PP NOMOR 54 TAHUN 2021 tentang Jenis dan Tarif

  • Bagikan
PP NOMOR 54 TAHUN 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Perindustrian
PP NOMOR 54 TAHUN 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Perindustrian
JenisPeraturan Pemerintah
Nomor54
Tahun2021
JudulPeraturan Pemerintah (PP) tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Perindustrian
Ditetapkan Tanggal08 Maret 2021
Diundangkan Tanggal08 Maret 2021

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2021

TENTANG

JENIS  DAN TARIF ATAS JENIS  PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN  REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

a.    bahwa untuk  melakukan  penyesuaian  jenis  dan  tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada   Kementerian    Perindustrian  sebagaimana  telah diatur  dalam  Peraturan  Pemerintah  Nomor   47   Tahun 2011  tentang  Jenis dan  Tarif atas  Jenis   Penerimaa Negara   Bukan   Pajak   yang  berlaku   pada Kementerian Perindustrian,  perlu  mengatur  kembali jenis  dan  tarif atas jenis Penerimaan Negara  Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian  Perindustrian;

b.    bahwa berdasarkan  pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (3),  Pasal  8  ayat (3),  dan   Pasal  10 ayat (2)  Undang• Undang Nomor 9 Tahun  2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak,   perlu   menetapkan  Peraturan   Pemerintah tentang  Jenis  dan   Tarif   atas Jenis  Penerimaan  Negara Bukan   Pajak   yang    Berlaku  pada   Kementerian Perindustrian

Mengingat

1.     Pasal    5   ayat  (2)   Undang-Undang  Dasar  Negara   Republik Indonesia Tahun 1945;

2.    Undang-Undang Nomor 9  Tahun  2018  tentang  Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara  Republik Indonesia Tahun    2018   Nomor   147,  Tambahan   Lembaran   Negara Republik Indonesia Nomor 6245);

3.    Peraturan  Pemerintah Nomor 69  Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Atas Jenis Penerimaan  Negara Bukan Pajak (Lembaran  Negara  Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor    268,     Tambahan     Lembaran     Negara     Republik Indonesia Nomor 6584);

MEMUTUSKAN

Menetapkan

PERATURAN PEMERINTAH  TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN  PERINDUSTRIAN

Pasal 1

(1)   Jenis Penerimaan  Negara Bukan  Pajak yang berlaku  pada

Kementerian  Perindustrian  meliputi  penerimaan  dari:

  • a.    jasa pelayanan penyelenggaraan pendidikan;
  • b.    jasa pelayanan teknis pengujian;
  • c.    jasa pelayanan teknis kalibrasi;
  • d.    jasa pelayanan pelatihan  teknis;
  • e.    jasa pelayanan inspeksi teknik;
  • f.     jasa pelayanan teknis teknologi  proses dan mesin;
  • g.    jasa pelayanan teknis sertifikasi;
  • h.    jasa pelayanan teknis konsultansi;
  • 1.      jasa  penggunaan sarana  dan prasarana  sesuai  tugas dan fungsi;
  • j.       denda administratif sistem informasi industri nasional;
  • k.    royalti  atas lisensi  kekayaan intelektual;
  • 1.       jasa alih  teknologi hasil penelitian dan pengembangan;
  • m.   jasa penelitian dan pengembangan;
  • n.    jasa rancang bangun dan perekayasaan industri;
  • o.    jasa pelayanan teknologi  informasi;  dan
  • p.    jasa inkubator bisnis.
BACA:   PP 57 tahun 2021 - Standar Pendidikan Nasional

(2)    Jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana   dimaksud  pada  ayat  (1)   huruf  a   sampai dengan   huruf   j     ditetapkan    dalam    Lampiran    yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.

Pasal  2

(1)   Jenis  dan  tarif  Penerimaan  Negara   Bukan   Pajak  yang berasal  dari:

  • a.  jasa     pelayanan     penyelenggaraan    pendidikan sebagaimana  dimaksud dalam Pasal  1  ayat (1) huruf a; dan
  • b.   jasa     pelayanan    teknis    pengujian    sebagaimana dimaksud dalam Pasal  1   ayat (1) huruf b, selain sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran dapat dilakukan  kerja sama dengan pihak lain.

(2) Tarif atas  jenis  Penerimaan  Negara  Bukan  Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  sebesar nilai nominal yang tercantum  dalam kontrak kerja sama.

Pasal 3

(1) Tarif atas  jenis  Penerimaan  Negara  Bukan  Pajak sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal   1     ayat  (1)   huruf  b sampai dengan huruf h  tidak termasuk biaya transportasi dan akomodasi.

(2)   Biaya transportasi dan akomodasi sebagaimana dimaksud pada  ayat  (1)    dibebankan   kepada  wajib  bayar   sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 4

( 1)    Denda  administratif  sistem  informasi   industri   nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1  ayat (1) huruf j besarannya  dinyatakan dalam nilai rupiah maksimum.

(2)   Ketentuan  lebih   lanjut mengenai  besaran denda dan tata cara   pengenaan   denda   sebagaimana   dimaksud   pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri  Perindustrian.

Pasal  5

(1)    Selain jenis Penerimaan Negara  Bukan Pajak sebagaimana dimaksud  dalam  Pasal   1     ayat  (1)   huruf j,  meliputi juga penerimaan dari denda administratif untuk pelanggaran:

  • a.    terkait alih  teknologi;
  • b.    standar kompetensi  kerja nasional Indonesia wajib;
  • c.    sumber  daya  alam  secara  efisien,  ramah  lingkungan dan berkelanjutan;
  • d.    perizinan berusaha  industri;
  • e.    perizinan  berusaha kawasan industri;
  • f.    perizinan berusaha  perluasan  industri;
  • g.    perizinan berusaha  perluasan  kawasan industri;
  • h.   pemenuhan standar kawasan industri;
  • 1.      terkait standar nasional  Indonesia;
  • j.       terkait  standarisasi  industri  hijau;
  • k.     pengadaan barang dan/ atau jasa terkait dengan tingkat komponen  dalam  negeri  yang dilakukan  oleh   pejabat pengadaan;  dan

1.     pengadaan barang dan/ atau jasa terkait dengan tingkat komponen dalam negeri yang dilakukan oleh  produsen.

(2)   Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3)   Ketentuan  lebih   lanjut mengenai  besaran denda dan tata cara pengenaan  denda  sebagaimana dimaksud  pada ayat (2)  diatur dengan Peraturan Menteri  Perindustrian.

(4)   Besaran    denda    dan    tata    cara    pengenaan    denda sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Menteri  Keuangan.

Pasal 6

Dalam  hal  terdapat  jenis  Penerimaan  Negara  Bukan  Pajak berupa  denda administratif untuk  pelanggaran sebagaimana dimaksud  dalam  Pasal  5  ayat  (1)  huruf k  dan huruf l   pada kementerian/lembaga selain Kementerian  Perindustrian, jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak tersebut menjadi penerimaan negara bukan pajak kementerian/lembaga  terkait.

BACA:   Perlindungan Khusus Bagi Anak No 78 Tahun 2021

Pasal  7

(1)  Jenis    Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud   dalam   Pasal    1      ayat   (1)    huruf  k,   huruf  1, huruf m,   huruf n,   huruf o,  dan  huruf  p  dilaksanakan berdasarkan kontrak kerja sama.

(2) Tarif atas  jenis  Penerimaan  Negara  Bukan  Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  sebesar nilai nominal yang tercantum  dalam kontrak kerja sama.

Pasal 8

(1)   Tarif   atas   Jenis   Penerimaan    Negara    Bukan    Pajak sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  1    ayat  (1)   huruf b, huruf c, dan huruf h untuk:

  • a.    siswa   atau    mahasiswa    yang   sedang    melakukan penelitian ilmiah atau tugas akhir;  atau
  • b.    industri  kecil, sebesar  75%   (tujuh   puluh  lima  persen)   dari   tarif  yang tercantum  dalam Lampiran  Peraturan  Pemerintah ini.

(2)   Ketentuan lebih  lanjut mengenai persyaratan dan tata cara pengenaan  tarif   sebagaimana   dimaksud  pada  ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri  Perindustrian.

(3)  Persyaratan dan tata cara pengenaan tarif sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (2)   harus  terlebih  dahulu mendapatkan persetujuan Menteri  Keuangan.

Pasal  9

( 1)     Dengan pertimbangan tertentu, tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1)  dan Pasal 5 dapat dikenakan tarif sampai dengan Rp0,00 (nol  rupiah)  atau 0%  (nol  persen).

(2)   Ketentuan lebih  lanjut mengenai besaran, persyaratan dan tata cara pengenaan tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri  Perindustrian.

(3) Besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Menteri  Keuangan.

Pasal  10

Seluruh  Penerimaan  Negara Bukan  Pajak  yang  berlaku  pada

Kementerian  Perindustrian  wajib disetor ke  Kas Negara.

Pasal  11

Pada saat  Peraturan  Pemerintah ini mulai berlaku,  Peraturan Pemerintah  Nomor 47 Tahun  2011 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian  Perindustrian  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia   Tahun   2011    Nomor     122,   Tambahan   Lembaran Negara  Republik  Indonesia  Nomor  5259)  dicabut  dan dinyatakan tidak  berlaku.

Pasal  12

Peraturan     Pemerintah    ini     mulai     berlaku    setelah     15 (lima  belas)  hari  terhitung sejak tanggal diundangkan.

PENJELASAN ATAS

PERATURAN PEMERINTAH  REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2021

TENTANG

JENIS  DAN TARIF ATAS JENIS  PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

I.    UMUM

Untuk  mengoptimalkan Penerimaan  Negara  Bukan  Pajak guna menunjang pembangunan nasional,  Penerimaan Negara Bukan  Pajak pada Kementerian  Perindustrian  sebagai  salah  satu  sumber penerimaan  negara perlu dikelola dan dimanfaatkan  untuk  peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kementerian  Perindustrian  telah  memiliki  jenis  dan  tarif  atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah  Nomor   4 7  Tahun   2011   tentang   Jenis  dan  Tarif atas  Jenis Penerimaan  Negara  Bukan  Pajak yang Berlaku  pada  Kementerian Perindustrian. Namun, dengan adanyajenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang baru dan perubahan  tarif,  perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Perindustrian  dengan Peraturan Pemerintah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *