Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 2

PERMEN Nomor pm7 Tahun 2013 | Peraturan Menteri Nomor pm7 Tahun 2013 tentang KEWAJIBAN KLASIFIKASI BAGI KAPAL BERBENDERA INDONESIA PADA BADAN KLASIFIKASI

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Kapal berbendera INDONESIA wajib diklasifikasikan pada badan klasifikasi dengan kriteria: a. ukuran panjang antara garis tegak depan dan belakang 20 (dua puluh) meter atau lebih; b. tonase kotor GT 100 (seratus Gross Tonnage) atau lebih; atau c. yang digerakkan dengan tenaga penggerak utama 250 HP atau lebih. (2) Kapal berbendera INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dioperasikan untuk Daerah Pelayaran Kawasan INDONESIA wajib diklasifikasikan pada Biro Klasifikasi INDONESIA atau dual class dengan badan klasifikasi asing yang diakui. (3) Kapal berbendera INDONESIA yang melakukan pelayaran internasional dapat diklasifikasikan pada Biro Klasifikasi INDONESIA atau badan klasifikasi asing yang diakui atau dual class antara Biro Klasifikasi INDONESIA dengan badan klasifikasi asing yang diakui. (4) Daerah Pelayaran Kawasan INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah daerah pelayaran yang meliputi daerah yang dibatasi oleh garis-garis yang ditarik dari titik Lintang 10º 00’ 00” Utara di Pantai Barat Malaysia, sepanjang Pantai Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja dan Vietnam Selatan di Tanjung Tiwan dan garis- garis yang ditarik antara Tanjung Tiwan dengan Tanjung Baturampon di Philipina, sepanjang Pantai Selatan Philipina sampai Tanjung San Augustin ke titik Lintang 00º 00’ 00” dan Bujur 140º 00’ 00” Timur, titik Lintang 02º 35’ 00” Selatan dan Bujur 141º 00’ 00” Timur ditarik ke Selatan hingga ke titik 09º 10’ 00” Selatan dan Bujur 141º 00’ 00” Timur, ke titik Lintang 10º 00’ 00” Selatan dan Bujur 140º 00’ 00” Timur ke titik Lintang 10º 11’ 00” Selatan dan Bujur 121º 00’ 00” Timur, ke titik Lintang 09º 30’ 00” Selatan dan Bujur 105º 00’ 00” Timur ke titik Lintang 02º 00’ 00” Utara dan Bujur 094º 00’ 00” Timur ke titik Lintang 06º 30’ 00” Utara dan Bujur 094º 00’ 00” sampai dengan titik Lintang 10º 00’ 00” Utara di Pantai Barat Malaysia atau Near Coastal Voyage. (5) Pelayaran internasional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan kegiatan pelayaran dari pelabuhan INDONESIA ke pelabuhan luar negeri atau dari pelabuhan luar negeri ke pelabuhan INDONESIA. www.djpp.kemenkumham.go.id
Koreksi Anda