negara dan Pelabuhan Tujuan: …………………………..……………………………..…………..
9. Lokasi Kemasan Kayu: …………………………..……………………………………….…………..
10. Jenis dan Nama Alat Angkut :…………………………………………………………….…………
11. Tanggal tiba: …………………………………………………………….……….........……………..
12. Dokumen yang menyertai ………….. …………………………………………………………… ..
Keterangan yang saya berikan tersebut di atas adalah benar.
a. Saya bersedia menanggung segala akibat dan biaya yang timbul apabila terhadap kemasan kayu tersebut dikenakan tindakan karantina.
b. Saya tidak akan menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun kepada Pemerintah RI cq.
Badan Karantina Pertanian atas segala akibat dari tindakan karantina yang dikenakan terhadap kemasan kayu tersebut di atas.
Pemilik/Agen*),
(Nama Lengkap) *) Coret yang tidak perlu **) Diisi bila perlu dan/atau memungkinkan.
MENTERI PERTANIAN,
ANTON APRIYANTONO
Lampiran III Peraturan Menteri Pertanian
Nomor : 12/Permentan/OT.140/2/2009
Tanggal : 9 Februari 2009
DAFTAR ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN KARANTINA PADA KEMASAN KAYU
Daftar opt pada bahan kemasan yang merupakan sasaran tindakan perlakuan HT dan MB :
I. Serangga ; Famili;
Anobiidae Bostrichidae Buprestidae Cerambycidae Curculionidae Isoptera Lyctidae (dengan kekecualian perlakuan HT) Platypodidae Oedemeridae Scolytidae Siricidae
II. Nematoda : Bursaphelenchus xylophilus
MENTERI PERTANIAN,
ANTON APRIYANTONO
Lampiran IV Peraturan Menteri Pertanian
Nomor : 12/Permantan/OT.140/2/2009
Tanggal : 9 Februari 2009
DEPARTEMEN PERTANIAN BADAN KARANTINA PERTANIAN
SERTIFIKAT PELEPASAN KEMASAN KAYU DARI LUAR NEGERI
Nomor :…………………………………... Tanggal :……………………..
Berdasarkan UNDANG-UNDANG Nomor 16 Tahun 1992 dan hasil tindakan karantina tumbuhan, ternyata kemasan kayu tersebut di bawah ini:
1. Jenis Kemasan kayu : ………………………………………………………………………………….
2. Jumlah Kemasan Kayu : ………………………..…………………...........……………..……………
3. Komoditi yang dikemas : ………………………………………………..…………………………….
4. Jumlah dan Nomor Peti Kemas**): ……………………………………………………….…………..
5. Nama dan Alamat Pengirim: …………………....………………………………………….………… ……………………………………………………………………………………………………………
6. Nama dan Alamat Penerima: ………………..………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………
7. Negara dan Pelabuhan Asal / transit: …………………………………………………….………….
8. Negara dan Pelabuhan Tujuan: …………………………..……………………………..…………..
9. Lokasi Kemasan Kayu: …………………………..……………………………………….…………..
10. Jenis dan Nama Alat Angkut :…………………………………………………………….…………
11. Tanggal tiba: …………………………………………………………….……….........……………..
12. Dokumen yang menyertai ………….. …………………………………………………………… ..
telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan bagi pemasukannya ke dalam wilayah Negara Republik INDONESIA serta bebas/dapat dibebaskan**) dari organisme pengganggu tumbuhan karantina dan/atau organisme pengganggu tumbuhan penting**) sehingga DAPAT DILALULINTAS-BEBASKAN DI DALAM WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
Diterbitkan di : .......................................
Pada tanggal : .......................................
Petugas Karantina Tumbuhan.
POPT ....................................................
(........................................) NIP....................................
*) Diisi bila memungkinkan.
**) Coret yang tidak perlu.
MENTERI PERTANIAN,
ANTON APRIYANTONO
Koreksi Anda
