Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2011 tentang PERUBAHAN KEPUTUSAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SK.06/A/OT/VI/2004/01 TAHUN 2004 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI
PERMEN Nomor 5 Tahun 2011
Konten ini bukan nasihat hukum. Selalu rujuk sumber resmi untuk kepastian hukum.
Beberapa ketentuan dalam Lampiran I dan II Keputusan Menteri Luar Negeri Republik INDONESIA Nomor: SK.06/A/OT/VI/2004/01 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Republik INDONESIA di Luar Negeri diubah sebagai berikut:
1. Ketentuan Lampiran IA angka 49 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
A. PERWAKILAN DIPLOMATIK NO TEMPAT KEDUDUKAN WILAYAH AKREDITASI/RANGKAPAN INDEKS PERWAKILAN
49. Madrid Kerajaan Spanyol dan UNWTO (United Nations World Tourism Organization) 2,88
2. Ketentuan Lampiran IA angka 58 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
A. PERWAKILAN DIPLOMATIK NO TEMPAT KEDUDUKAN WILAYAH AKREDITASI/RANGKAPAN INDEKS PERWAKILAN
58. Paris Republik Perancis, Andorra, Keharyapatihan Monaco, dan UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) 3,69
3. Ketentuan Pasal 1 lampiran II-49 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
“Pasal 1 Kedutaan Besar Republik INDONESIA yang berkedudukan di Madrid adalah Perwakilan Diplomatik Republik INDONESIA yang dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, yang bertanggung jawab kepada PRESIDEN melalui Menteri Luar Negeri, dengan wilayah akreditasi Kerajaan Spanyol merangkap UNWTO (United Nations World Tourism Organization).”
4. Ketentuan Pasal 2 ayat (1) lampiran II-49 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
“Pasal 2
(1) Tugas pokok Kedutaan Besar Republik INDONESIA di Madrid adalah melaksanakan hubungan diplomatik dan memperjuangkan kepentingan nasional Negara Kesatuan Republik INDONESIA, melindungi Warga Negara Republik INDONESIA, dan Badan Hukum INDONESIA di wilayah akreditasi Kerajaan Spanyol merangkap UNWTO (United Nations World Tourism Organization), sesuai dengan kebijakan pemerintah yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.
5. Ketentuan Pasal 3 lampiran II-49 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
“Pasal 3
Pasal II
Peraturan Menteri Luar Negeri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Luar Negeri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2011 MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA,
R.M. MARTY M. NATALEGAWA
Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 16 Juni 2011 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
PATRIALIS AKBAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 350
Berdasarkan kepentingan nasional, bobot misi, kegiatan, intensitas, dan derajat hubungan INDONESIA dengan Kerajaan Spanyol dan UNWTO (United Nations World Tourism Organization), serta Indeks Perwakilan sebagaimana tersebut dalam
, Kedutaan Besar Republik INDONESIA di Madrid terdiri dari:
A. Unsur Pimpinan:
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.
B. Unsur Pelaksana:
1. Minister Counsellor;
2. Counsellor;
3. Sekretaris I;
4. Sekretaris II;
5. Sekretaris III;
6. Sekretaris III;
7. Atase Pertahanan;
8. Atase Perdagangan.
C. Unsur Penunjang:
1. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan;
2. Petugas Komunikasi.”
6. Ketentuan
Kedutaan Besar Republik INDONESIA yang berkedudukan di Paris adalah Perwakilan Diplomatik Republik INDONESIA yang dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, yang bertanggung jawab kepada PRESIDEN melalui Menteri Luar Negeri, dengan wilayah akreditasi Republik Perancis merangkap Andorra, Keharyapatihan Monaco dan UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization).”
7. Ketentuan
(1) Tugas pokok Kedutaan Besar Republik INDONESIA di Paris adalah melaksanakan hubungan diplomatik dan memperjuangkan kepentingan nasional Negara Kesatuan Republik INDONESIA, melindungi Warga Negara Republik INDONESIA, dan Badan Hukum INDONESIA di wilayah akreditasi Republik Perancis, merangkap Andorra, Keharyapatihan Monaco, dan UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization), sesuai dengan kebijakan pemerintah yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
8. Ketentuan
Berdasarkan kepentingan nasional, bobot misi, kegiatan, intensitas, dan derajat hubungan INDONESIA dengan Republik Perancis, Andorra, Keharyapatihan Monaco dan UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) serta Indeks Perwakilan sebagaimana tersebut dalam
, Kedutaan Besar Republik INDONESIA di Paris terdiri dari:
A. Unsur Pimpinan:
1. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP)/Delegasi Tetap (Permanent Delegate) RI untuk UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization);
2. Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI (Alternate Permanent Delegate) untuk United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO);
3. Wakil Kepala Perwakilan.
B. Unsur Pelaksana:
1. Minister Counsellor;
2. Minister Counsellor;
3. Minister Counsellor;
4. Sekretaris I;
5. Sekretaris I;
6. Sekretaris II;
7. Sekretaris II;
8. Sekretaris III;
9. Sekretaris III;
10. Atase Pertahanan;
11. Atase Perdagangan;
12. Atase Pendidikan.
C. Unsur Penunjang:
1. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan;
2. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan;
3. Petugas Komunikasi”.
9. Diantara
Dalam hal Duta Besar LBBP berhalangan sementara untuk menjalankan tugasnya sebagai Kepala Perwakilan, maka tugas pokok dan fungsi Kepala Perwakilan didelegasikan kepada:
a. Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) terkait tugas dan fungsi Kedutaan Besar Republik INDONESIA di Paris untuk UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization);
b. Wakil Kepala Perwakilan, terkait tugas dan fungsi Kedutaan Besar Republik INDONESIA di Paris untuk Republik Perancis merangkap Andorra dan Keharyapatihan Monaco.”