Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 4

PERMEN Nomor 37 Tahun 2013 | Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2013 tentang KRITERIA TEKNIS KAWASAN PERUNTUKAN PERTAMBANGAN

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Dalam rangka penetapan Kawasan Peruntukan Pertambangan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah dilakukan Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan berdasarkan kriteria teknis Kawasan Peruntukan Pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. (2) Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan mineral radioaktif dilakukan dengan cara mengikuti: a. sebaran formasi batuan pembawa mineralisasi radioaktif; b. data indikasi mineralisasi radioaktif; c. data potensi mineralisasi radioaktif; dan/atau d. data cadangan mineral radioaktif. (3) Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan mineral logam dilakukan dengan cara mengikuti: a. sebaran formasi batuan pembawa mineralisasi logam; b. data indikasi mineralisasi logam; c. data potensi mineralisasi logam; dan/atau d. data cadangan mineral logam. (4) Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan mineral bukan logam dan batuan dilakukan dengan cara mengikuti: a. sebaran formasi mineral bukan logam dan batuan; b. data indikasi mineral bukan logam dan batuan; c. data potensi mineral bukan logam dan batuan; dan/atau d. data cadangan mineral bukan logam dan batuan. (5) Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan batubara dilakukan dengan cara mengikuti: a. sebaran formasi batuan pembawa batubara; b. data indikasi sumber daya batubara; c. data potensi batubara; dan/atau d. data cadangan batubara. (6) Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan minyak dan gas bumi dilakukan dengan cara mengikuti: a. batas cekungan minyak dan gas bumi dan/atau cekungan batubara; dan/atau www.djpp.kemenkumham.go.id b. data indikasi dan data potensi minyak dan gas bumi berdasarkan data hasil survei geologi dan geofisika. (7) Delineasi Kawasan Peruntukan Pertambangan panas bumi dilakukan dengan cara mengikuti: a. indikasi potensi panas bumi berdasarkan data Manifestasi Panas Bumi; dan/atau b. indikasi potensi panas bumi berdasarkan data hasil survei/kajian ilmu kebumian yang berhubungan dengan kondisi geologi vulkanik aktif, busur magmatik, cekungan sedimen, dan sesar.
Koreksi Anda
Koreksi Pasal 4 — PERMEN Nomor 37 Tahun 2013 | Pasal.id