Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 6

PERMEN Nomor pm58 Tahun 2013 | Peraturan Menteri Nomor pm58 Tahun 2013 tentang PENANGULANGAN PENCEMARAN DI PERAIRAN DAN PELABUHAN

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Setiap prosedur penanggulangan pencemaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) paling sedikit memuat: a. struktur, tanggung jawab, tugas, fungsi, dan tata kerja organisasi operasional; b. sistem pelaporan dan komunikasi; dan c. pedoman teknis operasi. (2) Struktur dan tata kerja organisasi operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling sedikit terdiri atas: a. koordinator misi (Mission Coordinator-MC); b. komando lapangan (On Scene Commander-OSC); dan c. operator. www.djpp.kemenkumham.go.id (3) Tanggung jawab dan fungsi organisasi operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. koordinator misi mempunyai fungsi mengkoordinir operasi penanggulangan pencemaran di perairan dan/atau pelabuhan, Koordinator Misi Tier 1 dan 2 bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal, dan Koordinator Misi Tier 3 bertanggung jawab kepada Menteri; b. komando lapangan mempunyai fungsi memimpin pelaksanaan operasi penanggulangan pencemaran di perairan dan/atau pelabuhan dan bertanggung jawab kepada koordinator misi; dan c. operator mempunyai fungsi melaksanakan operasi penanggulangan pencemaran di perairan dan/atau pelabuhan dan bertanggung jawab kepada komando lapangan. (4) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, koordinator misi mempunyai tugas: a. mengaktifkan prosedur penanggulangan pencemaran; b. menunjuk dan mengukuhkan komando lapangan; c. merencanakan dan MENETAPKAN strategi operasi penanggulangan pencemaran; d. mengkoordinasikan dukungan sumber daya personil, peralatan, dan lainnya; e. menyatakan pemberhentian operasi penanggulangan pencemaran; dan f. melaksanakan urusan administrasi dan dokumentasi operasi penanggulangan pencemaran. (5) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, komando lapangan mempunyai tugas: a. memimpin dan memegang komando dalam operasi penanggulangan pencemaran dan penanggulangan dampak pencemaran serta operasi lainnya; b. melaksanakan strategi penanggulangan pencemaran; c. meminta dukungan sumber daya yang diperlukan kepada koordinator misi; d. mengarahkan dukungan sumber daya dari unit kegiatan lain dan pelabuhan; e. mengumpulkan informasi data pencemaran dan kondisi lingkungan di wilayah pencemaran; dan www.djpp.kemenkumham.go.id f. melaporkan pelaksanaan operasi penanggulangan pencemaran kepada koordinator misi. (6) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c, operator mempunyai tugas: a. mencari data pencemaran dan kondisi lingkungan di wilayah pencemaran; b. menyiapkan dan mengoperasikan peralatan penanggulangan pencemaran; c. menghentikan sumber tumpahan bahan pencemar; d. mengambil sampel bahan pencemar; e. melokalisir, mengambil, dan menampung tumpahan bahan pencemar; f. mendispersi tumpahan bahan pencemar; dan g. melaporkan pelaksanaan operasi penanggulangan pencemaran kepada komando lapangan. (7) Sistem pelaporan dan komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (8) Pedoman teknis operasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi: a. penilaian dan pemantauan pencemaran; b. penetapan strategi operasi penanggulangan pencemaran; c. penghentian sumber tumpahan bahan pencemar; d. pengambilan sampel bahan pencemar; e. pelokalisiran tumpahan bahan pencemar; f. pengambilan tumpahan bahan pencemar; g. penampungan tumpahan bahan pencemar; h. pendispersi bahan pencemar; i. pembuangan bahan pencemar; dan j. evaluasi dan penyiapan dokumen operasi penanggulangan pencemaran.
Koreksi Anda