PP Nomor 2 Tahun 2021 Penyelenggaraan Nama Rupabumi

  • Bagikan
PP Nomor 2 Tahun 2021-Penyelenggaraan Nama Rupabumi
PP Nomor 2 Tahun 2021-Penyelenggaraan Nama Rupabumi
Jenis PeraturanPeraturan Pemerintah
Nomor2
Tahun2021
Judul PeraturanPenyelenggaraan Nama Rupabumi
Ditetapkan06 Januari 2021
Berlaku Mulai Tanggal06 Januari 2021

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2021

TENTANG PENYELENGGARAAN NAMA RUPABUMI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN  REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

  • a. bahwa pengaturan penyelenggaraan nama rupabumi bertujuan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan adat istiadat serta mewujudkan tertib administrasi pemerintahan;
  • b. bahwa penyelenggaraan nama rupabumi perlu dilaksanakan secara tertib, terpadu, berhasil guna, dan berdaya guna serta menjamin keakuratan, kemutakhiran, dan kepastian hukum;
  • c. bahwa penyelenggaraan nama rupabumi sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dan Pasal 48 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memerlukan peraturan pelaksanaan yang lebih rinci dan komprehensif;
  • d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Nama Rupabumi;

Mengingat:

  1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  2. Undang-Undang    Nomor    4    Tahun     2011    tentang Informasi Geospasial (Lembaran Negara Republik Indonesia     Tahun     2011     Nomor      49,      Tambahan Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Nomor 5214);
  3. Undang-Undang Nomor  23  Tahun  2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia    Tahun     2014     Nomor    244,     Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana   telah   beberapa   kali   diubah    terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun  2015 tentang Perubahan   Kedua   atas   Undang-Undang  Nomor   23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan  Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun  2015 Nomor 58, Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia Nomor 5679);
BACA:   PP 57 tahun 2021 - Standar Pendidikan Nasional

Memutuskan

Memetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN NAMA RUPABUMI.

BAB I KETENTUAN  UMUM

Pasal  1

Dalam Peraturan  Pemerintah ini yang dimaksud dengan:

  1. Rupabumi adalah permukaan  bumi beserta objek yang dapat  dikenali identitasnya  baik berupa  Unsur  Alami maupun Unsur Buatan.
  2. Unsur  Rupabumi  adalah  bagian  dari  Rupabumi yang terletak di bawah,  pada,  atau di atas permukaan bumi dan  dapat  dikenali  identitasnya  melalui  pengukuran, atau dari kenampakan fisiknya baik yang berada di wilayah darat,  pesisir,  maupun laut.
  3. Nama   Rupabumi   adalah   nama  yang  diberikan  pada Unsur  Rupabumi.
  4. Unsur Alami  adalah  Unsur  Rupabumi yang terbentuk secara alami  tanpa campur tangan manusia.
  5. Unsur     Buatan     adalah     Unsur     Rupabumi     yang terbentuk karena adanya campur tangan manusia.
  6. Penyelenggaraan Nama Rupabumi adalah proses pengumpulan Nama Rupabumi, penelaahan Nama Rupabumi, pengumuman Nama Rupabumi, penetapan Nama Rupabumi  baku,  dan penyusunan  Gazeter Republik Indonesia.
  7. Sistem   Informasi   Nama   Rupabumi   adalah   aplikasi berbasis web yang digunakan untuk mendukung Penyelenggaraan  Nama  Rupabumi  yang  dikelola oleh Badan.
  8. Gazeter  Republik  Indonesia  adalah  daftar yang berisi Nama  Rupabumi  baku,  nama  daerah,  nama wilayah administrasi, dan nama ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  9. Badan  adalah   lembaga   pemerintah   nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi  geospasial.

BAB II UNSUR  DAN PRINSIP  NAMA RUPABUMI

Pasal  2

(1)     Unsur  Rupabumi  terdiri  atas:

a.      Unsur Alami;  dan b.      Unsur Buatan.

BACA:   PP Nomor 71 Tahun 2021 Kawasan Ekonomi Khusus Gresik

(2)     Unsur  Alami  sebagaimana   dimaksud  pada  ayat  (1) huruf  a   meliputi  pulau,   kepulauan,   gunung, pegunungan,  bukit,  dataran tinggi,  gua,  lembah, tanjung,   semenanjung,   danau,   sungai,   muara, samudera,  laut,  selat,  teluk,  unsur  bawah laut,  dan Unsur Alami lainnya.

(3)     Unsur   Buatan   sebagaimana  dimaksud   pada  ayat  (1)

huruf b terdiri  atas:

a.      wilayah administrasi  pemerintahan;

b.      objek yang dibangun; c.      kawasan khusus;  dan d.      tempat berpenduduk.

(4)     Selain   Unsur   Buatan   sebagaimana   dimaksud  pada ayat  (3),   tempat,   lokasi,   atau  entitas  yang  memiliki nilai   khusus  atau  penting   bagi   masyarakat   suatu wilayah dapat dikategorikan sebagai  Unsur Buatan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *