Koreksi Pasal 34
PERMEN Nomor 09 Tahun 2014 | Peraturan Menteri Nomor 09 Tahun 2014 tentang TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA
Teks Saat Ini
Tata cara pinjam pakai BMN sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 huruf b diatur sebagai berikut:
a. BMN berupa tanah dan/atau bangunan.
1. Kuasa Pengguna Barang mengajukan usulan pinjam pakai kepada Pengguna Barang yang sekurang-kurangnya memuat pertimbangan yang mendasari diajukannya permintaan, jenis dan spesifikasi barang, detil peruntukan dan jangka waktu pinjam pakai;
2. Pengguna Barang melakukan kajian atas usulan Kuasa Pengguna Barang, terutama menyangkut kelayakan kemungkinan peminjaman Barang Milik Negara tersebut;
www.djpp.kemenkumham.go.id
3. berdasarkan hasil kajian sebagaimana dimaksud dalam huruf a angka 1, Pengguna Barang dapat menyetujui atau tidaknya usulan pinjam pakai;
4. dalam hal Pengguna Barang tidak menyetujui usulan tersebut, Pengguna Barang memberitahukan kepada Kuasa Pengguna Barang, disertai alasannya;
5. dalam hal Pengguna Barang menyetujui usulan tersebut, Pengguna Barang menindaklanjuti dengan mengajukan usulan pinjam pakai kepada Pengelola Barang yang sekurang-kurangnya memuat pertimbangan yang mendasari diajukannya permintaan, jenis dan spesifikasi barang, detil peruntukan dan jangka waktu pinjam pakai;
6. berdasarkan persetujuan pinjam pakai dari Pengelola Barang, Pengguna Barang melaksanakan pinjam pakai yang dituangkan dalam naskah perjanjian pinjam pakai antara Pengguna Barang dan pemerintah daerah, yang antara lain memuat subjek dan objek pinjam pakai, jangka waktu peminjaman, hak dan kewajiban para pihak antara lain kewajiban peminjam untuk melakukan pemeliharaan dan menanggung biaya yang timbul selama pinjam pakai dan persyaratan lain yang dianggap perlu;
7. Pengguna Barang menyampaikan laporan pelaksanaan pinjam pakai kepada Pengelola Barang; dan
8. setelah berakhirnya jangka waktu pinjam pakai, peminjam wajib menyerahkan objek pinjam pakai kepada Pengguna Barang yang dituangkan dalam berita acara serah terima, yang tembusannya disampaikan kepada Pengelola Barang.
b. BMN selain tanah dan/atau bangunan
1. PPBMNW/PPBMNE-1/Kuasa Pengguna Barang sesuai kewenangannya, melaksanakan perundingan awal dengan pihak peminjam;
2. PPBMNW/PPBMNE-1/Kuasa Pengguna Barang kewenangannya, mengusulkan secara berjenjang kepada Pengelola Barang dengan disertai:
a) jenis dan spesifikasi barang;
b) detil peruntukan; dan c) jangka waktu pinjam pakai.
3. atas dasar persetujuan Pengelola Barang, PPBMNW/PPBMNE-1/ Kuasa Pengguna Barang sesuai kewenangannya, menerbitkan keputusan pinjam pakai BMN dengan tembusan kepada Pengguna Barang;
www.djpp.kemenkumham.go.id
4. PPBMNW/PPBMNE-1/Kuasa Pengguna Barang menandatangani perjanjian berdasarkan keputusan pinjam pakai yang dikeluarkan dan sekurang-kurangnya memuat:
a) subjek dan objek pinjam pakai;
b) jangka waktu peminjaman;
c) hak dan kewajiban para pihak antara lain:
1) kewajiban peminjam untuk melakukan pemeliharaan;
2) menanggung biaya yang timbul selama pinjam pakai;
dan 3) persyaratan lain yang dianggap perlu.
5. PPBMNW/PPBMNE-1/Kuasa Pengguna Barang melaporkan pelaksanaan pinjam pakai BMN secara berjenjang kepada Pengguna Barang;
6. PPBMNW/PPBMNE-1 mengajukan usul pinjam pakai BMN kepada satuan atas untuk aset di luar batas kewenangannya; dan
7. setelah berakhirnya jangka waktu pinjam pakai, peminjam wajib menyerahkan objek pakai yang dituangkan dalam berita acara serah terima, yang tembusannya disampaikan kepada Pengguna Barang.
Koreksi Anda
