Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 8

PERMEN Nomor 48-prt-m-2015 Tahun 2015 | Peraturan Menteri Nomor 48-prt-m-2015 Tahun 2015 tentang SKEMA SELISIH ANGSURAN KREDITPEMBIAYAAN PEMILIKAN RUMAH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN PENADAPATAN BADAN LAYANAN UMUM PUSAT PENGELOLAAN DANA PEMBIAYAAN PERUMAHAN

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Batasan harga rumah tapak yang dibeli melalui KPR Selisih Angsuran Syariah Tapak dikelompokkan berdasarkan wilayah. (2) Pengelompokan batasan harga rumah sejahtera tapak berdasarkan wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan Keputusan Menteri yang mengatur batasan harga jual rumah yang dapat diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah sejahtera. (3) KPR Selisih Angsuran Syariah Tapak diberikan kepada kelompok sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dengan ketentuan: a. nilai pembiayaan paling banyak sebesar harga jual rumah sejahtera tapak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikurangi dengan nilai uang muka yang ditetapkan oleh Bank Pelaksana; b. marjin atau sewa pembiayaan paling tinggi BI rate bulan berjalan ditambah 5% (lima perseratus) yang dituangkan dalam PKO antara Bank Pelaksana dengan PPDPP; c. Dalam hal marjin atau sewa sebagaimana dimaksud dalam huruf b lebih tinggi dari marjin atau sewa pembiayaan non subsidi yang berlaku pada Bank Pelaksana, maka Marjin atau sewa KPR selisih angsuran syariah tapak menggunakan Marjin atau sewa pembiayaan non subsidi periode berjalan (outstanding) yang berlaku pada Bank Pelaksana; d. marjin atau sewa pembiayaan yang dibayar nasabah sebesar 5% (lima perseratus) per tahun; e. marjin atau sewa pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam huruf d sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi pembiayaan; f. marjin atau sewa pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam huruf c bersifat tetap selama jangka waktu pembiayaan (fixed rate mortgage) dengan nilai angsuran sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Bank Pelaksana; g. jangka waktu pembiayaan disepakati oleh bank pelaksana dan kelompok sasaran KPR Selisih Angsuran Syariah Tapak yang disesuaikan dengan kemampuan membayar angsuran oleh kelompok sasaran KPR Selisih Angsuran Syariah Tapak atau paling lama 20 (dua puluh) tahun; dan h. biaya selisih angsuran yang dibayar pemerintah kepada bank pelaksana sebesar selisih marjin atau sewa KPR paling tinggi sebagaimana dimaksud dalam huruf c dengan Marjin atau sewa KPR yang dibayar debitur sebagaimana dimaksud dalam huruf d dan dapat dicatat sebagai pendapatan Bank Pelaksana.
Koreksi Anda