Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 18

PERMEN Nomor 149-pmk-04-2015 Tahun 2015 | Peraturan Menteri Nomor 149-pmk-04-2015 Tahun 2015 tentang PEMBEBASAN BEA MASUK DANATAU CUKAI ATAS IMPOR BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2015 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, BAMBANG P.S. BRODJONEGORO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 4 Agustus 2015 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, YASONNA H. LAOLY 2015 No. 1142 19 DAFTAR NAMA ORGANISASI INTERNASIONAL YANG DAPAT DIBERIKAN PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI 1. ASEAN (Association of South East Asian Nations) Secretariat 2. ASEAN Foundation 3. AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly) Secretariat MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, BAMBANG P.S. BRODJONEGORO LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONE NOMOR 149/pmk.04/2015 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS IMP BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA FORMAT PERMOHONAN PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS BARANG IMPOR PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA Yth. Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. ………… (1) ……………… melalui Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri Yang bertanda tangan dibawah ini, Kepala Perwakilan Negara Asing ....................(2)........................, menerangkan bahwa barang-barang tersebut dibawah ini yang akan/telah diimpor dari ………….....(3)......................... adalah milik: 1. Kantor Kedutaan Besar ………………………………(2)…………………………………... di INDONESIA. 2. Perwakilan Diplomatik/Konsuler*) .............................(2).............................. di ………..(4)............. 3. Organisasi Internasional yang dipersamakan Perwakilan Negara Asing ……………(5)……….… di INDONESIA 4. Tuan/Ny*) .........................(6)............................., jabatan ………………...(7)................................., pada..................................(2).................................................. NO. URAIAN BARANG JUMLAH BARANG HARGA PEMBERITAHUAN BARANG ..(8).. ……………….(9)………………. ………….(10)…………. . ……………(11)………….. Catt.: Dalam hal kolom tidak mencukupi, menggunakan lampiran tambahan LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONE NOMOR 149/pmk.04/2015 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS IMP BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA 2015 No. 1142 21 Atas impor barang-barang tersebut di atas, kami mohon dapat diberikan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Selanjutnya kami menerangkan bahwa: 1. barang-barang sebagaimana diuraikan di atas adalah untuk mendukung pelaksanaan tugas Perwakilan Negara Asing di INDONESIA dan tidak untuk diperdagangkan. 2. Perwakilan Negara Asing Republik INDONESIA di negara kami memperoleh perlakuan yang sama berdasarkan azas timbal balik. .........(12)......., ................(13)................. Kepala Perwakilan Negara Asing (..............................(14)……....................) *) Coret yang tidak perlu Persetujuan Menteri Luar Negeri Nomor : ............(15)................. Tanggal : ............(16)................. Permohonan tersebut di atas telah memenuhi persyaratan dan disetujui untuk dapat diberikan pembebasan bea masuk dan/atau cukai sesuai peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. a.n. Menteri Luar Negeri Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (.................. (17) ......................) PETUNJUK PENGISIAN No. (1) : Diisi jabatan Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk atau Kepala Kantor Pabean tempat pemasukan barang. No. (2) : Diisi nama Perwakilan Negara Asing. No. (3) : Diisi nama Negara asal tempat pengiriman barang (jika diimpor langsung oleh penerima fasilitas) atau nama penerima fasilitas lainnya (jika Kendaraan Bermotor dalam keadaan jadi/Completely Built Up (CBU) dibeli dari penerima fasilitas lainnya). No. (4) : Diisi kota tempat Perwakilan Negara Asing berdomisili. No. (5) : Diisi nama Organisasi Internasional yang dipersamakan Perwakilan Negara Asing No. (6) : Diisi nama Pejabat Perwakilan Negara Asing. No. (7) : Diisi nama jabatan Pejabat Perwakilan Negara Asing. No. (8) : Diisi nomor urut jenis barang yang diajukan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. No. (9) : Diisi uraian rincian jenis barang impor yang diajukan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. No. (10) : Diisi jumlah barang impor yang diajukan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. No. (11) : Diisi perkiraan nilai pabean barang impor yang diajukan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. No. (12) : Diisi kota tempat pengajuan permohonan. No. (13) : Diisi tanggal pengajuan permohonan. No. (14) : Diisi nama Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (15) : Diisi nomor persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (16) : Diisi tanggal persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (17) : Diisi nama Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler atau Pejabat yang ditunjuk. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, BAMBANG P.S. BRODJONEGORO 2015 No. 1142 23 FORMAT PERMOHONAN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN KENDARAAN BERMOTOR PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA DENGAN CARA DIEKSPOR KEMBALI Yth. Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. …………(1)………….. melalui Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri Yang bertandatangan di bawah ini: 1. Nama : ..................................(2).................................. . 2. Nomor Identitas : ..................................(3)……........................... .. 3. Kebangsaan : ..................................(4)……........................... .. 4. Perwakilan Negara Asing : ..................................(5)….……....................... .. 5. Jabatan : ..................................(6)……..…...................... .. 6. Alamat : ..................................(7)………........................ .. dengan ini mengajukan permohonan agar Kendaraan Bermotor dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Nomor/Tanggal : ..............(8)................/….............(9)................ .. 2. Formulir B Nomor/tanggal : ..............(10)…........../...............(11)…………... . 3. Nama Pemilik dalam Formulir B : ...............................(12)................................... . 4. Jenis/Merek/Tipe kendaraan : LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONE NOMOR 149/PMK.04/2015 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS IMP BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA ...............................(13)................................... . 5. Tahun : ...............................(14)................................... . 6. Nomor Mesin : ...............................(15)……………................... .. 7. Nomor Rangka : ...............................(16)……………................... .. 8. Diimpor dari Negara : ...............................(17)……............................ .. 9. Nomor Polisi : ...............................(18)……............................ .. dapat disetujui untuk diselesaikan kewajiban pabean dengan diekspor ke Negara ………(19)……… dengan alasan ..............................................................(20)............................................................... …………………………………………………………………………………………………………………………..… …… Demikian permohonan ini dibuat dengan keterangan sesungguhnya. ......(21)......, ………………(22)…..………….. Kepala Perwakilan Negara Asing (………………………..(2)…………..…………….) *) Coret yang tidak perlu 2015 No. 1142 25 Persetujuan Menteri Luar Negeri Nomor : .............(23)................. Tanggal : .............(24)................. Permohonan tersebut di atas telah memenuhi persyaratan dan atas Kendaraan Bermotor tersebut disetujui untuk diekspor kembali sesuai peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. a.n. Menteri Luar Negeri Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (.................... (25) .......................) Persetujuan Menteri Keuangan Nomor : ............(26)................ Tanggal : ............(26)................ Permohonan untuk mengekspor barang sebagaimana tercantum dalam persetujuan Kementerian Luar Negeri tersebut di atas disetujui. Bukti realisasi ekspor berupa fotokopi Persetujuan Ekspor (PE) dan dokumen pengangkutan (AWB/B/L) disampaikan kepada Direktur Fasilitas Diplomatik – Kementerian Luar Negeri untuk kepentingan Penghapusan Kendaraan Bermotor yang bersangkutan. a.n. Menteri Keuangan Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.b. ……………….(1)..………………. ………….……(27)……….………. NIP ……….…(28)……………….. PETUNJUK PENGISIAN No. (1) : Diisi jabatan Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. No. (2) : Diisi nama Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (3) : Diisi nomor identitas Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (4) : Diisi kebangsaan Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (5) : Diisi nama Perwakilan Negara Asing. No. (6) : Diisi nama jabatan Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (7) : Diisi nama tempat Perwakilan Negara Asing berdomisili. No. (8) : Diisi nomor Pemberitahuan Impor Barang (PIB). No. (9) : Diisi tanggal Pemberitahuan Impor Barang (PIB). No. (10) : Diisi nomor Formulir B. No. (11) : Diisi tanggal Formulir B. No. (12) : Diisi nama pemilik/penerima fasilitas yang tercantum dalam Formulir B. No. (13) : Diisi jenis, merek, tipe Kendaraan Bermotor yang akan diekspor. No. (14) : Diisi tahun pembuatan sesuai dengan Invoice. No. (15) : Diisi nomor mesin Kendaraan Bermotor yang akan diekspor. No. (16) : Diisi nomor rangka Kendaraan Bermotor yang akan diekspor. No. (17) : Diisi Negara asal tempat pengiriman barang. No. (18) : Diisi nomor polisi Kendaraan Bermotor pada saat beroperasi di INDONESIA. No. (19) : Diisi Negara tujuan ekspor Kendaraan Bermotor. No. (20) : Diisi alasan Perwakilan Negara Asing melakukan ekspor Kendaraan Bermotor. No. (21) : Diisi kota tempat pengajuan permohonan. No. (22) : Diisi tanggal pengajuan permohonan. No. (23) : Diisi nomor persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (24) : Diisi tanggal persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (25) : Diisi nama Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler atau pejabat yang ditunjuk. No. (26) : Diisi nomor dan tanggal persetujuan Menteri Keuangan. No. (27) : Diisi nama Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. No. (28) : Diisi NIP Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. 2015 No. 1142 27 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, BAMBANG P.S. BRODJONEGORO FORMAT PERMOHONAN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN KENDARAAN BERMOTOR PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA DENGAN CARA DIPINDAHTANGANKAN KEPADA PENERIMA FASILITAS LAINNYA Yth. Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. …………(1)………….. melalui Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri Yang bertandatangan di bawah ini: 1. Nama : ..................................(2).................................. . 2. Nomor Identitas : ..................................(3).................................. . 3. Kebangsaan : ..................................(4).................................. . 4. Perwakilan Negara Asing : ..................................(5).................................. . 5. Jabatan : ..................................(6).................................. . 6. Alamat : ..................................(7).................................. . dengan ini mengajukan permohonan agar kendaraan bermotor dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Nomor/Tanggal : ..............(8)................/….............(9)................ .. 2. Formulir B Nomor/tanggal : ..............(10)............../…............(11)............... .. 3. Nama Pemilik dalam Formulir B : ...............................(12)................................... . 4. Jenis/Merek/Tipe kendaraan : ...............................(13)................................... . LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONE NOMOR 149/PMK.04/2015 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS IMP BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA 2015 No. 1142 29 5. Tahun : ...............................(14)................................... . 6. Nomor Mesin : ...............................(15)................................... . 7. Nomor Rangka : ...............................(16)................................... . 8. Diimpor dari negara : ...............................(17)................................... . 9. Nomor Polisi : ...............................(18)................................... . dapat disetujui untuk diselesaikan kewajiban pabean dengan cara dipindahtangankan kepada penerima fasilitas pembebasan bea masuk dengan alasan ..........................(19)................................. kepada: 1. Nama : ...............................(20)................................... . 2. Nomor Identitas : ...............................(21)................................... . 3. Kebangsaan : ...............................(22)................................... . 4. Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/ Kementerian/Lembaga*) : ...............................(23)................................... . 5. Jabatan : ...............................(24)................................... . 6. Alamat : ...............................(25)................................... . Demikian permohonan ini dibuat dengan keterangan sesungguhnya. .........(26)........, ………...(27)…..……….... Kepala Perwakilan Negara Asing (……………….………(2)……....…………………) *) Coret yang tidak perlu Persetujuan Menteri Luar Negeri Nomor : ...................(28).................. Tanggal : ...................(29).................. Permohonan tersebut diatas telah memenuhi persyaratan dan atas Kendaraan Bermotor tersebut disetujui untuk dapat dipindahtangankan kepada penerima fasilitas lainnya sesuai peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dan kepabeanan. a.n. Menteri Luar Negeri Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (.............. (30) ..................) Persetujuan Menteri Keuangan Nomor : ................... (31) .................. Tanggal : ................... (31) .................. Atas permohonan pemindahtanganan kendaraan bermotor kepada penerima fasilitas lainnya disetujui untuk dipindahtangankan kepada Perwakilan Diplomatik/Konsuler/Badan Internasional/Kementerian/Lembaga/Badan/Yayasan*) sebagaimana tersebut di atas a.n. Menteri Keuangan Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.b. ……….……(1)……………….... ……………(32).............……. NIP ………(33)……………….. 2015 No. 1142 31 PETUNJUK PENGISIAN No. (1) : Diisi jabatan Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. No. (2) : Diisi nama Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (3) : Diisi nomor identitas Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (4) : Diisi kebangsaan Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (5) : Diisi nama Perwakilan Negara Asing. No. (6) : Diisi nama jabatan Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (7) : Diisi nama tempat Perwakilan Negara Asing berdomisili. No. (8) : Diisi nomor Pemberitahuan Impor Barang (PIB). No. (9) : Diisi tanggal Pemberitahuan Impor Barang (PIB). No. (10) : Diisi nomor Formulir B. No. (11) : Diisi tanggal Formulir B. No. (12) : Diisi nama pemilik/penerima fasilitas yang tercantum dalam Formulir B. No. (13) : Diisi jenis, merek, tipe Kendaraan Bermotor yang akan dipindahtangankan. No. (14) : Diisi tahun pembuatan Kendaraan Bermotor sesuai dengan Invoice. No. (15) : Diisi nomor mesin Kendaraan Bermotor yang akan dipindahtangankan. No. (16) : Diisi nomor rangka Kendaraan Bermotor yang akan dipindahtangankan. No. (17) : Diisi Negara asal tempat pengiriman barang. No. (18) : Diisi nomor polisi Kendaraan Bermotor pada saat beroperasi di INDONESIA. No. (19) : Diisi alasan Perwakilan Negara Asing melakukan pemindahtanganan Kendaraan Bermotor kepada penerima fasilitas lainnya. No. (20) : Diisi nama Pejabat Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/penerima fasilitas pembebasan bea masuk lainnya yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (21) : Diisi nomor identitas Pejabat Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/ penerima fasilitas pembebasan bea masuk lainnya yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (22) : Diisi nama kebangsaan Pejabat Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/ penerima fasilitas pembebasan bea masuk lainnya yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (23) : Diisi nama Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/penerima fasilitas pembebasan bea masuk lainnya yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (24) : Diisi nama jabatan Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/penerima fasilitas pembebasan bea masuk lainnya yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (25) : Diisi nama tempat Perwakilan Negara Asing/Badan Internasional/penerima fasilitas pembebasan bea masuk lainnya yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor berdomisili. No. (26) : Diisi kota tempat pengajuan permohonan. No. (27) : Diisi tanggal pengajuan permohonan pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (28) : Diisi nomor persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (29) : Diisi tanggal persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (30) : Diisi nama Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler atau Pejabat yang ditunjuk. No. (31) : Diisi nomor dan tanggal persetujuan Menteri Keuangan. No. (32) : Diisi nama Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. No. (33) : Diisi NIP Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, BAMBANG P.S. BRODJONEGORO 2015 No. 1142 33 FORMAT PERMOHONAN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN KENDARAAN BERMOTOR PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA DENGAN CARA DIPINDAHTANGANKAN KEPADA SELAIN PENERIMA FASILITAS DENGAN MELUNASI BEA MASUK DAN PAJAK YANG TERUTANG Yth. Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. …………(1)………….. melalui Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri Yang bertandatangan di bawah ini: 1. Nama : ............................................(2)........................................ .. 2. Nomor Identitas : ............................................(3)........................................ . 3. Kebangsaan : ............................................(4)........................................ .. 4. Perwakilan Negara Asing : ............................................(5)........................................ .. 5. Jabatan : ............................................(6)........................................ .. 6. Alamat : ............................................(7)........................................ .. dengan ini mengajukan permohonan agar kendaraan bermotor dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Nomor/Tanggal : .....................(8)..................../………............(9)................ .. 2. Formulir B Nomor/tanggal : .....................(10)................../.....................(11)............... .. 3. Nama Pemilik dalam Formulir B : LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONE NOMOR 149/PMK.04/2015 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI ATAS IMP BARANG PERWAKILAN NEGARA ASING BESERTA PA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA ...........................................(12)........................................ . 4. Jenis/Merek/Tipe kendaraan : ...........................................(13)........................................ . 5. Tahun : ...........................................(14)........................................ . 6. Nomor Mesin : ...........................................(15)........................................ . 7. Nomor Rangka : ...........................................(16)........................................ . 8. Diimpor dari negara : ...........................................(17)........................................ . 9. Nomor Polisi : ...........................................(18)........................................ . dapat disetujui untuk diselesaikan kewajiban pabean dengan cara dipindahtangankan kepada selain penerima fasilitas dengan melunasi bea masuk dan pajak yang terutang dengan alasan ...............................................................(19).............................................................. kepada: 1. Nama : ............................................(20)....................................... . 2. Nomor Identitas (KTP/SIM/Paspor*) : ............................................(21)....................................... . 3. NPWP : ............................................(22)....................................... . 4. Alamat : ............................................(23)....................................... . Demikian permohonan ini dibuat dengan keterangan sesungguhnya. ......(24).....,……..…….(25)...........… Kepala Perwakilan Negara Asing (…………………..(2)...............……….) *) Coret yang tidak perlu Persetujuan Menteri Luar Negeri Nomor : .............(26)................. Tanggal : .............(27)................. Permohonan tersebut di atas telah memenuhi persyaratan dan atas Kendaraan Bermotor tersebut 2015 No. 1142 35 disetujui untuk dapat dipindahtangankan kepada ……………(20)………………. dengan alasan ………………(19)………………... a.n. Menteri Luar Negeri Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (............. (28) ..................) PETUNJUK PENGISIAN No. (1) : Diisi jabatan Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk. No. (2) : Diisi nama Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (3) : Diisi nomor identitas Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (4) : Diisi kebangsaan Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (5) : Diisi nama Perwakilan Negara Asing. No. (6) : Diisi nama jabatan Kepala Perwakilan Negara Asing. No. (7) : Diisi nama tempat Perwakilan Negara Asing berdomisili. No. (8) : Diisi nomor Pemberitahuan Impor Barang (PIB). No. (9) : Diisi tanggal Pemberitahuan Impor Barang (PIB). No. (10) : Diisi nomor Formulir B. No. (11) : Diisi tanggal Formulir B. No. (12) : Diisi nama pemilik/penerima fasilitas yang tercantum dalam Formulir B. No. (13) : Diisi jenis, merek, tipe Kendaraan Bermotor yang akan dipindahtangankan. No. (14) : Diisi tahun pembuatan Kendaraan Bermotor sesuai dengan Invoice. No. (15) : Diisi nomor mesin Kendaraan Bermotor yang akan dipindahtangankan. No. (16) : Diisi nomor rangka Kendaraan Bermotor yang akan dipindahtangankan. No. (17) : Diisi Negara asal tempat pengiriman barang. No. (18) : Diisi nomor polisi Kendaraan Bermotor pada saat beroperasi di INDONESIA. No. (19) : Diisi alasan Perwakilan Negara Asing melakukan pemindahtanganan Kendaraan Bermotor kepada selain penerima fasilitas dengan melunasi bea masuk dan pajak yang terutang. No. (20) : Diisi nama individu/perusahaan yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (21) : Diisi nomor identitas dalam hal penerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor adalah individu. No. (22) : Diisi nomor pokok wajib pajak (NPWP) individu/perusahaan yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (23) : Diisi nama tempat individu/perusahaan yang menerima pemindahtanganan Kendaraan Bermotor berdomisili. No. (24) : Diisi kota tempat pengajuan permohonan. No. (25) : Diisi tanggal pengajuan permohonan pemindahtanganan Kendaraan Bermotor. No. (26) : Diisi nomor persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (27) : Diisi tanggal persetujuan Menteri Luar Negeri. No. (28) : Diisi nama Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler atau Pejabat yang ditunjuk. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, BAMBANG P.S. BRODJONEGORO 2015 No. 1142 37 FORMAT SURAT IZIN PEMINDAHTANGANAN DENGAN KEWAJIBAN MEMBAYAR BEA MASUK DAN/ATAU PPN ATAU PPN DAN PPNBM SERTA TIDAK DIPUNGUT PPH PASAL 22 SURAT IZIN PEMINDAHTANGANAN DENGAN KEWAJIBAN MEMBAYAR BEA MASUK DAN/ATAU PPN ATAU PPN DAN PPNBM SERTA TIDAK DIPUNGUT PPH PASAL 22 NOMOR SI- ............(1).........….. Diizinkan kepada: Nama : …………..…….(2)……………………. Jabatan : ……………..….(3)……………………. Perwakilan Negara Asing : ……………..….(4)……………………. Alamat Kantor : ……………..….(5)……………………. Untuk memindahtangankan Kendaraan Bermotor: Jenis : ……………..….(6)……………………. Merek dan Tipe : ……………..….(7)……………………. Tahun : ……………..….(8)……………………. Nomor Rangka : ……………..….(9)……………………. Nomor Mesin : ……………..….(10)………………….. Kapasitas Mesin : ……………..….(11)………………….. Formulir B Nomor : ……………..….(12)………………….. Tanggal : ……………..…..….(13)……….…………….. PIB Nomor : ……………..….(14)………………….. Tanggal : ……………..…..….(15)……………….…….. Keputusan Menteri Keuangan mengenai pembebasan bea masuk : ……………..….(16)………………….. Tanggal : ……………..…..….(17)……………….…….. dengan disertai kewajiban membayar Bea Masuk dan/atau PPN atau PPN dan PPnBM serta tidak dipungut PPh Pasal 22, dengan perincian sebagai berikut: Nilai Pabean - Pos Tarif/HS - Tarif BM, Cukai, PPN, PPnBM, PPh
Koreksi Anda