Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 7

PERMEN Nomor p-41-menhut-ii-2014 Tahun 2014 | Peraturan Menteri Nomor p-41-menhut-ii-2014 Tahun 2014 tentang PENATAUSAHAAN HASIL HUTAN KAYU YANG BERASAL DARI HUTAN ALAM

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Setiap hasil pengukuran kayu yang telah dicatat dalam Buku Ukur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2), wajib dibuat LHP sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan dan disampaikan kepada P2LHP untuk disahkan. (2) LHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibuat untuk masing- masing kelompok KB/KBS/KBK. (3) Dalam hal pemegang izin memproduksi KBK berupa kayu bakar, cerucuk, tiang jermal, tunggak jati dan/atau tunggak ulin, maka dibuat LHP tersendiri. (4) Pengesahan LHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan oleh WASGANISPHPL PKB yang ditugaskan sebagai P2LHP di TPn atau TPK Hutan. (5) Dalam hal LHP dibuat dan disahkan di TPK Hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dibuat terpisah antara tumpukan kayu yang sudah dibayarkan PSDH, DR dan/atau PNT dengan yang belum dibayarkan PSDH, DR dan/atau PNT. (6) Dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak diterimanya LHP, P2LHP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) belum melakukan proses pemeriksaan untuk pengesahan LHP yang disampaikan oleh Pembuat LHP, maka pengesahan LHP dapat dilakukan oleh GANISPHPL-PKB. (7) Kebenaran LHP yang disahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (6), menjadi tanggung jawab GANISPHPL-PKB dengan membuat surat pernyataan di atas materai. (8) Dalam hal tidak terdapat realisasi produksi, maka Pembuat LHP wajib membuat LHP-KB/KBS/KBK NIHIL dengan menyebutkan alasan- alasannya dan disampaikan kepada P2LHP. (9) LHP-KB/KBS/KBK dibuat menurut masing-masing blok kerja tebangan, dan dalam hal 1 (satu) blok kerja tebangan berada di dalam 2 (dua) wilayah kabupaten/kota atau lebih, maka LHP-KB/KBS/KBK dibuat untuk masing-masing kabupaten/kota. (10) LHP yang telah disahkan wajib dilaporkan oleh pemegang izin kepada pejabat penagih PSDH, DR dan/atau PNT selambat lambatnya 5 (lima) hari kerja. www.djpp.kemenkumham.go.id (11) Berdasarkan LHP yang telah disahkan, pemegang izin wajib membayar PSDH, DR dan/atau PNT dengan tata cara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (12) LHP disahkan apabila LHP sebelumnya telah dibayar lunas PSDH, DR dan/atau PNT. (13) Setiap hasil hutan kayu yang ditebang memiliki diameter 10 (sepuluh) cm atau lebih oleh pemegang IUPHHK-HA dari hasil kegiatan pembukaan wilayah hutan dan/atau hasil penyiapan lahan pada jalur tanam pada silvikultur intensif wajib memanfaatkannya dengan memasukkan ke dalam LHP. (14) Setiap hasil hutan kayu yang ditebang dengan diameter 10 (sepuluh) cm atau lebih wajib di LHP kan oleh Pemegang izin selain IUPHHK-HA. (15) LHP yang telah disahkan beserta rekapitulasinya dilaporkan kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Kepala Dinas Provinsi, Kepala Balai, Pejabat Penagih dan P2SKSKB. (16) Dalam hal pengesahan LHP dilakukan oleh GANISPHPL PKB sebagaimana dimaksud pada ayat (6), penerbit SPP PSDH, DR dan/atau PNT wajib menerbitkan SPP PSDH, DR dan/atau PNT dalam waktu 2 x 24 jam. (17) Dalam hal pejabat penerbit SPP PSDH, DR dan/atau PNT sebagaimana dimaksud ayat (16), tidak menerbitkan SPP PSDH, DR dan/atau PNT, maka SPP PSDH, DR dan/atau PNT di buat self assesment dengan membuat surat pernyataan di atas materai.
Koreksi Anda