Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 26

PERMEN Nomor 05-permentan-ot-140-2-2012 Tahun 2012 | Peraturan Menteri Nomor 05-permentan-ot-140-2-2012 Tahun 2012 tentang PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BENIH HORTIKULTURA

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Pengawasan pelaksanaan izin pemasukan benih di tempat pemasukan dilaksanakan oleh Petugas Karantina Tumbuhan. (2) Pelaksanaan pengawasan perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bersamaan dengan tindakan karantina tumbuhan. (3) Pemeriksaan perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan untuk mengetahui kelengkapan, keabsahan dan kebenaran isi dokumen. (4) Keabsahan izin pemasukan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi: a. kesesuaian dengan formulir yang sudah ditetapkan; b. diterbitkan oleh Direktur Jenderal dalam bentuk Keputusan Menteri Pertanian; c. kuota belum terpenuhi; dan d. masa berlaku izin pemasukan belum habis. (5) Kebenaran izin pemasukan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) antara lain meliputi: a. tempat pemasukan benih; dan b. jenis dan varietas yang dimasukan. (6) Apabila dari hasil pemeriksaan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terbukti: a. belum disertai izin pemasukan terhadap benih dilakukan tindakan penahanan dan kepada pemilik atau kuasanya diberikan waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja setelah diterima surat penahanan harus menyerahkan izin pemasukan; b. izin pemasukan tidak sah dan/atau tidak benar, maka dilakukan tindakan penolakan; c. izin pemasukan dan dokumen persyaratan lainnya sah dan benar, maka dilakukan tindakan pemeriksaan kesehatan dan tindakan karantina tumbuhan lainnya sesuai peraturan perundang- undangan di bidang perkarantinaan. (7) Apabila dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a izin pemasukan yang dipersyaratkan belum atau tidak dapat dipenuhi, maka dilakukan tindakan penolakan. (8) Apabila jumlah benih yang dimasukan lebih besar dari kuota sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf c maka kelebihannya dilakukan tindakan penolakan. (9) Apabila dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja pemilik atau kuasanya setelah menerima surat penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a, ayat (7) dan ayat (8) tidak segera membawa benih keluar dari wilayah negara Republik INDONESIA, maka dilakukan tindakan pemusnahan.
Koreksi Anda