PEGAWAI
(1) Pengangkatan pegawai PD. BPR harus memenuhi persyaratan :
a. warga negara INDONESIA;
b. berkelakuan baik dan belum pernah dihukum;
c. mempunyai pendidikan, kecakapan dan keahlian yang diperlukan;
d. dinyatakan sehat oleh dokter yang ditunjuk oleh Direksi;
e. usia paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun;
f. lulus ujian seleksi.
(2) Pengangkatan pegawai dilakukan setelah masa percobaan paling sedikit 3 (tiga) bulan dan paling lama 6 (enam) bulan dengan ketentuan memenuhi Daftar Penilaian Kerja setiap unsur paling sedikit bernilai baik.
(3) Selama masa percobaan, unsur yang dinilai meliputi :
a. loyalitas;
b. kecakapan;
c. kesehatan;
d. kerja sama;
e. kerajinan;
f. kejujuran.
(4) Apabila pada masa akhir masa percobaan calon pegawai tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dapat diberhentikan tanpa mendapat uang pesangon.
(1) Direksi dapat mengangkat tenaga honorer atau tenaga kontrak dengan pemberian honorarium yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(2) Tenaga honorer atau tenaga kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak diperkenankan menduduki jabatan.
(1) Mantan pegawai PD. BPR yang mempunyai keahlian yang sangat diperlukan dapat diangkat menjadi pegawai bulanan untuk paling lama 5 (lima) tahun.
(2) Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan gaji bulanan paling sedikit sebesar gaji pokok pada saat berhenti.
(3) Pengangkatan pegawai bulanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dengan Keputusan Direksi setelah mendapat persetujuan Dewan Pengawas.
Pangkat pegawai diatur dalam golongan dan ruang yang susunannya, meliputi :
a. Pegawai Dasar Muda : Gol A Ruang 1;
b. Pegawai Dasar Muda I : Gol A Ruang 2;
c. Pegawai Dasar : Gol A Ruang 3;
d. Pegawai Dasar I : Gol A Ruang 4;
e. Pelaksana Muda : Gol B Ruang 1;
f. Pelaksana Muda I : Gol B Ruang 2;
g. Pelaksana : Gol B Ruang 3;
h. Pelaksana I : Gol B Ruang 4;
i. Staf Muda : Gol C Ruang 1;
j. Staf Muda I : Gol C Ruang 2;
k. Staf : Gol C Ruang 3;
l. Staf I : Gol C Ruang 4;
m. Staf Madya : Gol D Ruang 1;
n. Staf Madya I : Gol D Ruang 2;
o. Staf Madya Utama : Gol D Ruang 3;
p. Staf Utama : Gol D Ruang 4.
Pangkat yang dapat diberikan untuk mengangkatan pertama, sebagai berikut :
a. berijasah Sekolah Dasar dimulai dengan pangkat Pegawai Dasar Muda gologan ruang A/1;
b. berijasah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dimulai dengan pangkat Pegawai Dasar Muda I golongan ruang A/2;
c. berijasah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dimulai dengan pangkat Pelaksana Muda golongan ruang B/1;
d. berijasah Sarjana Muda dimulai dengan pangkat Pelaksana Muda I golongan ruang B/2;
e. berijasah S-1 dimulai dengan pangkat Staf Muda golongan ruang C/1;
f. berijasah S-2 dimulai dengan pangkat Staf Muda I golongan ruang C/2.
(1) Kenaikan pangkat pegawai ditetapkan pada periode Januari dan Juli setiap tahun.
(2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari :
a. kenaikan pangkat regular;
b. kenaikan pangkat pilihan;
c. kenaikan pangkat penyesuaian;
d. kenaikan pangkat istimewa;
e. kenaikan pangkat pengabdian;
f. kenaikan pangkat anumerta.
(1) Kenaikan pangkat regular diberikan kepada pegawai yang mempunyai syarat-syarat yang ditentukan tanpa memperhatikan jabatan yang dijabat.
(2) Paling banyak kenaikan pangkat regular yang dicapai seorang pegawai sebagai berikut :
a. berijasah Sekolah Dasar sampai dengan pangkat Pelaksana Muda golongan ruang B/1;
b. berijasah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama sampai dengan pangkat Pelaksana Muda I golongan ruang B/2;
c. berijasah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas sampai dengan pangkat Staf Muda golongan ruang C/1;
d. berijasah Sarjana Muda sampai dengan pangkat Staf Muda I golongan ruang C/2;
e. berijasah S-1 sampai dengan pangkat Staf Madya golongan ruang D/1;
f. berijasah S-2 sampai dengan pangkat Staf Madya golongan ruang D/2.
(3) Kenaikan pangkat regular sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan setingkat lebih tinggi apabila :
a. telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimiliki dan setiap unsur penilaian kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
b. telah 5 (lima) tahun dalam pangkat yang dimiliki dan setiap unsur penilaian kerja paling sedikit bernilai cukup dalam 1 (satu) tahun terakhir.
(1) Pegawai yang memiliki Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjtuan Tingkat Atas Kejuruan menduduki pangkat Pelaksana Muda golongan ruang B/1 diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Pelaksana Muda I dengan golongan ruang B/2.
(2) Pegawai yang memiliki Ijasah Sarjana Muda/D-3 Akademi menduduki pangkat Pelaksana Muda I golongan ruang B/2 diberikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Pelaksana dengan golongan ruang B/3.
(3) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), diberikan apabila :
a. telah 2 (dua) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan unsur penilaian kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
b. telah 3 (tiga) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan unsur penilaian kerja rata-rata bernilai baik dengan ketentuan tidak ada unsur penilaian kerja yang bernilai kurang.
(1) Kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada pegawai yang memangku jabatan dan telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
(2) Kenaikan pangkat pilihan diberikan dalam batas-batas jenjang pangkat yang ditentukan untuk masa jabatan yang bersangkutan.
(3) Kenaikan pangkat pilihan dilaksanakan setiap kali dengan kenaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi apabila :
a. telah 2 (dua) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan unsur penilain kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
b. telah 3 (tiga) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan unsur penilaian kerja rata-rata bernilai baik dan tidak ada unsur penilaian kerja yang bernilai kurang selama 1 (satu) tahun terakhir.
(1) Pegawai yang memangku jabatan dengan pangkat lebih rendah dari pangkat awal dari jenjang pangkat, setiap kali dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi apabila :
a. paling sedikit telah 1 (satu) tahun memangku jabatan dan telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir dengan hasil penilaian kerja setiap unsur bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
b. paling sedikit telah 1 (satu) tahun memangku jabatan dan telah 3 (tiga) tahun dalam pangkat terakhir dengan hasil penilaian kerja setiap unsur bernilai rata- rata baik dalam 2 (dua) tahun terakhir tanpa nilai kurang.
(2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan paling banyak 3 (tiga) kali selama menjadi pegawai.
(1) Pegawai yang memperoleh Tanda Tamat Belajar atau ijazah dapat dinaikkan pengkatnya sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60.
(2) Penyesuaian pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan apabila :
a. keahlian yang bersangkutan diperlukan dan disesuaikan dengan kebutuhan PD. BPR;
b. paling sedikit 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir dengan penilaian kerja rata- rata bernilai baik.
Kenaikan pangkat istimewa diberikan kepada pegawai yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa atau menemukan penemuan baru yang bermanfaat untuk PD. BPR.
(1) Pegawai yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64, dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi apabila :
a. menunjukkan prestasi kerja yang meyakinkan secara terus menerus selama 2 (dua) tahun terakhir;
b. telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir;
c. hasil penilaian kerja setiap unsur amat baik selama 2 (dua) tahun terakhir;
d. masih dalam batas jenjang pangkat yang ditentukan untuk pegawai yang bersangkutan.
(2) Pegawai yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat untuk PD. BPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64, dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi apabila setelah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir dan hasil penilaian kerja rata- rata bernilai baik tanpa nilai kurang.
(3) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), tidak terikat pada jabatan.
Pegawai memasuki masa pensiun dapat diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi dari pangkatnya dengan ketentuan paling sedikit telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir.
Pegawai yang meninggal dunia dalam melaksanakan tugas diberikan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi dari pangkat yang terakhir.
(1) Setiap pegawai berhak atas gaji pokok, tunjangan-tunjangan dan penghasilan lainnya yang sah sesuai dengan pangkat, jenis pekerjaan dan tanggung jawabnya.
(2) Besarnya penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak boleh kurang dari ketentuan upah minimum yang berlaku di Kota Malang.
(3) Pemberian hak pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan skala usaha PD. BPR.
(1) Penyusunan skala gaji Pegawai PD. BPR dapat mengacu pada prinsip-prinsip skala gaji Pegawai Negeri Sipil yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan PD. BPR.
(2) Skala gaji sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(1) Pegawai berhak mendapat cuti tahunan, cuti besar, cuti nikah, cuti bersalin, cuti sakit dan cuti karena halangan penting atau cuti menunaikan ibadah haji serta cuti di luar tanggungan PD. BPR.
(2) Pegawai yang melaksanakan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tetap diberikan penghasilan penuh, kecuali cuti diluar tanggungan PD. BPR.
(1) Pegawai berhak atas jaminan hari tua yang dananya dihimpun dari usaha PD. BPR atau iuran pegawai PD. BPR yang ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(2) Besarnya tunjangan hari tua sebagaimana dimaksud pada ayat (1), didasarkan atas perhitungan gaji.
(1) Pegawai yang diangkat dalam pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, diberikan gaji pokok menurut golongan ruang yang ditentukan untuk pangkat.
(2) Pegawai dalam masa percobaan mendapat gaji sebesar 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokok.
(1) Pegawai yang beristri/bersuami diberikan tunjangan istri/suami paling tinggi 10% (sepuluh persen) dari gaji pokok.
(2) Pegawai yang mempunyai anak berumur kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, belum mempunyai penghasilan sendiri dan belum atau tidak menikah diberikan tunjangan anak sebesar 5% (lima persen) dari gaji pokok untuk setiap anak.
(3) Tunjangan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat diperpanjang sampai umur 25 (dua puluh lima) tahun, apabila anak tersebut masih bersekolah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah.
(4) Tunjangan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diberikan paling banyak untuk 2 (dua) orang anak.
Setiap akhir tahun setelah tutup buku, pegawai diberikan jasa produksi sesuai dengan ketentuan PD. BPR.
(1) Pegawai yang memiliki nilai rata-rata baik dalam Daftar Penilaian Kerja Pegawai, diberikan kenaikan gaji berkala setiap 2 (dua) tahun sekali.
(2) Apabila yang bersangkutan belum memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kenaikan gaji berkala ditunda paling lama 2 (dua) tahun.
(1) Penghasilan pegawai terdiri dari gaji ditambah tunjangan-tunjangan, sebagai berikut :
a. tunjangan pangan;
b. tunjangan kesehatan;
c. tunjangan kemahalan;
d. tunjangan lainnya yang sah.
(2) Pegawai beserta keluarganya yang menjadi tanggungan diberi tunjangan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi pengobatan dan/atau perawatan di rumah sakit, klinik dan lain-lain yang pelaksanaannya ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(3) Tunjangan kemahalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, diberikan berdasarkan hasil angka prosentase tertentu dengan jumlah gaji untuk menyesuaikan dengan tingkat harga yang berlaku.
(1) Pejabat struktural disamping mendapat tunjangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1), diberikan tunjangan jabatan dan tunjungan perumahan.
(2) Disamping tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direksi dapat MENETAPKAN tunjangan lain.
Dewan Pengawas dan Direksi serta pegawai PD. BPR membayar pajak penghasilan atas beban PD. BPR.
Pegawai diberikan santunan kematian, kecelakaan dan bantuan bencana alam yang ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(1) Direksi memberikan jasa pengabdian/penghargaan kepada pegawai yang mempunyai masa kerja pada PD. BPR secara terus menerus selama 10 (sepuluh) tahun, 15 (lima belas tahun), 20 (dua puluh) tahun dan 25 (dua puluh lima) tahun yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan PD. BPR.
(2) Direksi memberikan tanda jasa keapda pegawai yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dan/atau berjasa dalam pengembangan PD. BPR.
(3) Pemberian jasa pengabdian/penghargaan dan tanda jasa kepada pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
Setiap pegawai wajib :
a. mendukung dan membela serta mengamalkan idiologi Negara berdasarkan Pancasila dan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
b. mendahulukan kepentingan PD. BPR diatas kepentingan lainnya;
c. mematuhi dan menaati segala kewajiban dan menjauhi segala larangan;
d. memegang teguh rahasia PD. BPR dan rahasia jabatan;
e. mengangkat sumpah pegawai dan sumpah jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pegawai dilarang :
a. melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan PD. BPR dan atau Negara;
b. melakukan hal-hal yang mencemarkan nama baik PD. BPR dan atau Negara;
c. menggunakan kedudukannya untuk memberikan keuntungan untuk diri sendiri dan secara langsung atau tidak langsung yang merugikan PD. BPR;
d. memberikan keterangan tertulis atau lisan mengenai rahasia PD. BPR kepada pihak lain.
(1) Pegawai PD. BPR dapat dikenakan hukuman disiplin.
(2) Jenis hukuman yang dikenakan kepada pegawai PD. BPR sebagai berikut :
a. teguran lisan;
b. teguran tertulis;
c. penundaan kenaikan gaji berkala;
d. penundaan kenaikan pangkat;
e. penurunan pangkat;
f. pembebasan jabatan;
g. pemberhentian sementara;
h. pemberhentian dengan hormat;
i. pemberhentian dengan tidak hormat.
(3) Pelaksanaan penjatuhan hukuman sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
Pegawai PD. BPR diberhentikan sementara apabila disangka telah melakukan tindakan yang merugikan PD. BPR atau kejahatan/tindak pidana.
(1) Pegawai yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84, mulai bulan berikutnya diberikan 50% (lima puluh persen) dari gaji.
(2) Lamanya pemberhentian sementara paling lama 6 (enam) bulan, kecuali permasalahannya menjadi urusan pihak aparat penegak hukum.
(1) Dalam hal hasil penyidikan/pemeriksaan pegawai yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84, tidak terbukti bersalah, pegawai yang bersangkutan harus dipekerjakan kembali dalam jabatan dan berhak menerima sisa penghasilannya yang belum diterima.
(2) Dalam hal ada kepastian seorang pegawai telah berbuat atau telah melakukan suatu tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84, Direksi dapat memberhentikan dengan tidak hormat.
(1) Pegawai diberhentikan dengan hormat apabila :
a. meninggal dunia;
b. telah mencapai usia dan masa kerja untuk memperoleh pensiun;
c. kesehatan tidak mengijinkan yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter tim penguji tersendiri;
d. permintaan sendiri;
e. pengurangan pegawai.
(2) Pegawai yang telah berusia 56 (lima puluh enam) tahun dan telah mempunyai masa kerja paling sedikt 21 (dua puluh satu) tahun diberhentikan dengan hormat dan mendapat jaminan tunjangan hari tua yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(3) Pegawai yang diberhentikan dengan hormat dengan tidak mempunyai tunjangan hari tua diberikan pesangon yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(4) Pegawai yang diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, pelaksanaannya berlaku pada akhir bulan berikutnya.
Pegawai diberhentikan dengan tidak hormat apabila :
a. melanggar sumpah pegawai dan atau sumpah/jabatan;
b. dihukum berdasarkan keputusan pengadilan dalam perkara pidana yang telah memperoleh kekuatan hukun tetap;
c. dihukum karena melakukan penyelewengan idiologi negara;
d. penyelewengan di bidang keuangan.
(1) Ketentuan kepegawaian PD. BPR ditetapkan dengan Keputusan Direksi atas persetujuan Walikota setelah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pengawas.
(2) Pelaksanaan pengangkatan, kenaikan pangkat, kenaikan gaji, kenaikan gaji berkala, pemberian penghargaan, penjatuhan hukuman disiplin dan pemindahan serta pemberhentian pegawai ditetapkan dengan Keputusan Direksi.