Koreksi Pasal 3
PERMEN Nomor 231-pmk-02-2015 Tahun 2015 | Peraturan Menteri Nomor 231-pmk-02-2015 Tahun 2015 tentang TATA CARA PERENCANAAN PENELAAHAN DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA
Teks Saat Ini
(1) Dalam rangka pengelolaan anggaran yang berasal dari BA BUN, Pengguna Anggaran BUN MENETAPKAN PPA BUN.
(2) PPA BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri atas:
a. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko sebagai:
1. PPA BUN Pengelolaan Utang (Bagian Anggaran
999.01);
2. PPA BUN Pengelolaan Hibah (Bagian Anggaran
999.02); dan
3. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran 999.99), antara lain untuk pengeluaran keperluan pembayaran kontribusi fiskal pemerintah dalam bentuk dukungan kelayakan, dan fasilitas penyiapan proyek (project development facility);
b. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan sebagai:
1. PPA BUN Pengelolaan Hibah Daerah yang Bersumber dari Penerimaan Dalam Negeri (Bagian Anggaran 999.02); dan
2. PPA BUN Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (Bagian Anggaran 999.05);
c. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sebagai:
1. PPA BUN Pengelolaan Investasi Pemerintah (Bagian Anggaran 999.03); dan
2. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran 999.99), antara lain untuk aset Pemerintah yang dikelola oleh pengelola
barang, dan pembiayaan anggaran dana antisipasi untuk Lapindo Brantas Inc./ PT Minarak Lapindo Jaya;
d. Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai:
1. PPA BUN Pengelolaan Penerusan Pinjaman (Bagian Anggaran 999.04); dan
2. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran 999.99), antara lain untuk pengelolaan pembayaran, belanja jaminan sosial, belanja selisih harga pembelian beras oleh Pemerintah kepada Bulog, perhitungan fihak ketiga, serta pendapatan dan belanja yang terkait dengan pengelolaan kas negara;
e. Direktorat Jenderal Anggaran sebagai:
1. PPA BUN Pengelolaan Belanja Subsidi (Bagian Anggaran 999.07);
2. PPA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (Bagian Anggaran 999.08); dan
3. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran 999.99), antara lain untuk pengelolaan penerimaan negara bukan pajak terkait pendapatan minyak bumi, gas bumi, dan panas bumi; dan
f. Badan Kebijakan Fiskal sebagai PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran
999.99), antara lain untuk pengeluaran keperluan hubungan internasional.
Koreksi Anda
