Koreksi Pasal 41
PERMEN Nomor 05-permentan-ot-140-2-2012 Tahun 2012 | Peraturan Menteri Nomor 05-permentan-ot-140-2-2012 Tahun 2012 tentang PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BENIH HORTIKULTURA
Teks Saat Ini
(1) Pengawasan di tempat pengeluaran terhadap penggunaan izin pengeluaran benih tanaman dilakukan oleh Petugas Karantina Tumbuhan.
(2) Pelaksanaan pengawasan perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilakukan secara bersamaan dengan tindakan karantina tumbuhan.
(3) Pemeriksaan perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dilakukan untuk mengetahui kelengkapan, keabsahan dan kebenaran isi dokumen.
(4) Keabsahan izin pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi:
a. kesesuaian dengan formulir yang sudah ditetapkan;
b. diterbitkan oleh Direktur Jenderal dalam bentuk Keputusan Menteri Pertanian;
c. kuota belum terpenuhi; dan
d. masa berlaku izin pengeluaran belum habis.
(5) Kebenaran izin pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) antara lain meliputi:
a. tempat pengeluaran benih; dan
b. jenis dan varietas yang dikeluarkan.
(6) Apabila dari hasil pemeriksaan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terbukti:
a. belum disertai izin pengeluaran terhadap benih dilakukan tindakan penahanan dan kepada pemilik atau kuasanya diberikan waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja setelah diterima surat penahanan harus menyerahkan izin pengeluaran;
b. izin pengeluaran tidak sah dan/atau tidak benar, maka dilakukan tindakan penolakan;
c. izin pengeluaran dan dokumen persyaratan lainnya sah dan benar, maka dilakukan tindakan pemeriksaan kesehatan dan tindakan karantina tumbuhan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan di bidang perkarantinaan.
(7) Apabila dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a izin pengeluaran yang dipersyaratkan belum atau tidak dapat dipenuhi, maka dilakukan tindakan penolakan.
(8) Apabila jumlah benih yang dikeluarkan lebih besar dari kuota sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf c maka kelebihannya dilakukan tindakan penolakan.
(9) Apabila dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja pemilik atau kuasanya setelah menerima surat penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf b, ayat (7) dan ayat (8) tidak segera membawa benih keluar dari tempat pengeluaran dilakukan tindakan pemusnahan.
Koreksi Anda
