Koreksi Pasal 19
PERMEN Nomor p-17-menhut-ii-2009 Tahun 2009 | Peraturan Menteri Nomor p-17-menhut-ii-2009 Tahun 2009 tentang TATA CARA PENEGANAAN SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PEMEGANG IZIN USAHA INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU
Teks Saat Ini
Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 Maret 2009 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,
H. M.S. KABAN
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 24 Maret 2009 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ANDI MATTALATTA
Lampiran Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.17/Menhut-II/2009 Tanggal : 6 Maret 2009 Tentang : Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pemegang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu
Lampiran I : Contoh Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan
BERITA ACARA PEMERIKSAAN
Pada hari ini ................, tanggal ...., bulan ......, tahun .... yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama :
Jabatan :
2. Nama :
Jabatan :
3. ......... dst
selaku Tim Pemeriksa Industri Primer Hasil Hutan Kayu PT/CV. ........, berdasarkan Surat Perintah Tugas ......................., Nomor ........., Tanggal ........, dengan didampingi :
1. Nama :
Jabatan :
2. Nama :
Jabatan :
3. ......... dst
petugas dari pemegang izin usaha industri primer hasil hutan kayu sesuai Surat Perintah Tugas Direktur PT. /CV. ..., secara bersama-sama melakukan pemeriksaan terhadap PT/CV. ....... yang berlokasi di ...... pada tanggal ..... s/d ...... tahun ..... dalam rangka ............... (sesuai SPT), dengan hasil sebagai berikut :
1. Hasil Pemeriksaan dituangkan dalam lampiran-lampiran:
a. Lampiran 1 : Perizinan
b. Lampiran 2 : Daftar Mesin
c. Lampiran 3 : …..
d. dst ……….
2. Berdasarkan hasil pemeriksaan izin sebagaimana lampiran 1, perizinan PT/CV.
...................Nomor ....., tanggal ..... dengan hasil sebagai berikut :
a. ..................................................
b. .................................................. dst
3. Berdasarkan hasil pemeriksaan Daftar Mesin sebagaimana lampiran 2, Mesin yang terdapat di PT/CV. ................... adalah sebagai berikut :
a. ..................................................
b. .................................................. dst
4. Berdasarkan hasil pemeriksaan ....... sebagaimana lampiran ......... dengan hasil sebagai berikut :
a. ..................................................
b. .................................................. dst
Demikan berita acara pemeriksaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya..
......................., ..............................
Pihak Pemegang Izin Tim Pemeriksa PT/CV. ....
1. …….
(……………………..)
1. …….
(……………………)
2. …….
(……………………..)
2. ……..
(……………………)
3. …….
(……………………..)
3. ……..
(……………………)
dst……
MENTERI KEHUTANAN,
H. M.S. KABAN
Lampiran II : Contoh Pembuatan Berita Acara Penutup
BERITA ACARA PENUTUP
Pada hari ini ................, tanggal ...., bulan ......, tahun .... yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama :
Jabatan :
2. Nama :
Jabatan :
3. ......... dst
selaku Tim Pemeriksa Industri Primer Hasil Hutan Kayu PT/CV. ........, dengan ini menerangkan bahwa petugas dari PT/CV. ..... yang mendampingi pemeriksaan:
1. Nama :
Jabatan :
2. Nama :
Jabatan :
3. ......... dst
dengan surat perintah tugas (SPT) dari Direktur PT/CV ......, No ..... Tgl ...... Tahun .......
Tidak bersedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan tanggal ......., bulan ...., tahun ..... yang dibuat oleh Tim berdasarkan Surat Perintah Tugas dari ........................... Nomor ....... tanggal ........., tahun ............ , dengan alasan :
1. .......
2. .......
3. .... dst Demikian Berita Acara Penutup ini kami buat dengan sesungguhnya.
Berita Acara ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Berita Acara Pemeriksaan hari ....., tanggal ........, bulan ........, tahun ...........
............,.........................
Tim Pemeriksa,
1. .............. (.........)
2. .............. (.........)
3. .............. (.........)
4. dst
MENTERI KEHUTANAN,
H. M.S. KABAN
Koreksi Anda
