Koreksi Pasal 15
PERMEN Nomor 8 Tahun 2010 | Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2010 tentang TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
Teks Saat Ini
(1) Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan arsip di lingkungan Kementerian dengan cara
a. memindahkan arsip inaktif dari unit pengolah/UKS kepada UKK secara berkala berdasarkan JRA;
b. memusnahkan arsip yang tidak memiliki nilai guna sesuai ketentuan yang berlaku;
c. menyerahkan arsip statis dari Kementerian/UKK kepada ANRI.
(2) Setiap unit kerja/satuan kerja u.p. UKS di lingkungan Kementerian wajib menyerahkan arsip inaktif yang sudah tidak dipergunakan lagi kepada UKK secara berkala berdasarkan JRA sebagaimana flowchart penyusutan arsip pada Lampiran 7-b yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan Peratuan Menteri ini.
(3) Arsip yang sudah mencapai masa statis, yang memiliki nilai guna kesejarahan yang berketerangan permanen dan telah diverifikasi oleh ANRI yang terdapat pada Kementerian u.p. UKK, wajib diserahkan kepada ANRI.
(4) Pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dapat dilakukan terhadap arsip yang
a. tidak memiliki nilai guna;
b. telah habis retensinya dan berketerangan musnah berdasarkan JRA;
c. tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang; dan
d. tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara.
(5) Pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dilakukan dengan ijin tertulis dari
a. Menteri, BPK dan ANRI untuk arsip keuangan;
b. Menteri, BKN dan ANRI untuk arsip kepegawaian;
c. Menteri untuk arsip lainnya/non keuangan dan non kepegawaian.
(6) JRA yang akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian akan ditetapkan dengan pedoman tersendiri.
(7) Tata cara penyusutan arsip sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), sampai dengan ayat (5) adalah terlampir dalam Lampiran 6 yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.
(8) Dalam pelaksanaan kegiatan penyusutan arsip menggunakan formulir
a. berita acara pemindahan arsip inaktif dan daftar arsip inaktif;
b. berita acara pemusnahaan arsip dan daftar arsip yang dimusnahkan;
c. berita acara penyerahan arsip statis dan daftar arsip statis yang diserahkan.
(9) Formulir yang digunakan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) adalah terlampir pada Lampiran 7-c,7-d,7-e,7-f,7-g, dan 7-h yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.
Koreksi Anda
