Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 6

PERMEN Nomor 09 Tahun 2014 | Peraturan Menteri Nomor 09 Tahun 2014 tentang TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Pengguna Barang berwenang dan bertanggungjawab: a. mengatur dan MENETAPKAN pedoman pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kemhan dan TNI; b. menyetujui atau menolak usulan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan BMN yang diajukan oleh Kuasa Pengguna Barang; c. MENETAPKAN status penggunaan Alutsista; d. menggunakan BMN untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Kemhan dan TNI; e. mengajukan usul pelaksanaan penggunaan BMN kepada Pengelola Barang kecuali Alutsista; f. mengajukan usul pemanfaatan BMN kepada Pengelola Barang; g. mengajukan usul penghapusan BMN kepada Pengelola Barang; h. mengajukan usul pemindahtanganan BMN kepada Pengelola Barang; i. menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Kemhan dan TNI kepada Pengelola Barang; j. menerbitkan keputusan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN setelah mendapatkan persetujuan Pengelola Barang; www.djpp.kemenkumham.go.id k. melaksanakan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN setelah menerima persetujuan Pengelola Barang dan menerbitkan keputusan Menteri; l. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kemhan dan TNI; m. dalam melaksanakan wewenang dan tanggungjawabnya, Pengguna Barang dibantu oleh Pejabat di lingkungan Kemhan sebagai berikut: 1. Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan dalam hal merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang kekuatan pertahanan militer; dan 2. Kepala Badan Sarana Pertahanan dalam hal melaksanakan pengelolaan sarana pertahanan. (2) Kuasa Pengguna Barang berwenang dan bertanggungjawab: a. mengatur dan MENETAPKAN pedoman pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN yang berada dalam penguasaannya; b. menyetujui atau menolak usulan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan BMN yang diajukan oleh Pembantu Kuasa Pengguna Barang; c. menggunakan BMN yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi; d. mengajukan usul pelaksanaan penggunaan BMN kepada Pengguna Barang; e. mengajukan usul pemanfaatan kepada Pengguna Barang kecuali Alutsista; f. mengajukan usul penghapusan BMN kepada Pengguna Barang; g. mengajukan usul pemindahtanganan BMN kepada Pengguna Barang; h. melaksanakan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN setelah menerima keputusan Pengguna Barang; i. menerbitkan surat perintah tentang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN setelah menerima keputusan Pengguna Barang; www.djpp.kemenkumham.go.id j. menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi kepada Pengguna Barang; dan k. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN yang berada dalam penguasaannya. (3) Pembantu Pengguna Barang Milik Negara Eselon-1 (PPBMNE-1) berwenang dan bertanggungjawab: a. mengatur dan MENETAPKAN pedoman pengelolaan BMN yang berada dalam penguasaannya; b. menyetujui atau menolak usulan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan BMN yang diajukan oleh PPBMNW; c. menggunakan BMN yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi; d. mengajukan usul pelaksanaan penggunaan BMN kepada Kuasa Pengguna Barang e. mengajukan usul pemanfaatan BMN kepada Kuasa Pengguna Barang kecuali Alutsista; f. mengajukan usul penghapusan BMN kepada Kuasa Pengguna Barang; g. mengajukan usul pemindahtanganan BMN kepada Kuasa Pengguna Barang kecuali Alutsista; h. melaksanakan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN setelah menerima surat perintah Panglima TNI atau Sekjen Kemhan; i. menerbitkan surat perintah kepada PPBMNW tentang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN setelah menerima surat keputusan dan/atau surat perintah Panglima TNI atau Sekjen Kemhan; j. menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi kepada Kuasa Pengguna Barang; dan k. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN. (4) PPBMNW berwenang dan bertanggungjawab: a. mengajukan usul pelaksanaan penggunaan BMN yang berada dalam penguasaannya: www.djpp.kemenkumham.go.id 1. di lingkungan UO Kemhan kepada Kuasa Pengguna Barang; dan 2. di lingkungan TNI kepada PPBMNE-1. b. mengajukan usul pemanfaatan BMN yang berada dalam penguasaannya kecuali Alutsista; 1. di lingkungan UO Kemhan kepada Kuasa Pengguna Barang; dan 2. di lingkungan TNI kepada PPBMNE-1. c. mengajukan usul penghapusan BMN yang berada dalam penguasaannya; 1. di lingkungan UO Kemhan kepada Kuasa Pengguna Barang; dan 2. di lingkungan TNI kepada PPBMNE-1. d. mengajukan usul pemindahtanganan BMN yang berada dalam penguasaannya kecuali Alutsista; 1. di lingkungan UO Kemhan kepada Kuasa Pengguna Barang; dan 2. di lingkungan TNI kepada PPBMNE-1. e. melaksanakan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN yang berada dalam penguasaannya setelah menerima surat perintah; 1. di lingkungan UO Kemhan setelah menerima surat perintah Sekjen Kemhan; 2. di lingkungan Mabes TNI setelah menerima surat perintah Kasum TNI; dan 3. di lingkungan Angkatan setelah menerima surat perintah Kas Angkatan. f. menyerahkan tanah dan bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi kepada PPBMNE-1; dan g. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMN yang berada dalam pengurusannya.
Koreksi Anda