Koreksi Pasal 22
PERMEN Nomor 149-pmk-04-2015 Tahun 2015 | Peraturan Menteri Nomor 149-pmk-04-2015 Tahun 2015 tentang PEMBEBASAN BEA MASUK DANATAU CUKAI ATAS IMPOR BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA
Teks Saat Ini
Rincian Pembayaran
……..(18)……… ……..(19)……… Bea Masuk .…..(20)…... % = ……………..……(25)……….…………….
Cukai ……….….(21)…… % = ………………..…(26)………….………….
PPN …………..…(22)…... % = …………………..(27)……….…………….
PPnBM …………(23)…… % = ………………..…(28)……………….…….
PPh Pasal 22..…(24)…... % = …………..………(29)……………….…….
Jumlah ……………………(30)……………...…….
LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONE NOMOR 149/PMK.04/2015 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS IMP BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA
Kepada:
Nama : ………….(31)…………………….
Nomor Identitas : ………….(32)…………………….
Alamat : ………….(33)…………………….
NPWP : ………….(34)…………………….
Berdasarkan Persetujuan:
Kementerian Luar Negeri Nomor : …………(35)…………………….
Tanggal :
……………..…..….(36)……………….……..
......(37)......., …….(38)….........
a.n. Menteri Keuangan RI Direktur Jenderal Bea dan Cukai
u.b.
……………….(39)…………..…….
……………….(40)…………..…….
NIP ………….(41)…………………
Tembusan:
1. Menteri Luar Negeri RI;
2. Kepala Perwakilan Negara Asing;
3. Kepala KPU/KPPBC tempat diselesaikan kewajiban pabean.
PERHATIAN
1. Surat Izin Pemindahtanganan dengan Kewajiban Membayar Bea Masuk dan/atau PPN atau PPN dan PPnBM serta tidak dipungut PPh Pasal 22 berlaku dalam jangka 60 (enam puluh) hari sejak tanggal diterbitkan.
2. Apabila keberatan terhadap surat persetujuan tersebut di atas dapat mengajukan pembatalan dalam jangka waktu 30 (tigapuluh) hari sejak tanggal diterbitkan.
2015 No. 1142 39 PETUNJUK PENGISIAN
No. (1) : Diisi nomor surat izin pemindahtanganan.
No. (2) : Diisi nama Pejabat Perwakilan Negara Asing.
No. (3) : Diisi jabatan Pejabat Perwakilan Negara Asing.
No. (4) : Diisi nama Perwakilan Negara Asing (Negara/organisasi internasional yang dipersamakan dengan perwakilan diplomatik/misi khusus).
No. (5) : Diisi nama tempat Perwakilan Negara Asing berdomisili.
No. (6) : Diisi jenis Kendaraan Bermotor.
No. (7) : Diisi merek dan tipe Kendaraan Bermotor.
No. (8) : Diisi tahun pembuatan Kendaraan Bermotor sesuai dengan Invoice.
No. (9) : Diisi nomor rangka Kendaraan Bermotor.
No. (10) : Diisi nomor mesin Kendaraan Bermotor.
No. (11) : Diisi kapasitas mesin Kendaraan Bermotor.
No. (12) : Diisi nomor Formulir B.
No. (13) : Diisi tanggal Formulir B.
No. (14) : Diisi nomor Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
No. (15) : Diisi tanggal Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
No. (16) : Diisi nomor Keputusan Menteri Keuangan mengenai pemberian fasilitas pembebasan bea masuk.
No. (17) : Diisi tanggal Keputusan Menteri Keuangan mengenai pemberian fasilitas pembebasan bea masuk.
No. (18) : Diisi nilai pabean dalam rupiah.
No. (19) : Diisi pos HS, tarif bea masuk, cukai, PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22.
No. (20) : Diisi persentase tarif bea masuk.
No. (21) : Diisi persentase tarif cukai.
No. (22) : Diisi persentase tarif PPN.
No. (23) : Diisi persentase tarif PPnBM.
No. (24) : Diisi persentase tarif PPh Pasal 22.
No. (25) : Diisi jumlah bea masuk yang wajib dilunasi.
No. (26) : Diisi jumlah cukai yang wajib dilunasi.
No. (27) : Diisi jumlah PPN yang wajib dilunasi.
No. (28) : Diisi jumlah PPnBM yang wajib dilunasi.
No. (29) : Diisi jumlah PPh Pasal 22 yang wajib dilunasi.
No. (30) : Diisi total jumlah bea masuk, cukai, PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22 yang wajib dilunasi.
No. (31) : Diisi nama orang/badan/lembaga yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor.
No. (32) : Diisi nomor identitas orang/badan/lembaga yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor.
No. (33) : Diisi nama tempat orang/badan/lembaga yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor berdomisili.
No. (34) : Diisi nomor pokok wajib pajak (NPWP) orang/badan/lembaga yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor.
No. (35) : Diisi nomor Persetujuan Menteri Luar Negeri mengenai pemindahtanganan Kendaraan Bermotor.
No. (36) : Diisi tanggal Persetujuan Menteri Luar Negeri mengenai pemindahtanganan Kendaraan Bermotor.
No. (37) : Diisi tempat surat izin pemindahtanganan Kendaraan Bermotor diterbitkan.
No. (38) : Diisi tanggal surat izin pemindahtanganan Kendaraan Bermotor diterbitkan.
No. (39) : Diisi jabatan Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.
No. (40) : Diisi nama Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.
No. (41) : Diisi NIP Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
BAMBANG P.S. BRODJONEGORO
2015 No. 1142 41 FORMAT SURAT PENETAPAN PEMBAYARAN BEA MASUK, CUKAI, DAN/ATAU PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI .........(1)...........
SURAT PENETAPAN PEMBAYARAN BEA MASUK, CUKAI, DAN/ATAU PAJAK (SPPBMCP) Nomor : ……….(2)……….
Tanggal : ……….(3)……….
Berdasarkan Surat Izin Pemindahtanganan Nomor ................(4)............... tanggal ...........(5)................... dengan ini ditetapkan tarif dan nilai pabean terhadap .............................(6)...................................
atas nama:
Importir/Penerima Fasilitas *):
Nama : ……………………(7)...……….……….
....................................................
Nomor Identitas : ……………….…..(8)…....…..…….….
NPWP : ……………….…..(9)…....…..…….… Alamat : …………….…….(10)…..….………….
..…………………………………….…...
Eksportir/Penerima Pindah Tangan *):
Nama : ………..…..(11)……..….….…..
.............................................
Nomor Identitas : ………..…..(12)....…..…….…..
NPWP : …………….(13) ..…..…….…… Alamat : …………….(14)………............
..………………………………….
sebagai berikut:
No.
Uraian Barang Jumlah Dan Jenis Satuan Nilai Pabean
- Pos Tarif/HS - Tarif BM, Cukai, PPN, PPnBM, PPh
Koreksi Anda
