Koreksi Pasal 23
PERMEN Nomor 20 Tahun 2015 | Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2015 tentang TATA CARA DAN PROSEDUR PENGHARMONISASIAN, PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Teks Saat Ini
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2015 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, YASONNA H. LAOLY Diundangkan di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 2015 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, YASONNA H. LAOLY
LAMPIRAN II:
PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA DAN PROSEDUR PENGHARMONISASIAN, PEMBULATAN, DAN PEMANTAPAN KONSEPSI RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN FORMAT RANCANGAN UNDANG-UNDANG, RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH, DAN RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN A. RANCANGAN UNDANG-UNDANG
1.Rancangan UNDANG-UNDANG
2.Rancangan UNDANG-UNDANG Perubahan
3.Rancangan UNDANG-UNDANG Pencabutan 1) Rancangan UNDANG-UNDANG Pencabutan (bagi Rancangan UNDANG-UNDANG yang sudah berlaku) 2) Rancangan UNDANG-UNDANG Pencabutan (bagi Rancangan UNDANG-UNDANG yang sudah diundangkan tetapi belum berlaku)
4.Rancangan UNDANG-UNDANG Pengesahan Perjanjian Internasional 1) Rancangan UNDANG-UNDANG Pengesahan Perjanjian Internasional (bahasa INDONESIA digunakan dalam salah satu teks resmi) 2) Rancangan UNDANG-UNDANG Pengesahan Perjanjian Internasional (bahasa INDONESIA tidak digunakan dalam teks resmi) B. RANCANGAN UNDANG-UNDANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG MENJADI UNDANG-UNDANG
1.Rancangan UNDANG-UNDANG Penetapan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG Menjadi UNDANG-UNDANG
2.Rancangan UNDANG-UNDANG Pencabutan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG C.
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG
D.
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH
1. Rancangan PERATURAN PEMERINTAH
2. Rancangan PERATURAN PEMERINTAH Perubahan
3. Rancangan PERATURAN PEMERINTAH Pencabutan 1) Rancangan PERATURAN PEMERINTAH Pencabutan (bagi Rancangan PERATURAN PEMERINTAH yang sudah berlaku) 2) Rancangan PERATURAN PEMERINTAH Pencabutan (bagi Rancangan PERATURAN PEMERINTAH yang sudah diundangkan tetapi belum berlaku) E. RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN
1. Rancangan Peraturan PRESIDEN
2. Rancangan Peraturan PRESIDEN Perubahan
3. Rancangan Peraturan PRESIDEN Pencabutan 1) Rancangan Peraturan
Pencabutan (bagi Rancangan Peraturan PRESIDEN yang sudah berlaku) 2) Rancangan Peraturan
Pencabutan (bagi Rancangan Peraturan PRESIDEN yang sudah diundangkan tetapi belum berlaku)
4.Rancangan Peraturan
Pengesahan Perjanjian atau Persetujuan Internasional 1) Rancangan Peraturan PRESIDEN Pengesahan Perjanjian Internasional (bahasa INDONESIA digunakan dalam salah satu teks resmi) 2) Rancangan Peraturan PRESIDEN Pengesahan Perjanjian Internasional (bahasa INDONESIA tidak digunakan dalam teks resmi) F. RANCANGAN PENJELASAN UNDANG-UNDANG
KETERANGAN:
1. Naskah Rancangan Peraturan Perundang-undangan diketik dengan jenis huruf Bookman Old Style, huruf 12 di atas kertas F4 dalam paper size dengan custome size:
lebar (width) :
21 sentimeter panjang (heigth) :
33 sentimeter
2. Marjin:
atas (top) :
8 sentimeter (untuk halaman 1) 3 sentimeter (untuk halaman 2 dan seterusnya) bawah (bottom) :
2,5 sentimeter kiri (left) :
2,5 sentimeter kanan (right) :
2,5 sentimeter
3. Seluruh line spacing yang digunakan 1,5 (satu koma lima) dengan spasi:
before : 0 pt after : 0 pt
4. Pencantuman nomor halaman 2 dan seterusnya pada Rancangan Peraturan Perundang-undangan dicantumkan di bagian atas tengah dengan didahului dan diakhiri tanda baca (-), serta diberi jarak 1 (satu) spasi.
5. Ketentuan pada angka 4 berlaku secara mutatis mutandis untuk pencantuman nomor halaman pada Rancangan Penjelasan Peraturan Perundang-undangan.
6. Lampiran Rancangan Peraturan Perundang-undangan bentuk tabel menggunakan aplikasi Microsoft Word dengan ukuran huruf dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
7. Lampiran Rancangan Peraturan Perundang-undangan berbentuk peta dicetak berdasarkan kebutuhan.
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, YASONNA H. LAOLY
Koreksi Anda
