PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa

  • Bagikan
PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa
Jenis peraturanPeraturan Pemerintah
Nomor11
Tahun 2021
Judul peraturanPeraturan Pemerintah (PP) tentang Badan Usaha Milik Desa
Ditetapkan02 Februari 2021
Berlaku mulai02 Februari 2021

PERATURAN PEMERINTAH  REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN  2021

TENTANG

BADAN USAHA MILIK DESA

Menimbang

bahwa untuk melaksanakan Ketentuan  Pasal  117 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta   Kerja, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Badan Usaha Milik Desa;

Mengingat

  1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  2. Undang-Undang  Nomor  6  Tahun   2014  tentang  Desa (Lembaran   Negara   Republik  Indonesia   Tahun   2014 Nomor    7,   Tambahan    Lembaran   Negara    Republik Indonesia  Nomor 5495);
  3. Undang-Undang Nomor   11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja   (Lembaran   Negara   Republik  Indonesia   Tahun 2020    Nomor   245,     Tambahan     Lembaran     Negara Republik Indonesia  Nomor 6573);

Menetapkan

MEMUTUSKAN:

PERATURAN  PEMERINTAH  TENTANG  BADAN USAHA MILIK DESA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal  1

Dalam  Peraturen  Pemerintah ini yang dimaksud dengan:

  1. Badan  Usaha  Milik   Desa  yang  selanjutnya  disebut BUM  Desa adalah  badan hukum yang didirikan oleh desa dan/ atau  bersama desa-desa guna  mengelola usaha,   memanfaatkan   aset,   mengembangkan investasi  dan  produktivitas,  menyediakan  jasa pelayanan,     dan/atau     menyediakan   jenis    usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
  2. Usaha BUM  Desa adalah kegiatan di  bidang ekonomi dan/ atau   pelayanan  umum   yang  dikelola    secara mandiri oleh  BUM Desa.
  3. Unit  saha   BUM   Desa  adalah   badan  usaha  milik BUM    Desa   yang   melaksanakan    kegiatan   bidang ekonomi     dan/atau     pelayanan    umum    berbadan hukum  yang melaksanakan  fungsi  dan tujuan  BUM Desa.
  4. Desa adalah  Desa dan  Desa adat  atau  yang disebut dengan nama  lain,  selanjutnya  disebut  Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah  yang berwenang untuk  mengatur  dan mengurus urusan  pemerintahan,  kepentingan masyarakat  setempat  berdasarkan  prakarsa masyarakat,  hak asal usul,  dan/atau  hak tradisional yang  diakui   dan  dihormati   dalam   sistem pemerintahan Negara  Kesatuan  Republik Indonesia.
  5. Pemerintah   Desa  adalah   Kepala   Desa  atau   yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai  unsur penyelenggara pemerintahan  Desa.
  6. Musyawarah  Desa  atau  yang  disebut  dengan  nama lain   adalah   musyawarah  antara  badan permausyawaratan desa,  Pemerintah Desa,  dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh badan permusyawaratan desa untuk  menyepakati  hal  yang bersifat strategis.                                         
  7. Musyawarah     Antar     Desa     adalah      musyawarah bersama  antara  Desa dengan Desa lain yang dihadiri oleh  masing-masing badan permusyawaratan desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan atas kesepakatan masing-masing Kepala Desa dalam rangka  kerja  sama  antar  Desa.
  8. Peraturan    Desa    adalah     peraturan    perundang undangan  yang diciptakan  oleh   Kepala  Desa setelah dibahas  dan  disepakati   bersama  badan permusyawaratan  desa.
  9. Peraturan   Bersama  Kepala   Desa  adalah   peraturan yang ditetapkan  oleh   Kepala  Desa dari  2  (dua)  Desa atau  lebih    yang  dibahas   dan   discpakati   bersama daiam  Musyawarah  Antar  Desa dalam  rangka  kerja sama antar Desa.
  10. Anggaran Dasar adalah ketentuan pokok tata laksana organisasi BUM  Desa yang merupakan  begian  tidak terpisahkan   dari   Peraturan    Desa   atau   Peraturan Bersama Kepala  Desa tentang pendirian  BUM Desa.
  11. Orgarisasi BUM  Desa adalah  kelengkapan organisasi BUM Desa yang terdiri atas Musyawarah Desa/Musyawarah Antar  Desa,  penasihat,  pelaksana operasional,  dan pengawas.
  12. Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja Desa   selanjutnya disebut APB Desa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan  Desa.
  13. Aset Desa adalah barang milik  Desa yang berasal dari kekayaan asli  Desa,  dibeli  atau  diperoleh atas beban Anggaran  Pendapetan  dan  Belanja  Desa  atau perolehan hak lainnya yang sah.
  14.  Aset  BUM  Desa   adalah  harta  atau  kekayaan milik BUM  Desa,  baik   yang berupa  uang  maupun  benda lain  yang dapat  dinilai  dengan  uang  baik  berwujud ataupun   tidak  berwujud,   sebogai   surnber  ekonomi yang diharapkan  memberikan marfaat atau hasil.
  15. Pemerintah  Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang   memegang  kekuascan    pemnerintahan    negara Republik Indonesia  yang dibantu  oleh  Wakil Presiden dan  menteri  sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang• Undang   Dasar    Negara    Republik   Indonesia   Tahun 1945.
  16. Pemerintah   Daerah   adalah   kepala   daerah  sebagai unsur  penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan  urusan   pemerintahan  yang menjadi kewenangan daerah otonom.
  17. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan  di  bid~ng Desa,  pembangunan daerah tertinggal,  dan transmigrasi.
BACA:   PP Nomor 2 Tahun 2021 Penyelenggaraan Nama Rupabumi

Pasal 2

BUM Desa terdiri  atas:

a.       BUM Desa  dan

b.       BUM Desa bersama.

Pasal  3

BUM  Desa/BUM  Desa bersama bertujuan:

a.   melakukan  kegiatan  usaha   ekonomi   melalui pengelolaan usaha, serta pengembangan investasi dan produktivitas perekonomian,  dan potensi Desa;

b.   melakukan  kegiatan  pelayanan  umum  melalui penyediaan  barang  dan/ atau jasa  serta pemenuhan kebutuhan umum masyarakat Desa, dan mengelola lumbung  pangan Desa;

c. memperoleh keuntungan atau leba bersih bagi peningkatan pendapat:an asli Desa mergembangkan sebesar-lesarnya manfaat serta atas surnber daya ekonomi masyarakat Desa

d.       pemanfaatan   Aset   Desa    guna   menciptakan   nilai tan:bah atas Aset  Desa;  dan

e.       mengembangkan  ekosistem ekonomi digital  di Desa .

Pasal 4

Dalam    mewujudkan    tujuan    BUM     Desa/BUM     Desa bersama     se bagaimana      dimaksud     dalam     Pasal      3, pengelolaan BUM  Desa/BUM  Desa bersama  dilaksanakan berdasarkan   semangat   kekeluargaan    dan kegotongroyongan dengan prinsip:

a.       profesional;

b.       terbuka dan bertanggung jawab;

c.       partisipatif;

d.       prioritas sumber daya  lokal;  dan e.       berkelanjutan.

Pasal  5

Pencapaian tujuan BUM Desa/BUM Desa bersama sebagaimana dimaksud  dalam  Pasal  3,  dilakukan melalui pengembangan fungsi BUM Desa/BUM Desa bersama meliputi:

a.       konsolidasi  produk barang dan/ atau jasa masyarakat Desa;

b.       produksi  barang dan/ atau jasa;

c.       penampung,  pembeli,  pemasaran produk masyarakat Desa;

d.       inkubasi  usaha masyarakat Desa;

e.       stimulasi  dan dinamisasi  usaha ekonomi  masyarakat Desa;

f.       pelayanan    kebuuuhan     dasar    dan    umum    bagi masyarakat Desa;

g.      peningkatan      kemanfaatan     dan     nilai      ekonomi kekayaan   budaya,    religiositas,    dan   sumber   daya alam  dan

BACA:   PP Nomor 32 Tahun 2021-Penyelenggaraan Bidang Penerbangan

h.      peningkatan   nilai    tambah   atas   Aset     Desa     dan pendapatan asli  Desa.

Pasal  6

BUM  Desa/BUM  Dcsa  bersama dapat menjalankan  usaha di   bidang  ekonomi   dan/atau   pelayanan   umum   sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB II

PENDIRIAN BUM DESA/BUM  DESA BERSAMA

Pasal  7

(1)     BUM  Desa didirikan  oleh   1    (satu}  Desa   berdasarkan Musyawarah  Desa  clan  pendiriannya  ditetapkan dengan Peraturan Desa.

(2)     BUM  Desa bersama  didirikan oleh  2  (dua)  Desa atau lebih  berdasarkan Musyawarah Antar Desa dan pendiriannya ditetapkan dengan Peraturan Bersama Kepala  Desa.

(3)     BUM  Desa bersama  didirikan berda..sarkan  kesamaan potensi,  kegiatan usaha,  atau kedekatan wilayah.

(4)     Pendirian BUM Desa bersama  sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak terikat pada batas wilayah administratif.

(5)     Pendirian BUM Desa  bersama dilakukan Desa dengan Desa lain  secara langsung .tanpa  mempertimbangkan ada  atau tidaknya  BUM Des  di Desa masing-masing.

(6)     Peraturan  Desa sebagaimana dimaksud  pada ayat ( 1) dan Peraturan Bersama Kepala Desa sebagaimana dimaksud  pada ayat (2)  paling sedikit memuat:

a.      penetapan    pendirian    BUM    Desa/BUM    Desa bersama;

b.       Anggaran  Dasar BUM  Desa/BUM  Desa bersama; dan

c.       penetapan   besarnya   penyertaan   modal ‘Desa dan/atau  masyarakat  Desa  dalam  rangka pendirian  BUM  Desa/BUM  Desa bersama.

Pasal 8

(1)     BUM  Desa/BUM   Desa  bersama   memperoleh  status badan hukum pada saat diterbitkannya sertifikat pendaftaran  secara elektronik dari menteri yang mcnyelenggarakan urusan   pemerintahan   di   bidang hukum dan hak asasi  manusia.

(2)     Dalam  hal  BUM  Desa/BUM  Desa bersama  meriliki Unit    Usaha     BUM     Desa/BUM     Desa     bersama, kedudukan   badan   hukum   unit   usaha    tersebut terpisah  dari  BUM  Desa/BUM  Desa bersama  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 9

(1) Untuk memperoleh status sebagaimana dimaksud dalam Pemerintah Desa melakukan badan hukum Pasal 8 ayat (‘), pendaftaran BUM
Desa/BUM Desa bersama kepada Menteri melalui
sistem informasi Desa.

(2)   Hasil pendaftaran BUM Desa/BUM Desa bersama scbagaimana   dimaksud   pada   ayat   (1)   terintegrasi dengan sistem administrasi badan hkum pada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan   di    bidang   hukum    dan   hak    asasi manus1a.

(3) Hasil pendaftaran BUM Desa/BUM Desa bersama scbagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi dasar menteri     yang      meyelcnggarakan     urusan pemerintahan    di    bidang   hukum   dan   hak   asasi manusia   untuk   menerbitkan  sertifikat  pendaftaran badan hukum BUM Desa/BUM  Desa bersama.

(4) Ketentuan   mengenai   pendaftaran   BUM   Desa/BUM Desa bersama  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (l) diatur dengan Peraturan Menteri.

(5)     Ketentuan mengenai penerbitan sertifikat pendaftaran badan hukum BUM Desa/BUM Desa bersama sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (3)  diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan    di    bidang   hukum   dan   hak   asasi manus1a.

Pasal  10

Pendirian   BUM   Desa/BUM   Desa  bersamz   sebagaimana dimaksud  dalam Pasal  7 didasarkan  pada pertimbangan:

a.       kebutuhan masyarakat;

b.       pemecahan masalah  bersama, c.       kelayakan usaha;

d.      model bisnis,  tata kelola,  bentuk organisasi dan jenis usaha,  serta pengetahuan dan teknologi;  dan

e.    vis: pelestarian, orientasi keberlanjutan, dan misi pelindungan nilai religi,  adat istiadat,  perilaku sosial, dan kearifan lokal.

BAB III

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal  11

(1)     Anggaran  Dasar  BUM  Desa/BUM  Desa bersama  dan perubahannya dibahas dan ditetapkan dalam Musyawarah  Desa/Musyawarah Antar Desa.                                           .

(2)     Anggaran    Dasar   BUM    Desa/BUM    Desa   bersama

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *