Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 26

PERMEN Nomor 09 Tahun 2014 | Peraturan Menteri Nomor 09 Tahun 2014 tentang TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
Tukar menukar BMN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b diatur sebagai berikut: a. tukar menukar BMN dilakukan dengan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan tugas dan fungsi Kemhan dan TNI, optimalisasi penggunaan BMN dan tidak tersedia dana dalam APBN; b. tukar menukar BMN dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Pengelola Barang; c. tukar menukar BMN dapat dilakukan dalam hal: 1. BMN berupa tanah dan/atau bangunan yang sudah tidak sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang wilayah dan penataan kota; 2. BMN belum dimanfaatkan secara optimal; 3. penyatuan BMN yang lokasinya terpencar; 4. pelaksanaan rencana strategis pemerintah/negara; atau 5. BMN selain tanah dan/atau bangunan yang ketinggalan teknologi sesuai kebutuhan/kondisi/peraturan perundang-undangan. www.djpp.kemenkumham.go.id d. tukar menukar BMN selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan setelah dilakukan kajian berdasarkan aspek teknis dan aspek ekonomis; 1. aspek teknis, antara lain: a) kebutuhan Kemhan dan TNI; b) spesifikasi aset yang dibutuhkan; dan c) aset yang ditukar sudah tidak dibutuhkan lagi untuk pelaksanaan tugas pokok. 2. aspek ekonomis, antara lain: a) tidak tersedianya anggaran untuk pengadaan; b) kajian terhadap nilai aset yang dilepas dan nilai aset pengganti; dan c) menguntungkan negara. e. tukar menukar BMN berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan setelah dilakukan kajian berdasarkan aspek ekonomis dan/atau aspek yuridis: 1. aspek ekonomis, antara lain: a) tidak tersedianya anggaran untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas; b) kajian terhadap nilai aset yang dilepas dan nilai aset pengganti; dan c) menguntungkan negara. 2. aspek yuridis, antara lain: a) Rencana Umum Tata Ruang wilayah dan penataan kota; dan b) peraturan perundang-undangan yang terkait. f. pihak yang dapat melaksanakan tukar menukar BMN adalah Pengguna Barang atau pejabat yang diberi kuasa; g. mitra tukar menukar meliputi: 1. Pemerintah Daerah; 2. Badan Usaha Milik Negara; 3. Badan Usaha Milik Daerah; 4. Badan Hukum Milik Pemerintah lainnya; dan 5. swasta, baik yang berbentuk badan hukum maupun perorangan. h. mitra tukar menukar ditentukan melalui pemilihan calon mitra tukar menukar yang diikuti sekurang-kurangnya 5 (lima) peserta/peminat, www.djpp.kemenkumham.go.id kecuali dilakukan dengan Pemerintah Daerah dan pihak-pihak yang mendapatkan penugasan dari Pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum; i. BMN yang dapat dilakukan tukar-menukar meliputi: 1. tanah dan/atau bangunan yang status penggunaannya ada pada Pengguna Barang; dan 2. selain tanah dan/atau bangunan kecuali Alutsista. j. ketentuan lebih terinci mengenai tata cara pelaksanaan tukar menukar tanah dan/atau bangunan mengikuti peraturan perundang- undangan tentang tukar menukar.
Koreksi Anda