Koreksi Pasal 6
PERMEN Nomor pm58 Tahun 2013 | Peraturan Menteri Nomor pm58 Tahun 2013 tentang PENANGULANGAN PENCEMARAN DI PERAIRAN DAN PELABUHAN
Teks Saat Ini
(1) Setiap prosedur penanggulangan pencemaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) paling sedikit memuat:
a. struktur, tanggung jawab, tugas, fungsi, dan tata kerja organisasi operasional;
b. sistem pelaporan dan komunikasi; dan
c. pedoman teknis operasi.
(2) Struktur dan tata kerja organisasi operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling sedikit terdiri atas:
a. koordinator misi (Mission Coordinator-MC);
b. komando lapangan (On Scene Commander-OSC); dan
c. operator.
www.djpp.kemenkumham.go.id
(3) Tanggung jawab dan fungsi organisasi operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. koordinator misi mempunyai fungsi mengkoordinir operasi penanggulangan pencemaran di perairan dan/atau pelabuhan, Koordinator Misi Tier 1 dan 2 bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal, dan Koordinator Misi Tier 3 bertanggung jawab kepada Menteri;
b. komando lapangan mempunyai fungsi memimpin pelaksanaan operasi penanggulangan pencemaran di perairan dan/atau pelabuhan dan bertanggung jawab kepada koordinator misi; dan
c. operator mempunyai fungsi melaksanakan operasi penanggulangan pencemaran di perairan dan/atau pelabuhan dan bertanggung jawab kepada komando lapangan.
(4) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, koordinator misi mempunyai tugas:
a. mengaktifkan prosedur penanggulangan pencemaran;
b. menunjuk dan mengukuhkan komando lapangan;
c. merencanakan dan MENETAPKAN strategi operasi penanggulangan pencemaran;
d. mengkoordinasikan dukungan sumber daya personil, peralatan, dan lainnya;
e. menyatakan pemberhentian operasi penanggulangan pencemaran;
dan
f. melaksanakan urusan administrasi dan dokumentasi operasi penanggulangan pencemaran.
(5) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, komando lapangan mempunyai tugas:
a. memimpin dan memegang komando dalam operasi penanggulangan pencemaran dan penanggulangan dampak pencemaran serta operasi lainnya;
b. melaksanakan strategi penanggulangan pencemaran;
c. meminta dukungan sumber daya yang diperlukan kepada koordinator misi;
d. mengarahkan dukungan sumber daya dari unit kegiatan lain dan pelabuhan;
e. mengumpulkan informasi data pencemaran dan kondisi lingkungan di wilayah pencemaran; dan www.djpp.kemenkumham.go.id
f. melaporkan pelaksanaan operasi penanggulangan pencemaran kepada koordinator misi.
(6) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c, operator mempunyai tugas:
a. mencari data pencemaran dan kondisi lingkungan di wilayah pencemaran;
b. menyiapkan dan mengoperasikan peralatan penanggulangan pencemaran;
c. menghentikan sumber tumpahan bahan pencemar;
d. mengambil sampel bahan pencemar;
e. melokalisir, mengambil, dan menampung tumpahan bahan pencemar;
f. mendispersi tumpahan bahan pencemar; dan
g. melaporkan pelaksanaan operasi penanggulangan pencemaran kepada komando lapangan.
(7) Sistem pelaporan dan komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(8) Pedoman teknis operasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. penilaian dan pemantauan pencemaran;
b. penetapan strategi operasi penanggulangan pencemaran;
c. penghentian sumber tumpahan bahan pencemar;
d. pengambilan sampel bahan pencemar;
e. pelokalisiran tumpahan bahan pencemar;
f. pengambilan tumpahan bahan pencemar;
g. penampungan tumpahan bahan pencemar;
h. pendispersi bahan pencemar;
i. pembuangan bahan pencemar; dan
j. evaluasi dan penyiapan dokumen operasi penanggulangan pencemaran.
Koreksi Anda
